Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PKB: Ahok Tidak Percaya Diri Akhirnya Singgung Al-Maidah Ayat 51

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2016 14:01 2:01 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 8 Oktober 2016 14:00
Bagikan
Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Abdul Kadir Karding.
Bagikan

Hidayatullah.com– Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding, menilai, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak percaya diri dengan kualitas kinerjanya selama menjadi gubernur Jakarta.

Sehingga, kata Karding, Ahok pun menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51 di hadapan warga Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Menurut Karding, Ahok sadar banyak masyarakat DKI Jakarta tidak puas dengan gaya kepemimpinannya yang cenderung mengedepankan arogansi ketimbang dialog dalam menata kota.

Dia menilai, atas nama pembangunan seolah-olah segalanya halal untuk dia lakukan. Termasuk melakukan diskresi peraturan dan menggusur warga miskin tanpa proses dialog. [Baca juga: Bukit Duri Digusur, Warga Mengaku Tidak Akan Pilih Ahok]

“Ketidakpuasan masyarakat ini juga tercermin lewat sejumlah survei yang menunjukkan merosotnya elektabilitas Pak Ahok,” ujar Karding di Jakarta, Sabtu (08/10/2016) dikutip Antara.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dia menilai pernyataan Ahok terhadap Surat Al-Maidah ayat 51 kurang etis dan patut. Apalagi, komentar itu dilontarkan di tengah suasana menjelang Pilkada DKI Jakarta seperti sekarang ini. [Baca juga: Elektabilitas Ahok Turun Karena Penyataannya terkait Al-Quran]

Pernyataan Berbau SARA

Menurut Karding, Ahok tidak menjadikan etika sebagai bagian integral dari kepemimpinannya.

“Setelah peristiwa kekerasan reformasi 1998, masyarakat Jakarta telah mampu membuktikan diri hidup berdampingan dalam keragaman. Masyarakat Jakarta adalah masyarakat yang telah memiliki kedewasaan dalam berpolitik,” ujarnya.

Namun, kata dia, alih-alih menjaga keharmonisan masyarakat, Ahok dan pendukungnya justru lebih sering mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang berbau SARA. Seperti, “Saya Muslim saya pilih Ahok” atau “Biarin gue kafir yang penting tidak korupsi”.

Pernyataan itu, menurut Karding, bisa dimaknai secara peyoratif seakan-akan tidak ada pemimpin selain Ahok yang bebas korupsi. Padahal, banyak pemimpin Muslim yang memiliki kinerja baik dan berprestasi di Indonesia.

“Dan mereka tidak pernah menggunakan istilah-istilah agama dalam menunjukkan berbagai keberhasilan maupun prestasinya,” ujarnya.

Karding menilai, pernyataan Ahok juga menunjukkan bahwa dia tidak menghormati keyakinan beragama seluruh warga negara yang dijamin konstitusi.

Menurut dia, jaminan itu juga termasuk dalam hal memilih pemimpin berdasarkan referensi agama.

Namun, menurutnya, yang tidak boleh adalah jika dalil agama digunakan untuk menyebarkan kebencian, kekerasan, dan permusuhan.

“Sebab hal itu bukan saja bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia namun juga bertentangan dengan semua ajaran agama, termasuk Islam yang notabene hadir sebagai Rahmatan Lil Alamin,” ujarnya. [Baca juga: GIB: 3 Sila Pancasila Telah Dilanggar Ahok karena Ucapannya Soal Al-Maidah]

Jakarta Butuh Pemimpin Santun

Ketua Fraksi PKB di MPR RI itu mengajak masyarakat Jakarta untuk lebih jernih dalam memilih pemimpin. Sebab, Jakarta butuh pemimpin muda yang segar, cakap secara visi misi, sekaligus santun dalam pembawaan pribadi.

Dia menegaskan, masyarakat butuh pemimpin yang tidak hanya mampu membangun kota tapi juga membangun masyarakat.

Menurut Karding, DKI Jakarta adalah laboratorium sekaligus miniatur penting. Bagaimana, sebuah kebijakan pembangunan dilakukan dengan pendekatan hati, bukan arogansi dan kesewenang-wenangan. Sejatinya, Jakarta adalah milik semua masyarakat.

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, ucapan Ahok menuai kecaman setelah menyinggung soal al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 51 pada sebuah acara di Kepulauan Seribu.

Saat itu Ahok membahas tentang rencana suatu program, yang kemudian dikaitkannya dengan Pilkada DKI Jakarta 2017 dan posisi dirinya sebagai petahana non-Muslim.

Ia kepada warga mengatakan, “Jadi, jangan percaya sama orang, bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya. …Dibohongi pakai Surat Al-Maidah (ayat) 51 macem-macem itu. Itu hak bapak-ibu ya!” [Baca: Ahok Dikecam Bilang “Jangan Percaya Dibohongi Pakai Surat Al-Maidah”]*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdul Kardingadabahokahok menghina alquranAl-Maidah 51Basuki Tjahaja PurnamaGubernur DKI JakartamoralPartai Kebangkitan Bangsapelecehan agamapelecehan al-Quranpemimpin kafirpenistaan agamapercaya diriPKB
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Uskup Agung Desmond Tutu Mengaku Ingin Dapat Opsi Euthanasia
Tulisan selanjutnya Aa Gym: Pernyataan Ahok Tercela, Dianjurkan Minta Maaf

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?