Hidayatullah.com– Beredarnya kabar Universitas Gadjah Mada (UGM) melarang mahasiswinya mengenakan cadar, dibantah oleh Rektor UGM Prof Panut Mulyono.
“Tidak benar (kabar itu),” ucapnya kepada hidayatullah.com saat dikonfirmasi, Selasa (27/02/2018).
Panut kembali menegaskan, tidak ada satu aturan pun di UGM yang melarang mahasiswinya mengenakan cadar.
Ia mengatakan, pemakaian cadar tidak mengganggu proses belajar mengajar di UGM.
Baca: Muslim China di Uighur Dilarang Pakai Jenggot dan Cadar
Yang penting, kata Panut, mahasiswi itu bisa mengikuti dan menjalankan semua proses perkuliahan. Misalnya, ketika praktikum, mereka bisa mengamati preparat di bawah mikroskop untuk mendapatkan data.
“Di lingkungan UGM, saya pernah melihat mahasiswi yang memakai cadar, tapi jumlahnya tidak banyak,” akunya.
Diketahui sebelumnya, Senin kemarin, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA), Waryono, menyebut UGM dan Universitas Teknologi Yogyakarta melarang mahasiswinya memakai cadar.
“UGM dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) saat ini telah melarang mahasiswi menggunakan cadar,” kata Waryono kutip harian Republika edisi Selasa (27/02/2018).* Andi
Baca: Kritik Larangan Cadar di Universitas Pamulang, Menag: Pemakaian Cadar Harus Dihargai