Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Peringati Mosi Integral M Natsir, Jimly Usul “Hari NKRI”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 April 2019 15:50 3:50 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 April 2019 15:50
Bagikan
Prof Jimly Asshiddiqie (dua dari kiri) dalam sarasehan "Peran Umat Islam dalam Mempelopori, Mendirikan, Mengawal, dan Membela NKRI" di kantor MUI Pusat, Jakarta, Senin (01/04/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com– Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Sarasehan “Peran Umat Islam dalam Mempelopori, Mendirikan, Mengawal, dan Membela NKRI” di kantor MUI Pusat, Jakarta, pada Senin (01/04/2019).

Sarasehan ini dalam rangka memperingati 69 tahun Mosi Integral M Natsir (3 April 1950 – 3 April 2019).

Salah seorang pembicara sarasehan ini adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang dulu pernah berinteraksi dengan M Natsir, Prof Jimly Asshiddiqie.

Jimly bercerita, sebelum mosi integral digagas M Natsir, ada Konferensi Meja Bundar (KMB). Salah satu hasil KMB adalah Pemerintah Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) kecuali wilayah Irian bagian barat.

“(Pengecualian) itulah yang menimbulkan masalah bagi Pak Natsir dan kawan-kawan. Sebagai Menteri Penerangan, beliau menolak dan menentang itu, dan dia tinggalkan jabatan Menteri Penerangan. (Lalu beliau) menggerakkan koalisi di parlemen untuk menentang ini dan kemudian dengan kreatif membuat mosi integral kembali ke NKRI. Lalu (mosi itu) disepakati,” tuturnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kesepakatan kembali ke NKRI ini, kata Jimly, seperti proklamasi kedua. Proklamasi pertama 17 Agustus 1945, sedangkan “proklamasi kedua”-nya tanggal 3 April 1950.

“Maka barangsiapa tidak mencatat sejarah penting perjalanan negara dan bangsa kita, masya Allah ini rugi betul,” katanya.

Jimly kemudian mengusulkan tanggal 3 April diperingati sebagai Hari NKRI. Menurutnya, Hari NKRI perlu ada dan penting untuk konteks sekarang.

“Sekarang ini banyak yang salah paham. Seolah-olah urusan NKRI belum selesai. Seolah-olah urusan Pancasila masih dipersoalkan. Maka kembali lagi isu Islam versus Pancasila, Islam versus NKRI,” ujarnya.

Untuk menghadapi isu ini, maka menurutnya perlu penegasan adanya Hari NKRI.

“Yang semua orang harus tahu di dalamnya itu ada tokoh Masyumi, Mohamad Natsir,” tegasnya.

Ia menyarankan kepada MUI dan ormas-ormas Islam untuk mengusulkan Hari NKRI ke pemerintah.

Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI, KH Muhyiddin Junaidi menyambut saran Jimly. Ia akan membicarakan hal ini dengan Dewan Pimpinan MUI agar 3 April bisa dijadikan sebagai Hari NKRI.

“Nanti akan dibentuk tim panel terdiri dari pakar-pakar sejarah untuk melengkapi dan menyiapkan proposal yang akan diserahkan pada pemerintah Republik Indonesia,” rencananya.* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hari NKRIJimly AsshiddiqieKonferensi Meja BundarM NatsirmasyumiMohamad Natsirmosi integral M NatsirNKRI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemimpin harus Kuat Jaga Kedaulatan Negara, Jamin Rakyat Sejahtera
Tulisan selanjutnya Komitmen Capres Buyarkan Isu “Pilpres Pertarungan Pancasila vs Khilafah”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?