Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Pengakuan Buzzer Ahok pada Media Inggris: “Saya Merasa Jijik dengan Diri Sendiri” [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Juli 2018 16:25 4:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Juli 2018 14:51
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com–Alex, nama samaran, salah satu anggota dari tim buzzer  Ahok baru-baru ini mengaku kepada media Inggris, The Guardian tentang “pekerjaan” mereka ketika Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu. Salah satu “pekerjaan” mereka adalah menciptakan akun-akun palsu di media sosial.

Tapi akun palsu ini bukan untuk bersenang-senang; Alex dan timnya diberitahu ini adalah “perang”.

“Ketika Anda sedang berperang, Anda menggunakan apa saja yang tersedia untuk menyerang lawan,” kata Alex dari sebuah kafe di Jakarta Pusat, “tapi kadang-kadang saya merasa jijik dengan diri saya sendiri.”

Baca: Adu Tegas Anies, Jokowi dan Ahok 

Artikel The Guardian yang dilansir pada Senin (23/07/2018) itu menyebutkan selama beberapa bulan di tahun 2017, Alex mengaku dia adalah salah satu dari 20 lebih orang di dalam ‘pasukan maya rahasia’ yang tugasnya memompa pesan dari akun media sosial palsu untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yang dikenal sebagai “Ahok”, saat ia berjuang untuk pemilihan kembali.

“Mereka mengatakan kepada kami bahwa Anda harus memiliki lima akun Facebook, lima akun Twitter dan satu Instagram,” katanya kepada Guardian.“Dan mereka mengatakan kepada kami untuk merahasiakannya. Mereka mengatakan itu adalah ‘waktu perang’ dan kami harus menjaga medan perang dan tidak memberi tahu siapa pun tentang tempat kami bekerja. ”

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Baca: Fadli Zon Sebut Budaya Medsos Rusak karena Buzzer Politik 

Pemilihan Jakarta – yang melihat petahana Ahok, seorang Kristen China, bersaing dengan putra mantan presiden Agus Yudhoyono, dan mantan menteri pendidikan, Anies Baswedan – mengaduk-aduk wilayah agama dan rasial yang sangat buruk. Ini memuncak dalam demonstrasi besar massa Islam atau dikenal Aksi Bela Islam  yang mendesak Ahok dipenjara atas tuduhan penodaan agama.

Salah satu “kerja” mereka adalah menyebarkan gerakan online rahasia yang dikenal sebagai Muslim Cyber Army, atau MCA, yang mempekerjakan ratusan akun palsu dan anonim untuk menyebarkan konten Islam rasis dan garis keras yang dirancang untuk mengubah pemilih Muslim lebih memihak Ahok.

Alex mengatakan timnya dipekerjakan untuk melawan ‘banjir’ sentimen anti-Ahok, termasuk hashtag yang mengkritik kandidat oposisi, atau menertawakan sekutu Islam mereka.* (BERSAMBUNG)

baca juga: Tersangka “MCA” yang Ditangkap Diduga Ahokers

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokaksi bela Islamakun palsuAnies BaswedanBasuki Tjahaja PuranamabuzzerfacebookInstagramkontenmedia sosialMuslim Cyber Armypasukan mayatwitter
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Siagakan Skuadron Udara Guna Melindungi Makkah
Tulisan selanjutnya Batu Besar Jatuh dari Tembok Barat Baitul Maqdis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Berita
29 Agustus 2026 19:05
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?