Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Korban Tewas di Papua Terus Berjatuhan, Warga Waspada & Ketakutan

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 28 September 2019 13:41 1:41 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 28 September 2019 13:41
Bagikan
[Ilustrasi] Kerusuhan di Kabupaten Jayawijaya, Papua
Bagikan

Hidayatullah.com– Warga masyarakat di Papua diminta waspada menyusul berbagai kerusuhan, tindak kekerasan, aksi kriminal, dan pembunuhan di kawasan timur Indonesia tersebut. Hingga Sabtu (28/09/2019), suasana di Papua khususnya masih mencekam pada titik tertentu.

Di Kota Jayapura, Provinsi Papua, aparat keamanan terus melakukan penjagaan. Begitu pula masyarakat meningkatkan kewaspadaannya dengan turut menjaga wilayah masing-masing.

“Brimob masih berjaga-jaga, (warga) masih saling jaga daerah masing-masing. Kemarin lusa sempat panas lagi. 1 TNI mati dan 2 brimob cedera, dibacok semua,” ujar salah seorang warga di Jayapura, sebut saja Budi, kepada hidayatullah.com, Sabtu (28/09/2019).

“Ya parah itu (di) Wamena, orang dibakar hidup-hidup,” tambahnya.

Sedikitnya sebanyak 32 korban tewas akibat kerusuhan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, data hingga Rabu (25/09/2019), dimana pada hari itu aparat TNI-Polri kembali menemukan 4 jenazah yang terbakar saat terjadi amukan massa.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut Budi, warga di Jayapura yang identitasnya dirahasiakan itu, jumlah korban tewas saat kerusuhan di Wamena baru-baru ini ada kemungkinan bertambah. “Meningkat 50 (jiwa) sampai hari ini,” sebutnya memperkirakan.

Namun hingga berita ini dimuat, Sabtu siang, belum diperoleh keterangan resmi pihak berwenang terkait perkiraan meningkatnya jumlah korban jiwa dimaksud.

Baca: Fahira: Negara ini Sedang Tidak Tentu Arah

2 Tukang Ojek Mati Ditembak

Sementara itu, Bupati Kabupaten Puncak Papua Willem Wandik meminta masyarakat waspada pasca ditembaknya dua tukang ojek oleh kelompok teroris yang dikenal dengan sebutan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Penembakan terjadi di Kampung Amunggi, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak.

“Saya minta masyarakat waspada, baik tukang ojek, pemilik kios, pengusaha kontraktror, dan lainnya, waspada,” imbau Willem.

Kedua tukang ojek yang meregang nyawa setelah ditembak itu adalah Ode Alwi (34) dan Sattiar B alias Midun (25).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal, mengatakan, kedua tukang ojek itu ditembak pada Kamis (26/09/2019) pukul 12.53 WIT. Kedua korban ketika itu sedang melintas di jembatan gantung Kampung Amungi.

Kedua jenazah telah dibawa ke Bandara Baru Mozes Kilangin Mimika, kemudian dishalatkan di Masjid Al-Muhajirin, Timika, lalu diterbangkan ke kampung halamannya masing-masing.

Bupati Wandik juga mengingatkan kelompok peneror itu agar menyetop aksi kekerasan dan penembakan terhadap warga sipil. Ia menegaskan bahwa nyawa manusia berharga daripada apapun.

“Maka hentikan aksi penembakan,” ungkapnya tegas kutip INI-Net, Jumat (27/09/2019).

Bupati turut menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan meminta agar TNI/Polri melakukan pengejaran kepada kelompok peneror itu. “Saya sekaligus sedih karena warga sipil selalu menjadi korban,” ungkapnya.

Baca: Kerusuhan Papua Telan Korban TNI, Penerbangan ke Wamena Ditunda Sementara

Dokter Meninggal Diamuk Massa

Sementara itu, salah seorang dokter di Wamena, Papua, meninggal dunia setelah diamuk massa dalam kerusuhan di Wamena baru-baru ini. Pria ramah yang bersahaja ini pun mengakhiri pengabdiannya di pedalaman Papua.

Diketahui, dr Soeko Marsetiyo meninggal setelah ditemukan dalam keadaan terluka saat demonstrasi berujung anarkis di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (23/09/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Papua yang juga warga asli Papua, Aloysius di Jayapura, Kamis (26/09/2019) malam menyatakan sangat menyesalkan terjadinya kasus kekerasan berujung kematian itu.

“Saya sebagai seorang dokter orang asli Papua, sangat saya sesalkan dan saya sedih, kenapa seorang pelayan, dokter yang hatinya mulia mau mengabdikan diri di daerah-daerah yang cukup terpencil dalam waktu cukup lama dan usianya juga sudah 53 tahun, kenapa harus pergi dengan cara-cara seperti begini,” ungkapnya.

Mantan Direktur RSUD Abepura ini berharap agar jangan sampai ada lagi aksi unjuk rasa yang berujung kematian, apalagi seorang dokter yang melayani kesehatan masyarakat di wilayah pedalaman Papua.

“Sekali lagi saya sesalkan. Oleh karena itu saya minta ada jaminan dan perlindungan kepada seluruh tenaga kesehatan baik tenaga dokter, tenaga bidan, perawat, dan tenaga penunjang lainnya, ke depan saya tidak mau lagi dengar model seperti begini,” ungkapnya.

Baca: Rizal Ramli Paparkan 5 Strategi Atasi Persoalan Papua

Warga Ketakutan, Tinggalkan Wamena

Pasca situasi yang terus memburuk di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, trauma dan ketakutan menghantui warga setempat. Ribuan warga mengungsi dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, ke Sentani, Kabupaten Jayapura.

Hingga Jumat (27/09/2019), terdapat sebanyak 1.096 orang lebih pengungsi. Mereka diangkut secara bergiliran dengan armada yang masih terbatas, menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU dari Bandara Udara Wamena ke Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (27/09/2019).

Salah seorang warga yang menjadi korban di Wamena, Yudi, mengungkapkan bahwa dirinya cukup trauma atas kondisi mencekam beberapa hari lalu.

“Pada umumnya warga ingin memilih kembali pulang ke kampung halaman karena situasi di Wamena tidak kondusif,” ungkapnya, Jumat kemarin.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Prof M Din Syamsuddin memesankan kepada semua pihak, khususnya pemangku amanat baik pemerintah maupun wakil rakyat, agar segera menanggulangi keadaan dengan penuh kesadaran akan kewajiban dan tanggung jawab.

“Hindari perasaan benar sendiri bahwa negara boleh dan bisa berbuat apa saja, baik “membunuh rakyatnya” atau “membiarkan rakyatnya dibunuh oleh sesama dan negara tidak bisa berbuat apa-apa”,” pesannya dalam keterangannya diterima hidayatullah.com, Sabtu (28/09/2019) siang.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jayapuraJayawijayakekerasanKriminalkrisis PapuaPapuapembunuhanWamena
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Berita Foto] Kondisi Pengungsi Korban Gempa Maluku
Tulisan selanjutnya Din Syamsuddin aksi teror Din: Aparat & Pemerintah Lamban Merespons Krisis Papua

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?