Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PIARA: Di Myanmar telah Terjadi Genosida atas Etnis Rohingya sejak Lama

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 November 2016 16:18 4:18 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 November 2016 16:16
Bagikan
Konferensi pers Aliansi Lembaga Kemanusiaan Indonesia untuk Rohingya dan SEAHUM tentang tragedi kemanusiaan di Myanmar di Jakarta, Rabu (23/11/2016).
Bagikan

Hidayatullah.com– Pendiri Pusat Informasi dan Advokasi Rohingya-Arakan (PIARA) Heru Susetyo menyatakan, masalah Rohingya bukan masalah biasa. Tetapi masalah yang terjadi secara struktural dan masif.

“Telah berlangsung lagi-lagi kekerasan dalam keadaan struktural dan masif dan berulang-ulang di Arakan atau Rakhine State yang berlangsung sejak bulan Oktober sampai sekarang,” ucap Heru.

Hal itu katakan dalam konferensi pers Aliansi Lembaga Kemanusiaan Indonesia untuk Rohingya dan South East Asia Humanitarian Forum (SEAHUM) di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (23/11/2016).

SEAHUM Minta Pemerintah Indonesia Desak Myanmar Hentikan Teror terhadap Etnis Rohingya

Heru menjelaskan, kekerasan itu semakin masif terjadi sejak status kewarganegaraan bagi Rohingya dicabut pada tahun 1980-an.

“Ketika (itu) Rohingya dikeluarkan dari kewarganegaraan Myanmar. Sejak itu Rohingya tidak punya tempat, tidak punya ruang hidup di Myanmar, sehingga menjadi imigran gelap, sampai mereka menjadi manusia perahu dan terdampar di Thailand dan Indonesia di Aceh, Jawa, dan Bali,” paparnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kini, ungkapnya, kekerasan semakin luar biasa terjadi di Arakan.

Foto Satelit Tunjukkan Lebih 1000 Rumah Etnis Rohingya di Rakhine Dibakar

“(Pada kekerasan yang sedang berlangsung) tercatat 440 orang ditahan, 492 tewas, 120 hilang, 1.780 bangunan dibakar kemudian dibumihanguskan, itu rumah mereka dan tempat mereka tinggal selama ini dan data ini diperkuat oleh temuan Human Right Watch,” tegasnya.

“Jadi ini bukan isu agama semata-mata, ini isu kemanusiaan karena menjadi konsen lembaga HAM internasional (seperti) Human Right Watch, Amnesty International,” imbuhnya menegaskan.

“Bahkan Obama pun pernah berkomentar keras, tahun lalu (saat masih sebagai Presiden Amerika Serikat) ia mengatakan, ‘kok bisa warga negara (Rakhine) tidak diakui di negaranya sendiri?’.

Obama mengecam pemerintah Myanmar karena perilakunya yang semena-mena, yang tidak mengakui warganya dan mengusir warga negaranya sendiri,” ucapnya.

125 Muslim Rohingya Dicegah Masuk Bangladesh

Kejahatan terhadap Kemanusiaan

Kalaupun diberitakan bahwa kekerasan ini berawal dari operasi sweeping pihak militer Myanmar, Heru menilai hal itu terjadi secara berlebihan. “Malah membumihanguskan,” kata dia.

“Karena itu, secara gampang kita bisa mengatakan telah terjadi dua kejahatan, yaitu genocide (pembantaian massal) dan crime againt humanity (kejahatan terhadap kemanusiaan),” tegasnya.

Disebut pembantaian massal, jelasnya, karena masyarakat Rohingya itu berbeda etnis, warna kulit, suku bangsa, bahasa, kultur, sejarah, dan akhirnya berbeda agama dengan mayoritas di Myanmar.

“Mungkin karena berbedalah mereka dikeluarkan dan mengalami kedzaliman, genocide,” ungkapnya.

Militer Myanmar Bunuh 30 Etnis Rohingya dalam Aksi Kekerasan Terbaru

Yang kedua, disebut kejahatan terhadap kemanusiaan, karena itu terjadi dalam bentuk pembunuhan, pemusnahan, penyingkiran, bahkan juga ada pemerkosaan, penganiayaan, serta pengusiran, dan sebagainya.

“Itu termasuk kategori dalam crime againt humanity, memenuhi pasal pada Statuta Roma tentang pengadilan dunia internasional. Sayangnya Myanmar bukanlah peserta pada Statuta Roma yang mengatur hukum pidana internasional,” ulasnya.

Atas dasar itu, Heru mendesak agar pemerintah Myanmar, Aung San Suu Kyi (peraih Nobel Perdamaian asal Myanmar), bahkan PBB, untuk melindungi etnis Rohingya di Myanmar.

“Bahkan PBB kalau perlu menempatkan pasukan penjaga perdamaiannya di Myanmar,” tegasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:#PrayForRohingyaAliansi Lembaga Kemanusiaan Indonesia untuk RohingyaArakanAung San Suu Kyietnis RohingyagenosidaHAMHeru Susetyokejahatan terhadap kemanusiaanKewarganegaraanmyanmarNobel PerdamaianPBBpembantaian massalPendiri Pusat Informasi dan Advokasi Rohingya-ArakanpiaraRohingyaSEAHUMtragedi kemanusiaan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Mengalir” Bersama Wahyu, Warga Mesir punya Cara
Tulisan selanjutnya Hastag #Makar Jadi Bahan Gurauan, Netizen : Ayo #Makar Siang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?