Hidayatullah.com– Presiden Joko Widodo (Jokowi) selaku salah satu petahana pada Pilpres 2019 memilih Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden pasangannya.
Terpilihnya Kiai Ma’ruf yang juga Rais ‘Aam PBNU tersebut cukup mengejutkan banyak pihak, sebab sebelumnya nama lain yang digadang-gadang akan menjadi cawapres Jokowi, antara lain mantan Ketua MK Mahfud MD yang sempat mencuat.
Nama Kiai Ma’ruf juga tampaknya di luar prediksi para pendukung Ahok atau Ahoker. Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama adalah terpidana kasus penistaan agama yang divonis bersalah dan dihukum penjara selama dua tahun.
Vonis bersalah Ahok tak lepas dari sikap MUI atas kasus penistaan Ahok terhadap al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 51. Saat itu, 11 Oktober 2016, Kiai Ma’ruf selaku Ketua Umum MUI berdasarkan Pendapat dan Sikap Keagamaan MUI menyatakan bahwa Ahok telah menghina al-Qur’an dan atau ulama atas ucapannya di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, September 2016.
Maka tak heran jika saat ini para Ahoker cukup terkejut atas dipilihnya Kiai Ma’ruf sebagai cawapres Jokowi, mengingat Ahoker ibarat dua sisi mata dengan Jokower alias pendukung Jokowi.
Ahoker tampak kecewa atas jatuhnya pilihan Jokowi pada Kiai Ma’ruf.
Lihat saja berbagai cuitan para Ahokers di media sosial.
Denny Siregar, misalnya, lewat akunnya di Twitter, @Dennysiregar7, ia menuliskan “kekecewaannya” atas pilihan Jokowi tersebut.
“Antiklimaks. Ejakulasi dini. Seperti api dalam dada yang tadinya membara, meredup. Harus berusaha keras menyalakannya lagi…,” tulisnya beberapa waktu setelah Jokowi mengumumkan Kiai Ma’ruf sebagai cawapresnya di Jakarta, Kamis (09/10/2018) malam.
Denny juga mengakui kekecewaannya atas Jokowi.
“Saya memang kecewa ketika @jokowi lebih memilih Kyai Ma’ruf Amin jadi cawapresnya. Tapi sesudah melihat siapa cawapres @Prabowo saya jadi ketawa. Ternyata mereka jauh lebih menderita dari saya,” kicaunya.
“Nonton Pilpres 2019 kali ini, kita seperti nonton piala dunia dan berharap finalnya Jerman vs Brazil. Pasti seru. Tapi yang terjadi final Nigeria vs Aljazair. Kurang menarik sih.. Tapi ya kita tetap nonton ??,” tulisnya juga.
Baca: Pengakuan Buzzer Ahok pada Media Inggris: “Saya Merasa Jijik dengan Diri Sendiri” [1]
“Kekecewaan” senada dilontarkan aktivis yang juga penggiat media sosial Birgaldo Sinaga, Ahoker lainnya. Ia mengaku terdiam saat menyaksikan Jokowi memilih Kiai Ma’ruf sebagai cawapres. Kiai Ma’ruf mengingatkannya akan sidang kasus Ahok beberapa waktu lalu, dimana Rais ‘Aam PBNU itu menjadi saksi yang memberatkan Ahok.
“Sebagai Ahoker saya terdiam melihat pilihan Jokowi… Masih terbayang wajah Ahok yang begitu ekspresif di ruang pengadilan atas kesaksian Ketua MUI Ma’ruf Amin. Ahhhh embulah,” tulis Birgaldo di akun Instagramnya, @birgaldo_sinaga, kemarin.
Birgaldo juga berkicau, “Memenjarakan Ahok adalah cacad sejarah bangsa ini. Memilih orang yang mengirim Ahok ke penjara adalah tragedi,” di Twitternya, Jokowi2Periode @BirgaldoS, kemarin.
Pendukung Ahok lainnya, dengan akun holy money @arifinpribadi, Jumat (10/08/2018), lewat kicauanya Twitter, menuding Kiai Ma’ruf, “anti pluralisme jelas,” mengomentari berita media online berjudul “Rais Aam NU: Pilkada DKI 2017, Wajib Pilih Pemimpin Muslim”. Berita itu merujuk Pilkada dimana Ahok dikalahkan pasangan cagub-cawagub Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Arifin juga menulis, “Adakah KH Ma’aruf Amin menghormati pluralisme ? Jujur saya ngeri .adakah kaum milenial akan memilih beliau ? Pilihan yg meresahkan…”
“Bagaimana gue bisa milih orang yang bilang liberalisme, sekularisme, dan pluralisme adalah sesat sementara jidat gue dipenuhi itu semua,” tulisnya juga.
“Kekesalan yang bisa dimengerti… Gue abstain untuk pertama kali dalam hidup gue… Merasa dikhianati,” tulisnya mengomentari kicauan warganet lainnya yang mengatakan, “Jokowi mengira dengan memasang Ma’ruf tekanan pakai jargon agama dari kelompok sana akan berkurang. Dia salah. Perhatikan, sudah berapa kali omongan Ma’ruf diabaikan oleh kelompok sana. Nggak ada pengaruhnya.”
Baca: Instruksi HRS: Tenggelamkan Parpol Pendukung Penista Agama
Ahoker lain, lewat akun @SiegerAnwalt, kemarin sempat meluapkan kekecewaannya:
“Kalo bener Ma’ruf Amin cawapres, fix Ahoker ga akan pilih Jokowi. Abstain kayaknya. Karena A Hok masuk penjara kan karena beliau juga awalnya. Gua ga bisa apa apa. Cukup bisa dimengerti kalo pendukung A Hok di seantero negeri kecewa. Ini menggarami luka yang masih menganga.”
Beberapa waktu kemudian, Jumat (10/08/2018), dia menyampaikan alasan mengapa menuliskan Twit tersebut. Ia berkicau:
“Tweet ini kemarin saya buat untuk mengetahui: 1. Seberapa banyak yang benar2 kecewa 2. Seberapa banyak yang terbawa-bawa kecewa 3. Seberapa banyak yang tepuk tangan diatas kekecewaan ini 4. Seberapa banyak buzzer sebelah yang mau memanfaatkan ini Untuk no 4: gotcha!”*