Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Indonesia Diserbu Buruh Asing, KAMMI Tuntut Mosi Tidak Percaya pada Jokowi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 November 2016 14:11 2:11 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 November 2016 14:11
Bagikan
[Ilustrasi] Indonesia diserbu tenaga kerja asing asal China.
Bagikan

Hidayatullah.com–Maraknya isu serbuan buruh asing dan gesekan sosial yang muncul di berbagai daerah belakangan ini menjadi perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Bidang Hubungan Luar Negeri PP KAMMI telah menggelar Sarasehan Demokrasi pada hari Sabtu (29/10/2016) di Sekretariat PP KAMMI, Jakarta.

Sarasehan Demokrasi tersebut menghadirkan Ferdinand Hutahaean (Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia) yang didaulat sebagai narasumber dan Irawan Malebra (Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI) sebagai moderator dalam diskusi yang mengangkat tema “Ada Apa dengan Tenaga Kerja Asing di Indonesia?”.

“Belakangan ini kita diresahkan dengan munculnya serbuan buruh asing, khususnya buruh China. Data Kemenakertrans menyatakan sekitar 70.000 buruh asing masuk ke Indonesia per tahunnya, sedangkan angka pengangguran kita mencapai 7 juta orang. Apakah kondisi ini sengaja diciptakan pemerintah?,” ujar pantik Irawan membuka diskusi.

Menanggapi isu buruh asing, Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa situasi ini terjadi berawal dari proyek infrastruktur Jokowi.

“Utang ratusan trilyun pemerintah terhadap China dalam proyek infrastruktur ini yang menyebabkan Jokowi membiarkan kepentingan asing masuk, harus menurut pada kepentingan China,” ungkapnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Proyek infrastruktur Jokowi tidak menguntungkan Indonesia karena bahan baku, semen, alat produksi, materialnya semua diimpor dari China. Bahkan buruh kasarnya juga didatangkan dari China dan uang gajinya juga dibayarkan di sana. Sehingga perputaran uang hanya terjadi di China dan tidak mengalir ke Indonesia,” tegas Ferdinand.

Tokoh Rumah Amanah Rakyat itu juga mempertanyakan nasionalisme pemerintahan Jokowi. “Presiden sepertinya tidak mampu menjaga Indonesia dari kepungan buruh asing. Apakah rezim ini benar bekerja untuk rakyat atau untuk kepentingan pribadi dan pemodal?”.

“Saya menemukan banyak kasus buruh asing ilegal di seluruh Indonesia. Ada kasus di Banten, Sulawesi bahkan Papua, jika diperkirakan jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu orang. Dalam proyek PLTU di Banten, buruh kasarnya berasal dari China, mereka tidak bisa berbahasa Indonesia sama sekali,” ujarnya.

Serbuan Buruh Asing Dinilai Tak Bisa Dibendung karena Kebijakan Bebas Visa

Ferdinand juga kembali mengangkat insiden Lion Air yang diduga sebagai bagian dari desain operasi intelijen asing yang dibiarkan pemerintah.

“Tidak mungkin pihak imigrasi dan intelijen Indonesia tidak mengetahui sabotase tersebut. Pasti ada pembiaran dari imigrasi agar penumpang asing tersebut bisa masuk Indonesia tanpa pengawasan”.

“Saya menduga intelijen ikut bermain dan pasti tahu sabotase yang terjadi pada Lion Air. Kita semua tahu siapa Rusdi Kirana, pemilik Lion Air, dan bagaimana posisinya dalam rezim Jokowi saat ini”, sindir Ferdinand.

Senada dengan pernyataan tersebut Wakil Ketua Umum PP KAMMI, Arif Susanto, menyatakan kondisi bangsa sudah kritis dan seharusnya rakyat dan mahasiswa sudah menuntut mosi tidak percaya atas kepemimpinan Jokowi.

“Gerakan mahasiswa harus segera merapatkan barisan akibat kebijakan rezim yang berpihak pada asing-aseng. Rakyat bisa saja mengeluarkan mosi tidak percaya karena keadaan sudah hampir mencapai titik klimaks. Penggusuran dimana-mana, buruh asing menyerbu, ekonomi sulit dan pengangguran membludak,” tegasnya.

Arif menambahkan, saat ini negara kita telah menjadi negara korporotokrasi, dimana bangsa ini diatur oleh kepentingan modal dan korporasi asing. Menurutnya, ada sebuah operasi besar yang sedang mengambil hak-hak dasar pribumi atas nama pluralisme. Jangan sampai Indonesia seperti Singapura dimana pribumi menjadi tersingkir dan terpinggirkan”.

“KAMMI akan mengawal pemerintah agar tidak bermain mata dengan kapitalisme asing-aseng yang menindas pribumi dan buruh lokal. KAMMI akan mendorong dibentuknya Kaukus Pengawasan Tenaga Kerja Asing. Kemudian mengawasi kinerja pihak Imigrasi, Kemenakertrans dan Kementerian BUMN agar tidak mengeluarkan kebijakan yang merugikan anak bangsa,” tandasnya.*/kiriman Adhe Nuansa Wibisono

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:buruh asingchinapekerja asingpekerja chinasingapura
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Terkait Ahok, 15 Organisasi Islam Indonesia di Malaysia Desak Polri Hukum Penista Al-Quran dan Ulama
Tulisan selanjutnya Ditanya Apa Ada Usaha ‘Memecah Suara Umat’ dalam Kasus Ahok, Jokowi Jawab Revolusi Mental

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?