Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Soal Dana Aksi Bela Islam II, GNPF-MUI Mengaku Dipelintir Kaum Liberal

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 November 2016 19:35 7:35 pm
Ahmad
Dipublikasikan 3 November 2016 19:35
Bagikan
Ketua Gerakan Nasional Pendukung Fatwa MUI (GNPF-MUI), Bachtiar Nasir, di Jakarta, Kamis (27/10/2016).
Bagikan

Hidayatullah.com–Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI), Bachtiar Nasir mengklarifikasi tuduhan adanya dana sebesar 10 Miliar untuk Aksi Bela Islam II pada hari Jumat 4 November 2016.

“Yang kita dapat rasanya jauh dari itu, mungkin lebih dari 100 M,” ujarnya  dengan nada sarkastik saat konferensi pers Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa malam (01/11/2106).

Bachtiar menjelaskan, angka tersebut diperoleh dengan menghitung biaya jamaah dari berbagai daerah yang datang ke Jakarta menggunakan ongkos dan akomodasi sendiri-sendiri.

Belum lagi, kata dia, infaq yang masuk dari jamaah, serta sumbangan logistik berupa makanan.

“Kalau dihitung-hitung totalnya lebih dari 100 M berupa subsidi dari rakyat buat aksi ini,” tandasnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Yang dimaksudkan ketika itu, dana aksi datang dari masyarakat sendiri secara mandiri. Jika dihitung bisa ratusan milyar. Pernyataan Bachtiar Nasir disampaikan mengingat banyaknya tuduhan tak berdasar, khususnya dari kalangan aktivis Islam liberal terkait semangat umat yang ingin ke Jakarta dengan usaha dan dana sendiri-sendiri.

Ia juga mengatakan aksi GNPF-MUI tidak berkaitan dengan Pilkada, hanya ingin aparat bertindak tegas memproses pencela Al-Quran.

Sebelum ini, aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), Mohamad Guntur Romli menyebut, Aksi Bela Islam II pada hari Jumat 4 November mendatang didanai oleh lawan politik dari calon gubernur di Pilkada DKI, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

“Bachtiar Nasir akui ada gelontoran dana 100 M unt Gerakan 4 Nov unt jatuhkan Ahok, siapa yg biayai? Bisa jd lawan2 politik Ahok & Jokowi,” ucapnya melalui akun twitternya @GunRomli, Rabu (02/11/2016).

Senada dengan Guntur, akademisi Ade Armando juga menyatakan, aksi umat Islam nanti melibatkan penyandang dana raksasa.

“Aksi 4 November 2016 ternyata memakan biaya luar biasa besar. Rp 100 miliar. Karena itu mustahil aksi ini dibiayai oleh dana masyarakat sendiri, tanpa melibatkan penyandang dana raksasa. Karena itu pula, sangat tidak logis kalau ini semua dilakukan tidak dengan tujuan politik menggagalkan pencalonan Ahok sebagai Gubernur DKI,” tulis Ade di akun Facebook-nya, Rabu (02/11/2016).

Ade juga menuduh, dana sebesar itu dialokasikan ke kantong para peserta aksi.

“Artinya, dengan perkiraan peserta akan mencapai 100 ribu orang, untuk setiap peserta dikeluarkan dana Rp 1 juta. Dari angka tersebut, tidak jelas berapa uang yang masuk kantong peserta aksi,” katanya.

Dukungan Terus Mengalir, #AksiBelaQuran Jadi Trending Topic

Menanggapi hal itu, penulis buku Liberal 101, Akmal Syafril mengaku, tidak heran dengan tuduhan di berbagai media social oleh aktivis liberal tersebut.

Ia bercerita, ketika gerakan yang digagasnya #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) lahir, para pegiat JIL dan pendukungnya juga mempertanyakan sumber dana.

“Sebenarnya, komentar-komentar itu membongkar cara berpikir mereka sendiri. Mereka tidak tahu caranya mendanai pergerakan dengan kantong sendiri, sehingga kalau ada pergerakan lain, mereka menyangka semuanya adalah orang bayaran,” jelas Akmal kepada hidayatullah.com, Rabu malam (02/11/2016).

“Mereka (JIL dan pendukungnya) tidak tahu bahwa tidak semua orang berpikir dan berperilaku seperti mereka,” pungkasnya menambahkan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokahok menghina alquranAksi Bela Islam IIBasuki Tjahaja Purnama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PPMI Arab Saudi Desak Presiden dan Kapolri Tindak Tegas Kasus Ahok
Tulisan selanjutnya Massa Aksi Bela Islam II Mulai Berdatangan di Masjid Istiqlal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?