Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Penyebab 409 Petugas KPPS Meninggal Harus Diinvestigasi

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 3 Mei 2019 17:50 5:50 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 3 Mei 2019 17:50
Bagikan
Proses pemakaman seorang petugas KPPS di TPS 1 Desa Brdeng Sikuran, Kecamatan Inuman, Kab Kuansing, Riau, yang meninggal akibat kecelakaan, sepulang dari pleno PPK.
Bagikan

Hidayatullah.com– Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengungkapkan bahwa jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia saat bertugas pada Pemilu 2019 mencapai sebanyak 409 orang, berdasarkan data KPU per 2 Mei 2019.

Menyikapi itu, berbagai pihak mendesak dilakukan investigasi terhadap penyebab kematian para petugas KPPS tersebut.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di Jakarta, Jumat (03/05/2019), mengaku aneh dengan banyak anggota KPPS meninggal dan sakit saat bertugas dalam proses pemilu. Ia pun mempertanyakan alasan mereka meninggal dunia hanya karena kelelahan.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Umar Zein, menyoroti polemik banyaknya petugas pemilu yang gugur saat bertugas.

Dalam terminologi kedokteran, tidak ada kematian disebabkan oleh kelelahan, seperti yang selama ini banyak media beritakan, kata mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) dr Pirngadi Medan ini diwarta media, Rabu (01/05/2019) malam.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: KPU: 296 Petugas KPPS Meninggal, Sandi: bak Ladang Pembunuhan

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menegaskan bahwa kejadian tersebut mestinya diinvestigasi.

Fahri menilai jatuhnya banyak korban meninggal dan sakit akibat Pemilu 2019 tersebut merupakan kejahatan besar, tak bisa dibiarkan.

“Harus ada investigasi menyeluruh terhadap serangan ke TPS, kotak suara, formulir C1 dan petugas pemilu yang telah mendatangkan korban ratusan nyawa meninggal dan ribuan dirawat rumah sakit. Ini adalah kejahatan besar yang tak bisa dibiarkan. #SaveIndonesia,” ujarnya, Jumat (03/05/2019) lewat akun media sosial terverifikasinya di Twitter.

Investigasi ini diperlukan sebab persoalan nyawa manusia lebih penting dibandingkan kekuasaan. “Nyawa manusia penting… Lebih penting dari kekuasaan…,” kicau Fahri lewat @Fahrihamzah.

Baca: 225 Petugas KPPS Meninggal, Natalius Pigai: KPU Harus Dipidana

Menyoroti semakin bertambahnya korban pemilu yang berjatuhan, calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, meminta KPU tidak kejar tayang.

Menurut Sandi, peristiwa meninggalnya ratusan petugas KPPS ini adalah sebuah bencana yang harus mendapat perhatian khusus dari seluruh elemen bangsa. Jika peristiwa tersebut terus berlanjut, ia menilai hal itu seperti ladang pembunuhan.

 

“Kalau diteruskan seperti ini korban terus berjatuhan, ini seperti killing field dan jangankan 300 lebih yang saya baca di Jawa Pos kemarin, yang dilaporkan 326 kalau tidak salah, tapi ini akan terus berlangsung. Proses ini paling tidak 5-6 hari karena rata-rata baru di angka 50 persen. Secara fundamental ada yang salah. Bukan hanya jujur adil bermartabat, tapi juga sehat,” katanya diberitakan media ini, Senin (29/04/2019).

Baca: 230 Petugas KPPS Meninggal, Sandi: Tak Hanya Jurdil, Pemilu Harus Selamat

Aktivis kemanusiaan yang juga mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, menilai banyaknya kematian anggota KPPS selama bertugas di Pemilu Serentak 2019 tidak bisa dianggap remeh.

Pigai menilai tragedi demokrasi tersebut sebagai kelalaian Komisi Pemilihan Umum (KPU). Karena itu, KPU menurutnya harus bertanggung jawab secara hukum.

“Mengapa KPU mesti diberi hukuman pidana? Karena sejak awal KPU sudah memahami bahwa kematian petugas pelaksana pemilu bukan hal baru,” ujar Pigai di Jakarta, Kamis (25/04/2019).

KPU mencatat sudah ada 409 orang petugas KPPS yang meninggal dunia saat bertugas di Pemilu 2019. Sekretaris Jenderal KPU Arif Rahman Hakim menyampaikan, jumlah petugas yang sakit juga bertambah dari hari sebelumnya. “Update data per 2 Mei 2019 pukul 17.00 WIB, wafat 409 orang, sakit 3.658, total 4.067,” kata Arif lewat keterangan tertulis, Kamis (02/05/2019).*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:fahri hamzahKPPSKPUPemilu 2019petugas pemiluPilpres 2019Umar Zein
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BPN Bawa Bukti 73 Ribu Lebih Kesalahan Input, Desak KPU Hentikan Situng
Tulisan selanjutnya BPN Desak Audit Forensik IT KPU secara Independen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?