Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

3 Prinsip Presiden IIBF Bertahan di Saat Krisis: Kekuatan Konsumsi, Komunitas, Digital

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 September 2020 13:46 1:46 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 September 2020 14:06
Bagikan
Heppy Trenggono.
Bagikan

Hidayatullah.com- Ada 3 hal prinsip yang bisa menjadi modal untuk tetap bertahan di tengah krisis saat ini, menurut Presiden Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Heppy Trenggono. Prinsip pertama, menggunakan kekuatan konsumsi.

“Kita bisa membangun ekonomi di tengah-tengah krisis hari ini sebetulnya, apalagi kalau tidak krisis. Dengan apa? Dengan menggunakan kekuatan konsumsi sebagai modal utama membangun ekonomi,” ujar Heppy dalam diskusi daring bertajuk “Mencetak 10.000 Wirausahawan Mandiri dan Berdaya Guna” penghujung pekan kemarin.

Jadi, jelas Heppy, kalau kapitalis menggunakan kekuatan kapitalnya menguasai semua hal. Nah, hari ini, kita menggunakan kekuatan konsumsi. Kenapa?

“Ada satu konsep yang sangat sederhana yang jarang dipahami bahwa pengeluaran seseorang adalah pendapatan bagi orang lain, total pengeluaran berpengaruh pada ekonomi, dan total pendapatan akan menuju pada pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

“Sebenarnya, ketika kita itu mengeluarkan, di sebelah kita ada pendapatan. Nah, bayangin, kalau kita setiap hari beli beras, kita tidak peduli saudara kita jualan beras, kita malah belinya ke tempat lain. Sebetulnya kedzaliman ini kita ciptakan sendiri. Membeli di luar keluarga kita sementara keluarga kita ada, itu adalah kedzaliman karena kita sedang memboikot mereka untuk tidak mendapatkan pendapatan,” jelas pendiri gerakan Beli Indonesia ini

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Prinsip yang kedua yaitu membangun ekonomi berbasis komunitas. Heppy menerangkan, saat ekonomi melemah dan negara melemah, maka ada satu yang menguat yaitu komunitas.

“Anda kalau lihat ada bencana alam, ketika negara belum melihat dan hadir di situ, yang namanya komunitas sudah masuk lebih dulu. Apalagi di Indonesia. Urusan politik pun diselesaikan oleh komunitas,” ujarnya.

Ekonomi komunitas ini, jelasnya pada acara webinar ketiga pra Munas Hidayatullah itu, termasuk yang tidak pernah dibahas. Maka, menurut Heppy, bagi ormas Hidayatullah membangun ekonomi berbasis komunitas adalah peluang, karena di dalamnya solid dengan kesatuan pandangan yang sama dan diikat dalam satu keluarga yang sama.

“Di sana ada konsumsi yang bisa dikendalikan,” katanya.

Baca: Ustadz Abdullah Said Gagas “E-Commerce dan Marketplace” Sejak 90-an: Menjual Terasi hingga Helikopter, Sistem Pesan Antar

Prinsip yang ketiga yaitu memanfaatkan revolusi digital untuk “menyalip di tikungan”. Krisis yang terjadi saat ini dinilainya sebagai tikungan. Heppy menerangkan, hari ini kita diuntungkan dengan apa yang disebut dengan revolusi digital. Biasanya dalam pemerintahan menggunakan istilah revolusi industri. Industri 4.0 adalah hasil revolusi digital.

Menurutnya, revolusi pertama ditandai dengan temuan mesin uap. Revolusi kedua ditemukannya production line (produksi massal). Revolusi ketiga adalah otomasi. Adapun revolusi keempat adalah digital. Ciri-ciri revolusi, kalau memanfaatkannya, maka akan meningkatkan produktifitas berlipat-lipat luar biasa.

“Hari ini, dengan revolusi digital, bisnis itu tidak serumit zaman dulu. Dulu kalau ingin punya pabrik dan jualan seluruh Indonesia, anda harus punya pabrik sendiri, armada sendiri, yang kekuatan modalnya luar biasa. Tapi, Anda lihat, dengan revolusi digital, membuat bisnis tidak serumit dulu dan bisa disambung-sambung dengan kekuatan yang lain,” urainya.

Dari ketiga prinsip itu, Heppy menarik garis penekanan bahwa sebenarnya umat memiliki modal cukup untuk bisa tetap tegak meski sedang dalam kondisi krisis apalagi masa pandemi Covid-19 saat ini. Heppy menilai saat ini sudah terjadi krisis. Adapun pandemi yang terjadi justru mempercepat krisis tersebut.

Mengambil tajuk webinar itu, Heppy menilai, kalau bertanya dari mana memulai mencetak 10.000 pengusaha, sebetulnya pertanyaan besarnya juga bagaimana membuat tumbuhnya ekonomi.

Baca: Heppy Trenggono: Orang-orang Yahudi Belanja di Toko yang Menjual Produk-produk ‘Israel’ di AS

Webinar ini juga menghadirkan narasumber Dewan Penasihat Aosiasi Pengusaha Hidayatullah (APHIDA) Asih Subagyo dan dipandu oleh Musliadi Raja yang juga pengusaha kuliner.

Sebagai informasi, hari ini, Senin (28/09/2020) sore, panitia Munas V Hidayatullah mengagendakan webinar keempat dengan tema “Transformasi Organisasi Islam, Peluang & Tantangan Era Digital”. Pematerinya yaitu Suharsono sebagai Direktur Lembaga Studi Islam & Peradaban dan Ubedillah Badrun selaku akademisi, analisis sosial politik dan aktivis gerakan mahasiswa. Webinar ini diagendakan pada pukul 16.00-17.30 WIB dan publik dapat menyaksikan langsung via live streaming di kanal Youtube Hidayatullah.ID. Sedangkan Munas V akan digelar pada 29-31 Oktober 2020 secara virtual.* (Ainuddin)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Heppy Trenggonokrisis ekonomiMunas V Hidayatullahpengusaharevolusi digitalwirausaha
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 5.600 Pendaftar Kompetisi Myres 2020, Tradisi Riset Madrasah Menggeliat
Tulisan selanjutnya Tak Sekadar Berbeda Jalan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?