Hidayatullah.com– Nahdlatul Ulama (NU) mengajak peran serta seluruh warga negara menyukseskan penyelenggaraan Pemilu yang bersih, jujur, dan adil dengan menggunakan hak pilihnya dalam mekanisme demokrasi lima tahunan.
Pemilu yang jurdil, bagi NU, adalah wasilah mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional.
“Karena itu, kepada seluruh warga negara yang telah memenuhi syarat, Nahdlatul Ulama mengimbau agar tidak golput,” imbau Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj dalam tausyiah kebangsaan NU menyambut Pemilu serentak 2019 di kantor pusat PBNU, Jakarta pada Senin (15/04/2019).
Baca: Muhammadiyah: Harus Dipastikan Pemilu Tanpa Kecurangan dan Penyimpangan
Said menyeru warga negara menggunakan hak pilih dengan nalar dan nurani untuk memilih calon presiden dan calon wakil presiden serta calon-calon wakil rakyat (DPD/DPR/DPRD) yang memenuhi kriteria profetik: shidiq, tabligh, amanah, dan fathanah.
“Di samping berani menyampaikan apa yang ada ke publik,” tambahnya.
NU memandang Pemilu sebagai mekanisme yang sah berdasarkan hukum negara dan agama untuk mengangkat dan memperbarui mandat kepemimpinan politik atau nashbul imamah.
Munas NU di Nusa Tenggara Barat pada 17 November 1997 telah menegaskan bahwa Pemilu dalam negara demokrasi merupakan salah satu manifestasi prinsip syura di dalam Islam yang sah dan mengikat.* Andi