Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pamer Video “Keberhasilan” Jokowi di UIN, Ngabalin Diusir Mahasiswa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Maret 2019 19:13 7:13 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Maret 2019 19:13
Bagikan
Ratusan massa mahasiswa mengusir kehadiran Ali Mochtar Ngabalin saat mengisi kuliah umum di Kampus UINSU, Kamis (21/03/2019) karena dinilai berkampanye.
Bagikan

Hidayatullah.com– Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin diusir dari kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Kamis (21/03/2019). Ngabalin diusir lantaran dinilai telah melakukan kampanye mendukung capres petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Awalnya, di Gelanggang Mahasiswa HM Arsjad Thalib Lubis di Kampus 1 UINSU, berlangsung dialog bertema “Wawasan Kebangsaan‎ Menuju Kedaulatan Maritim dan Daya Saing Bangsa dalam Era Revolusi Industri 4.0″. Acara berjalan lancar.

Hingga kemudian, pada sesi Ngabalin, dia justru menyampaikan materi sembari menunjukkan video-video “keberhasilan” Jokowi.

Pemaparan tersebut mendapat penolakan dari Aliansi Mahasiswa UIN Sumut. Acara dialog publik itu pun sempat ricuh.

Bobby Harahap, Koordinator Aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UIN Sumut, menilai kehadiran Ngabalin bagian dari Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden dan calon wakil presidennomor urut 01, Jokowi – Ma’ruf Amin.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ngabalin dinilai sudah memasuki ranah politik praktis dengan mengampanyekan Jokowi untuk Pilpres 2019. Tidak terima dengan aksi terselubung itu, mahasiswa spontan berdiri dan menyampaikan protes.

“Kami dari berbagai jurusan dan fakultas melakukan aksi penolakan. Jadi kita tadi melaksanakan aksi pada saat Ngabalin sedang berorasi yang menyampaikan materinya,” ujarnya.

Rektor UINSU KH Saidurrahman dan Direktur Informasi, Komunikasi dan Maritim, Sep‎triana Tangkary juga hadir sebagai pembicara. Walaupun ada rektor, ratusan mahasiwa tak dapat dicegah dan tetap mengusir Ngabalin keluar dari ruangan.

“Kehadiran Ngabalin ini ada indikasi bermuatan politik yang dikemas dalam kegiatan dialog wawasan kebangsaan yaitu industri 4.0. Di acara wawasan kebangsaan yang diputar foto Jokowi sehingga suasana di dalam itu jadi ricuh,” ungkap Bobby kutip INI-Net.

Mahasiswa menilai, Ngabalin telah menjadikan UIN sebagai lahan berkampanye. Padahal kampus bukanlah tempat kampanye. Kampus tidak boleh dijadikan sebagai lahan berkampanye atau politik praktis.

Bobby menegaskan, siapapun dari tim kampanye manapun tidak boleh datang ke kampus. Karena kampus adalah tempat mahasiswa untuk belajar.

“Kampus tidak boleh dijadikan lahan politik praktis dan lahan-lahan kepentingan pribadi. Tim sukses akan kami usir,” ujarnya.

Setelah diusir ratusan mahasiswa, Ngabalin sempat mau mengklarifikasi kehadirannya. Akan tetapi, mahasiswa yang melakukan aksi tadi tidak memperbolehkan Ngabalin berbicara. Mendapat penolakan, Ngabalin pun segera pergi meninggalkan kampus.

“Beliau memang keluar ingin mengklarifikasi. Tapi kami tidak izinkan beliau berbicara. Setelah itu dia langsung masuk kembali ke dalam ruangan lalu pergi meninggalkan UINSU. Bisa dikatakan aliansi mahasiswa UINSU mengusir Ngabalin,” tegas Bobby.

Sementara itu, Prof Amroeni selaku Wakil Rektor 3 UINSU membantah jika dialog umum itu bermuatan politis. Disebutkan, dialog tersebut murni memberikan wawasan kebangsaan bagi mahasiswa UINSU.

‎”Pada hari ini kita mengadakan kegiatan dari Kominfo terkait masalah menghadapi revolusi industri. Kemudian ada yang menganggap politisasi kampus, ini perlu diluruskan. Dalam kegiatan ini, pada hakitatnya, tidak ada istilahnya politisasi,” dalih Amroeni.

Ia menilai wajar jika ada mahasiswa yang menafsirkan dialog publik tersebut merupakan politisasi kampus. Sebab narasumber yang dihadirkan ada dari unsur pemerintah juga.

“Tapi, acara ini hakikat untuk kebangsaan dan bagaimana juga mahasiswa menghadapi‎ revolusi 4.0. Kalau sangsi, hanya peringatan saja atau diberikan pemahamannya. Jadinya, jelas pemahamannya. Ini idealisme dari mahasiswa lebih mendorong,” sebutnya.

Selain Ngabalin, dari pihak pemerintah turut hadir Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ali Mochtar NgabalinkampanyemahasiswaPilpres 2019staf ahli presidenTKN Jokowi-Ma'rufUIN Sumatera Utara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekjen PBNU Serahkan Kasus Said Aqil ke Kepolisian
Tulisan selanjutnya Relawan Hidayatullah Beri Bantuan dan Trauma Healing Korban Banjir di Gereja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?