Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

FUI DIY Minta Klarifikasi UIN Suka terkait Persekusi Cadar

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 10 Maret 2018 22:03 10:03 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 7 Maret 2018 18:38
Bagikan
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Bagikan

Hidayatullah.com– Terkait kasus persekusi cadar, Forum Umat Islam (FUI) DIY menyambangi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka), Selasa (07/03/2018).

Hari itu, pada pukul 10.30-11.20 WIB, berlangsung pertemuan klarifikasi antara FUI DIY dengan Rektorat UIN Suka soal kebijakan pendataan mahasiswa bercadar oleh Rektorat UIN Suka.

Pertemuan di Ruang Rapat Senat Lantai 2 Gedung Rektorat UIN Suka, Yogyakarta, itu diikuti kurang lebih 40 orang.

Dihadiri antara lain oleh Wakil Rektor III UIN Suka Dr Waryono, Kepala Biro Administrasi dan Akademik Kampus UIN Suka Maskul Haji, Pembina FUI DIY Ustadz Umar Said, Advokat dan Jogja Peduli Mahasiswi Bercadar Krisnajati.

Hadir pula Ketua Laskar Angkatan Muda FUI DIY Fuad Andreago, Juru Bicara FUI DIY Fadlun Amin, Sekjen Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Shobarin Syakur, dan para dekan fakultas se-UIN Suka.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: MUI: Pelarangan Cadar Menyenggol Agama dan Hukum Positif

 

Pada kesempatan itu, Fadlun Amin mengatakan, FUI DIY bermaksud bersilaturahim sekaligus meminta klarifikasi terkait pemberitaan terhadap kebijakan pendataan atau pelarangan mahasiswi di UIN menggunakan cadar.

“Jika memang benar kebijakan ini dan ada diskriminasi terhadap mahasiswi yang bercadar, kami keberatan akan kebijakan tersebut,” ujar Fadlun sebagaimana rilis diterima hidayatullah.com, Rabu (07/03/2018).

Ia menjelaskan, FUI DIY datang bukan untuk menggeruduk atau mendemo UIN Suka. Tetapi hanya ingin bertabayun terkait kebijakan tersebut, yang jika dikaitkan dengan radikalisme tentunya lain pendekatan dan pembinaannya atas mahasiswi.

“Kami khawatir hal-hal seperti ini dipaksakan untuk hal-hal lain, padahal banyak yang perlu dibenahi seperti mahasiswa berjilbab namun berbaju ketat dan tidak Islami yang harus banyak dibina. Tentunya bercadar adalah keyakinan dan kita harus menghargai tentunya,” jelasnya.

Baca: Sayangkan Pelarangan, Fahira akan Advokasi Jika Mahasiswi Bercadar Dipecat

Sementara itu, Advokat Jogja Peduli Mahasiswi Bercadar Krisnajati, mengatakan, pihaknya tentu sangat keberatan jika benar terjadi pelarangan mahasiswa bercadar. Pihaknya pun siap membela dan menerima pengaduan mahasiswi yang bercadar.

“Saat ini sudah ada 27 advokat yang siap membela mahasiswi bercadar dengan Ketua advokat Dr Najib Wismar SH dan Mulyadi SH,” sebutnya.

Pembina FUI DIY Ustadz Umar Said, mengatakan, pihaknya pada kesempatan itu juga hanya ingin bertabayun dan memohon penjelasan atas berita yang viral di media sosial terkait pelarangan cadar.

“Jangan sampai ini menunjukkan perbedaan manhaj yang berbeda untuk membuka konflik atau dengan kata lain melarang orang-orang Salafi mencari ilmu di UIN Suka,” ungkapnya.

Baca: Cadar Menghantui Kampus Islam?

Menyikapi itu, Wakil Rektor III UIN Suka, Waryono, membantah jika UIN Suka melakukan pelarangan cadar terhadap mahasiswanya.

“Kami tidak pernah melarang pemakaian cadar dan dalam surat edaran rektorat tidak pernah ada kata-kata pelarangan cadar atau sampai menyatakan dikeluarkan dari UIN Sunan Kalijaga,” sebutnya.

Menurutnya, UIN Suka hanya melakukan pendataan dan pendampingan terhadap mahasiswi karena ini dinilai adalah bagian amal shaleh.

Menurutnya, bahwa mahasiswi UIN Suka sejak masuk UIN sudah ada surat pernyataan untuk mengikuti tata aturan UIN Suka dan ada pendataan minat bakat. “Dan saat ini pendataan hanya mahasiswi bercadar tidak ada kepentingan lain,” menurutnya.

“Bahwa kata pembinaan yang ada dalam surat edaran tidak ada makna negatif atau bahkan mengeluarkan dari UIN Suka,” menurutnya.

Menurutnya, kebijakan di UIN Suka diambil oleh Rektor UIN Suka, jika memang kurang pas dalam forum pertemuan itu, dapat bertemu dengan Rektor UIN Sunan Kalijaga dengan mengirim surat terlebih dahulu.

“Untuk pembinaan mahasiswa dilakukan kepada semua mahasiswa dan dosen, bahkan ada DKEMD/ Dewan Kode Etik Mahasiswa dan Dosen yang nantinya jika ada hal-hal yang kurang pas atau melanggar nantinya disidang di DKEMD,” ujarnya.

Bahwa dalam kode etik mahasiswa UIN Suka hingga saat ini tidak ada aturan yang melarang penggunaan cadar, kata dia, silakan di-copy kode etik ini.

Abdur Rozzaki, Wakil Dekan Fakultas Dakwah, mengatakan, hingga saat ini belum ada kata pelarangan dan tidak ada upaya memecat atau mengeluarkan mahasiswi yang bercadar.

Baca: Rektor UGM Tegaskan Tidak Melarang Mahasiswinya Bercadar

 

“Kami sangat berterima kasih jika ada masukan dari FUI dan kami banyak menerima masukan dari orangtua mahasiswa bahwa banyak orangtua yang menginginkan anaknya dapat dibina oleh UIN untuk menjadi berprestasi dan berkompetensi,” klaimnya.

Sebagai catatan masih dalam rilis tersebut, FUI DIY menerima jawaban rektorat namun juga menyerahkan pernyataan sikap yang intinya menolak pelarangan penggunaan cadar untuk mahasiswi di UIN Suka dan menolak diskriminasi kepada mahasiswi UIN yang bercadar.

Disebutkan, dari hasil pendataan akademik UIN Suka terdapat 41 mahasiswi bercadar di 8 fakultas.

Hidayatullah.com menghubungi nomor kontak Wakil Rektor III UIN Suka, Waryono, beberapa kali, baik melalui telepon, telepon seluler, maupun pesan singkat SMS, namun hingga berita ini dimuat, Rabu siang, belum ada tanggapan terkait rilis dan kasus persekusi cadar tersebut. Panggilan telepon yang kami lakukan malah dialihkan setelah sempat menyambung tapi tak terhubung.*

Baca: PP Muhammadiyah: Sebaiknya UIN Yogyakarta Pertimbangkan Persekusi Cadar

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aurat WanitacadarCholil Nafisdiskriminasidosen UINFUI DIYhijabhukum cadarikhtilafiyahlarangan bercadarmahasiswi bercadarmenutup auratniqabpelarangan cadarperbedaan pendapatpolemik pelarangan cadarUIN JakartaUIN larang cadarUIN Suka YogyakartaUIN Sunan KalijagaUIN Syahid JakartaUIN Syarif HidayatullahUIN YogyakartaulamaUniversitas Islam NegeriWakil Rektor III UIN SukaWaryono
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pilkada 2018, Jimly sebut ICMI akan Netral
Tulisan selanjutnya PBB: Inggris Pengekspor Ganja Legal Terbesar Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?