Hidayatullah.com & Sahabat Al-Aqsa–Shalat Subuh berjamaah pertama di kapal Mavi Marmara dilakukan di buritan kapal, dek 3 belakang. Sebagaimana keadaan yang darurat, tidak semua orang mendapatkan tempat shalat yang disertai alas yang memadai. Syeikh Ra’id Salah, ketua organisasi Palestina 1948, termasuk yang terpaksa melaksanakan shalat di atas lantai kayu dek.
Salah satu ulama Palestina yang sudah berkali-kali dipenjara oleh Israel ini tidak nampak canggung melaksanakan shalat di tempat seadanya. Tak jauh dari tempatnya shalat dua orang wanita peserta kafilah tidur lesehan menikmati hembusan angin laut Tengah.
Seusai shalat Subuh, delegasi Indonesia dan Malaysia berkumpul di dek 2, membincangkan peran apa saja yang bisa jalankan di atas kapal untuk memperkuat jama’ah kafilah. Sesudah itu pertemuan ditutup dengan membaca dzikir dan doa-doa lainnya.
Rencananya, sesudah shalat dhuha nanti, sekitar jam 9-an (jam 1 siang WIB), delegasi Indonesia-Malaysia akan mengundang Syeikh Ra’id Salah untuk memberikan taushiyah sekaligus berta’aruf. [Dzikrullah, Santi Soekanto, Surya Fachrizal/hidayatullah.com]
Keterangan foto: Syeikh Ra’id Salah shalat dengan peserta kafilah di atas lantai kayu buritan Mavi Marmara kapal utama Freedom Flotilla to Gaza.
Salurkan Bantuan Anda untuk Palestina melalui; Sahabat Al-Aqsha & Hidayatullah.com