Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Terkait ‘Kebangkitan’ PKI, Kivlan: Bukan ‘Hantu’, Sudah Nyata, Ujungnya Minta Cabut Tap MPRS

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 20 September 2017 22:07 10:07 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 20 September 2017 21:55
Bagikan
Mantan petinggi Kostrad, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen.
Bagikan

Hidayatullah.com– Terkait “kebangkitan” Partai Komunis Indonesia (PKI) pada saat ini, mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, menegaskan, bahwa itu bukan lagi ‘hantu’, melainkan suatu kenyataan.

Hal itu menurutnya bisa dilihat terkait acara diskusi tentang sejarah peristiwa 1965 yang digelar di kompleks gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBH) di Jakarta, beberapa waktu lalu. Rangkaian acara ini mendapat penolakan oleh ribuan massa dari berbagai organisasi.

Diskusi itu katanya sempat digelar terkait “pelurusan sejarah 1965”. Sejarah dimaksud adalah tragedi pemberontakan PKI atau dikenal dengan sebutan Gerakan 30 September (G30S)/PKI.

Kata Kivlan, kalau sempat ada diskusi tentang katanya “pelurusan sejarah” dan banyak pembicara mengatakan mereka tidak salah dalam G30S/PKI, maka ujung-ujungnya mereka meminta pencabutan Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang pembubaran PKI.

Baca: Seruan Pemuda-Mahasiswa Islam Indonesia: Dukung Ulama, Waspadai Gejala Kebangkitan PKI!

“Dan sudah didengungkan oleh yang namanya Bambang Beathor Suryadi, anggota DPR dari Fraksi PDIP, supaya nanti dicabut Tap MPRS, Golkar dan PDIP supaya ndukung,” ujar Kivlan dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di studio salah satu TV swasta, Jakarta, kemarin, Selasa malam Rabu.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Jadi, menurut Kivlan, mereka yang menyatakan PKI tidak salah dalam kejadian G30S/PKI itu, ujung-ujungnya meminta pencabutan Tap MPRS pembubaran PKI tersebut.

“Ini link ini ada bunyinya, ada bunyi, ujungnya arah ke sana. Jadi ini (PKI. Red) bukan hantu lagi, udah nyata,” tegasnya dalam acara bertema “PKI, Hantu atau Nyata?” itu.

Kivlan mengungkapkan, dalam acara diskusi di YLBHI itu, ada intelnya yang menyampaikan informasi-informasi tersebut.

“Ada intel saya masuk, ngatakan (pada acara itu. Red) disiapkan mejanya untuk seratus orang.
Jadi saya tahu,” ungkapnya lantas disambut tepuk tangan hadirin.

Baca: Ketum PBNU Ajak Bangsa Indonesia Mewaspadai Kebangkitan PKI

“Dan ada juga di sini (pada ponsel Kivlan. Red) fotonya bahwa ada diskusinya, ada orang yang pakai kacamata, pakai topi, di sini (bajunya) ada ‘Karlmarx’, ada berbicara, ada masuk videonya, jadi enggak bisa dibantah (bahwa) sempat diskusi,” ungkapnya juga.

Kivlan menegaskan bahwa PKI telah melakukan kudeta terkait G30S/PKI. Letkol Untung, perwira militer G30S/PKI, saat itu dia lihat dan dengar telah membuat pengumuman di radio dan televisi.

“Dia buat pengumuman Dewan Revolusi dan menganulir pemerintahan kabinet Dwikora, dia adalah sebagai Ketua Dewan Revolusi yang memimpin Indonesia,” ungkap Kivlan yang mengaku pada saat itu sedang berada di Jakarta.

“Itu (PKI) sudah terlibat, udah melakukan revolusi, udah kudeta,” tegasnya menambahkan.

Selain itu, menurutnya, saat itu juga sudah ada pasokan senjata dari China untuk gerakan PKI.

Baca: PKI, Indonesia, dan China [1]

Bejo Untung Membantah

Pada acara ILC tersebut, salah seorang pembicara, Bejo Untung, Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 1965, membantah jika PKI akan bangkit kembali. Bejo Untung juga membantah jika PKI telah melakukan kudeta lewat G30S/PKI itu.

Bejo Untung bahkan menuding militer berada di balik Gerakan itu. Bejo Untung menganggap kejadian itu sebagai “rekayasa semua”. Tudingan ini juga diluruskan oleh Kivlan.

Kata Kivlan, G30S/PKI melibatkan oknum-oknum militer dari berbagai angkatan termasuk Kepolisian, yang merupakan binaan PKI yang membentuk biro khusus untuk menyusup di tubuh TNI, ABRI waktu itu.

Baca: Situasi Indonesia Saat ini Dirasakan Mirip Suasana Jelang Pemberontakan PKI 1965

Sempat terjadi perdebatan dalam ILC itu saat Bejo Untung mengakui bahwa ia merupakan orang Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia (IPPI) pada masa-masa itu.

“IPPI itu adalah underbow dari PKI,” terang Kivlan disambut banyak tepukan tangan. Tapi Bejo Untung membantah penjelasan Kivlan. “Itu tidak benar,” klaimnya. “Ya sudah, sudah selesai. Gerwani juga underbow, pengikut dari PKI,” tegas Kivlan.

Bejo Untung salah seorang narasumber yang diundang untuk menjadi pembicara pada acara di YLBHI tersebut -yang berujung ricuh. Mantan Koordinator YLBHI, Alvon Kurnia Palma, pembicara ILC lainnya, telah membantah jika acara di kompleks YLBHI tersebut pro PKI.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aktivis IPPIAlvon Kurnia Palmabahaya PKIBejo UntungG30SPKIGerakan 30 September 1965hantu PKIIkatan Pemuda Pelajar IndonesiaILCIPPIjenderal TNIkasus 1965kebangkitan PKIkekejaman PKIkomunismePartai Komunis Indonesiapelarangan PKIpemberontakan PKIpemutaran Film G30S/PKITAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966TNI ADYLBHI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kiai Cholil Nafis: Tahun Baru Hijriyah Momentum Bermuhasabah
Tulisan selanjutnya Film G30S/PKI Dinilai Ingatkan Generasi Muda soal Pengkhianatan atas Pancasila

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?