Hidayatullah.com– Musibah gempa yang melanda Lombok Timur, Lombok Utara, dan sekitarnya di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyisakan duka yang begitu mendalam.
Terutama kala melihat kondisi masyarakat Desa Anyar dan Desa Loloan yang berada di Kecamatan Bayan, Lombok Utara, yang semalam Ahad, (29/07/2018) harus melewati malam dengan tidur di ruang terbuka.
Gempa yang terjadi memang sangat terasa, sehingga masyarakat sangat trauma. Hal ini bisa dilihat dari dampak yang ditimbulkan, dimana banyak rumah penduduk roboh. Jika pun tak roboh, sebagian besar retak serius.
“Innalillah, masyarakat benar-benar berada dalam keadaan mencekam. Trauma yang mereka rasakan begitu berat. Sebab, gempa susulan masih kerap terjadi yang menjadikan sebagian besar masyarakat begitu ketakutan,” terang Kepala BMH Perwakilan Nusa Tenggara Barat, Abdul Kholiq.
Abdul Kholiq menambahkan bahwa tim BMH NTB telah menuju lokasi kemarin sore dengan membawa bantuan logistik.
“Kemarin (29/07/2018) berangkat, tiba di lokasi pukul 18.00 setelah menghabiskan waktu 2 jam setengah perjalanan. Tiba di lokasi, langsung disambut gempa susulan sebanyak dua kali, tepat saat berkumandang adzan maghrib. Alhamdulillah, masjid di sini selamat,” ucapnya.
Sekalipun dalam kondisi darurat, masyarakat tetap mendirikan shalat maghrib berjamaah tanpa listrik. Beruntung relawan BMH sigap membawa lilin.
Setelah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, serta telah melakukan penelusuran ke beberapa tempat yang belum tersentuh bantuan, dinyatakan bahwa banyak bahan bantuan jangka pendek yang harus segera didatangkan.
“Semalam, masyarakat tidur di atas tikar, terpal, sebagian malah tidak kebagian keduanya, sehingga harus rela tidur tanpa alas. Lebih dari itu, mereka juga banyak yang tidur tanpa selimut. Sebagian mengambil tempat tidurnya di sawah, pinggir jalan,” jelasnya.
Untuk jangka pendek, kebutuhan yang sangat penting segera didatangkan adalah pengobatan.
“Pengobatan ini sangat penting, mengingat masyarakat tidur di luar, untuk mencegah munculnya keluhan masuk angin dan penurunan stamina tubuh, jelas pengobatan sangat penting agar masyarakat tetap fit,” jelas Kholiq.
Selain pengobatan, kebutuhan mendesak berikutnya adalah perlunya dibangun tenda darurat, dapur umum, dan kebutuhan MCK para korban.
Selanjutnya direncanakan BMH akan mengupayakan program trauma healing untuk anak-anak.*