Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kebijakan Impor Beras, Ombudsman Sebut Ada Maladministrasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Januari 2018 07:12 7:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Januari 2018 07:12
Bagikan
Wakil Ketua Ombudsman RI, Lely Pelitasari Soebekty, dalam diskusi perberasan di Jakarta, Rabu (24/01/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Wakil Ketua Ombudsman RI, Lely Pelitasari Soebekty, menyatakan, berdasarkan hasil monitoring untuk kasus impor beras, pihak Ombudsman mendapatkan adanya beberapa maladministrasi.

“Dari hasil monitoring kami selama beberapa pekan ini, kami menemukan maladministrasi dan itu kita sudah sampaikan kepada publik dan pihak pemerintah. Dan Alhamdulillah direspons sangat cepat,” tuturnya kepada wartawan termasuk hidayatullah.com usai diskusi soal perberasan di Jakarta, Rabu (24/01/2018).

Lely menambahkan, ditemukan juga adanya upaya penggiringan opini bahwa impor terjadi karena surplus. Berdasarkan hasil monitoring Ombudsman di 31 kota di Indonesia, menunjukan bahwa stok beras itu sebetulnya pas-pasan atau terbatas dan tidak merata.

Baca: Anggota Komisi IV: Impor Beras Bersamaan Musim Panen Tidak Bijaksana

“Problem harga yang meningkat di beberapa daerah, itu karena pemerataan stok yang tidak,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut, ada aturan yang dilanggar oleh pemerintah. Awalnya pemerintah menetapkan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai importir beras. Padahal,  jelasnya, dalam Inpres Nomor 05 Tahun 2015 dan Perpres Nomor 48 dinyatakan bahwa Perum Bulog yang seharusnya melakukan impor atas nama pemerintah dalam konteks penugasan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Lembaga negara pengawas pelayanan publik ini pun berharap, jika impor harus dilakukan, maka harus dikelola dengan baik.

Baca: DPR: Dugaan Mafia Impor Beras Harus Ditepis Pemerintah dengan Bukti

Sementara itu sebelumnya diberitakan hidayatullah.com, pemerintah mengaku menyesuaikan peraturan impor beras untuk membantu persediaan stok beras awal 2018. Pemerintah membantah akan mengimpor beras dengan melanggar aturan.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, penyesuaian tersebut berdasarkan Instruksi Presiden nomor 5 tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras oleh Pemerintah.

“Impor beras awal tahun tetap dilakukan dengan beberapa perubahan mekanisme pelaksanaan,” jelas Darmin, Senin (15/01/2018), di Jakarta.

Darmin mengatakan Bulog akan ditugaskan mengimpor sampai dengan 500 ribu ton sesuai mandat Perpres Nomor 48 Tahun 2016, guna menstabilkan harga beras.

“Juga untuk meningkatkan cadangan beras pemerintah dan menjaga ketersediaan beras di masyarakat,” tambah Darmin.

Darmin juga mengatakan hanya Bulog yang diberikan mandat untuk melakukan impor beras secara bertahap hingga 500 ribu ton. “Paling lambat impor dilakukan hingga pertengahan Februari dan bisa diteruskan hingga akhir Februari kalau harga belum turun,” jelas Darmin.

Baca: Ketum HMPI: Impor Beras, Menteri Tak Boleh Bohong

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pada hari ini sudah dilakukan operasi pasar dengan menyalurkan lebih dari 90 ribu ton beras.

“Jadi tidak usah ada kekhawatiran terkait stok beras,” ujar dia, Senin.

Enggar mengatakan operasi pasar akan terus dilakukan Bulog di samping juga terus melakukan penyerapan gabah petani.

“Untuk mengisi stok internal juga akan dilakukan impor oleh Bulog secara langsung,” jelas Enggar.

Baca: Pemerintah: Impor Beras Awal 2018 Tetap Dilakukan

Proses administrasi impor menurut Enggar akan dilakukan dalam satu hingga dua hari ke depan sejak saat itu agar beras bisa segera masuk. “Proses akan dilakukan tanpa melanggar aturan,” jelas dia.

Dengan begitu, Enggar berharap harga akan turun karena ia juga memastikan stok beras akan tercukupi.* Zulkarnain

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Badan Urusan Logistikberasberas mediumberas premiumBulogDarmin NasutionEnggartiasto LukitaHET berasimporimpor berasLely Pelitasari Soebektymafia berasmafia impor berasmaladministrasi impor impor berasMenteri Koordinator Perekonomianmenteri perdaganganOmbudsman RIperdaganganPerpres Nomor 48 Tahun 2016pertanianPerum Bulogpetanistok berasswasembada berasWakil Ketua Ombudsman RI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Program Sehat Peduli Gizi Digelar Serentak di 28 Provinsi
Tulisan selanjutnya Irlandia akan Bahas RUU Larangan Impor Produk dari Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?