Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pengacara Mahasiswa Korban Kekerasan Minta Tanggung Jawab Jokowi & DPR

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 26 September 2019 14:29 2:29 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 26 September 2019 09:33
Bagikan
Tim Advokasi Mahasiswa Korban Kekerasan usai membesuk Faisal Amir di di RS Pelni, Rabu (25/09/2019). Faisal mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia yang turut mengalami kekerasan saat demonstrasi di Gedung DPR RI (24/09/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com– Tim kuasa hukum mahasiswa korban kekerasan pada aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/09/2019), meminta pertanggungjawaban dari Presiden Joko Widodo dan DPR.

Wisnu Rakadita dari Tim Advokasi Mahasiswa Korban Kekerasan yang juga kuasa hukum Faisal Amir (21 tahun) –salah seorang korban kekerasan– menjelaskan, pertanggungjawaban yang mereka minta itu dikarenakan Jokowi dan DPR dinilai termasuk penyebab terjadinya kekerasan tersebut.

Jokowi dan DPR dinilainya tidak becus dalam menyerap aspirasi warga masyarakat dalam membuat berbagai kebijakan.

Baca: Fahira: Negara ini Sedang Tidak Tentu Arah

Diketahui, ribuan mahasiswa, buruh, dan pelajar melakukan aksi demonstrasi beberapa hari sejak awal pekan ini secara berturut-turut, baik di Jakarta maupun di berbagai daerah. Dalam aksi itu mereka memprotes pengesahan dan rencana pengesahan sejumlah Rancangan dan Revisi Undang-Undang, termasuk RUU KPK yang telah disetujui Jokowi dan disahkan DPR menjadi UU. Massa menuntut agar UU KPK hasil direvisi itu dicabut.

Aksi tersebut kemudian berujung kekerasan dan menelan banyak korban, termasuk Faisal yang sempat koma dan hingga saat ini masih dalam pemulihan pasca menjalani operasi di RS Pelni, Petamburan, Jakarta.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kami juga turut meminta pertanggungjawaban Presiden Jokowi dan pihak DPR RI sebagai pihak yang turut menjadi penyebab atas kejadian ini,” ujar Wisnu kepada hidayatullah.com, semalam, Rabu (25/09/2019).

Baca: Faisal Mahasiswa Korban Kekerasan Masih di Ruang ICU RS Pelni

Selain terkait RUU, para advokat juga menyoroti kegagalan pemegang kebijakan di Indonesia dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di negeri ini. Seperti, jelas Wisnu, kegagalan dalam upaya mencegah dan mengatasi kebakaran hutan serta kabut asap, naiknya harga kebutuhan pokok, naiknya iuran BPJS, masalah lapangan kerja, pembungkaman terhadap kritik dan kebebasan berbicara.

“Dan banyak masalah lainnya, (yang) membuat mahasiswa sebagai agent of change, harus turun dalam aksi demonstrasi untuk menyampaikan suara rakyat, yang selanjutnya sama-sama kita ketahui banyak di antaranya yang menderita oleh tindak kekerasan,” imbuhnya.

Wisnu menegaskan, “Harus ada yang bertanggung jawab secara hukum atas aksi kekerasan yang menimpa adinda Faisal Amir, dan para mahasiswa peserta aksi lainnya.”

“Jangan sampai rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo dikenal oleh anak cucu kita dalam buku pelajaran sejarah, sebagai rezim yang membungkam suara mahasiswa dengan kekerasan,” tambahnya.

Baca: MUI Minta Polisi Melindungi Mahasiswa yang Demonstrasi

Sementara itu diketahui, terkait aksi tersebut, Presiden Joko Widodo tetap menolak mencabut UU KPK hasil revisi walaupun demo mahasiswa digelar besar-besaran di berbagai daerah, sampai menimbulkan banyak korban.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memastikan Jokowi tetap tidak akan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk mencabut UU KPK.

Kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/09/2019), Jokowi meminta penolak UU KPK agar mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

Baca: JPRMI Mengecam Oknum Polisi Masuk Masjid Pakai Sepatu

Sedangkan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, selain memberikan doa dan semangat agar para mahasiswa dan korban lainnya bisa segera pulih, juga berharap agar ke depannya demonstrasi tak lagi membuat jatuh korban, baik dari pihak demonstran maupun dari pihak aparat.

Bamsoet, sapaannya, mengaku, setelah Rapat Paripurna DPR, Selasa pekan ini, sebenarnya ia berusaha menemui para demonstran, namun terhalang asap gas air mata.

Bamsoet turut mendatangi RS Pelni menjenguk Faisal Amir serta mendatangi RS Kramat Jati untuk menjenguk aparat kepolisian. Kedua pihak baik demonstran maupun aparat disebut turut menjadi korban kerusuhan demonstrasi di DPR RI, Selasa malam (24/09/2019).*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:demo mahasiswademonstrasiDPR RIFaisal AmirJoko widodokekerasanmahasiswapolisiRUU
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kepedulian Kita Memperteguh Hijrah Mereka
Tulisan selanjutnya Italia Termasuk Negara Terburuk Untuk Tempat Tinggal dan Bekerja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?