Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Cadar dan Tattoo di Kafilah Menuju Gaza

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Mei 2010 03:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com & Sahabat Al-Aqsha—Di Atas Mavi Marmara—Manusia dari negara mana saja yang menaiki kapal yang berusaha menembus blokade militer Israel ini? Jelaslah ada keberagaman kebangsaan – karena para aktivis, wartawan, politisi maupun tokoh-tokoh masyarakat yang ikut serta ini datang dari sekitar 50 negara. Jelas pula ada keberagaman kepercayaan, meski sebagian besar adalah Muslim. Demikian pula latar belakang kehidupan pribadi yang kemudian tampak pada interaksi dengan para peserta lainnya – ada seorang perempuan muda kelahiran Maroko yang fasih berbahasa Inggris, Arab, Turki, Spanyol dan Prancis, ada pula beberapa ibu setengah baya dari Aljazair yang hanya bisa berbahasa Arab.

Menarik sekali memperhatikan para penghuni “Pesantren Putri” Mavi Marmara. Seorang gadis berwajah Asia duduk di depan saya seraya membaca Al-Quran. Di dekatnya tergeletak Fii Zilal Al-Quran karya Sayyid Qutb, Volume 7, dalam Bahasa Inggris. “I’m reading this and I haven’t finished (Saya sedang baca ini dan belum selesai juga),” kata Maryam, 18 tahun.

Gadis Sri Lanka yang sudah 10 tahun bermukim di Kuwait bersama ayah ibunya ini memakai jubah dan jilbab hitam yang rapi. Gerak-geriknya terjaga. Suaranya lembut namun tegas. Ketika saya tanya mengapa dia memutuskan untuk ikut dalam delegasi Kuwait di kafilah menuju Gaza ini, mahasiswi farmasi ini menjawab dengan suara hampir tak terdengar seakan malu pada jawabannya, “Ini kewajiban kita sebagai Muslim.”

Menurut Maryam, ayahnyalah yang banyak mendorong dirinya untuk melibatkan diri dalam kerja apa saja untuk menolong Al-Quds dan Palestina. “Setiap kali ada konvoi kemanusiaan menuju Gaza, ayah saya bilang, ‘Harusnya keluarga kita ada di kapal itu’.” Maka kali ini Maryam, abangnya Ahmad dan istri abangnya, Jerry Campbell, ikut dalam Freedom Flotilla. Ayah dan ibu mereka tidak bisa pergi karena Maryam masih memiliki adik-adik yang masih kecil.

Muslimah Bule

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Jerry Campbell sendiri adalah seorang Muslimah bule dari kota Brisbane, Gold Coast, Australia, yang baru enam bulan menikah dengan Ahmad. Cantik, jangkung dan pendiam namun banyak senyum. Kelihatan nyaman duduk bersama Maryam di salah satu sudut “Pesantren Putri” Mavi Marmara sambil ngemil keripik kentang.

Kursus Bahasa Arab di Kapal

Ada banyak Maryam di kapal ini, perempuan-perempuan muda berhijab yang mengisi waktu kosongnya dengan membaca Al-Quran. Termasuk di antara mereka adalah Beyza Akturk berusia 26 tahun dan sehari-harinya bekerja sebagai guru bahasa Arab di Istanbul.

Menjelang waktu shalat Jumat, Beyza dan beberapa kawan Muslimah dari Turki mengajak para peserta lain untuk duduk bersama dan membaca Al-Quran bersama-sama. Sesudah itu, shalat Dzuhur dan Ashar berjama’ah. Ketika saya sampaikan bahwa saya ingin sekali belajar Bahasa Arab darinya, Beyza berjanji akan memberi waktu sesudah shalat Jumat. Begitu waktu itu tiba, dialah yang mencari saya dan menagih janji saya untuk belajar darinya. “Kapan waktu yang tepat untukmu?” desaknya. Sewaktu saya tunjukkan bahwa saya belum selesai menulis laporan, sambil berlalu dia mengingatkan, “Baiklah, begitu selesai pekerjaanmu, kita belajar.”

Cadar Warna Krem dan Tattoo Air Mata

Ada juga yang tak terlalu muda, tapi tak kurang bersemangat daripada anak-anak muda. Contohnya adalah Senan Mohammed, seorang aktivis kemanusiaan dari Kuwait yang memakai kaftan warna off-white bersih dan bercadar berwarna krem rapi.

Ketika dimintai izinnya untuk dipotret, dia sama sekali tak berkeberatan, namun katanya, “Saya tak akan membuka niqab saya. Saya hanya membuka niqab kalau saya mengadakan perjalanan ke Eropa karena senyum dan seluruh tindak-tanduk saya adalah dakwah bagi para non-Muslim di sana,” ujar Senan.

Di kapal ini juga ada Ken O’Keefe yang berasal dari Amerika Serikat namun tinggal di Inggris dan menjadi nakhoda kapal yang pertama kali menembus Gaza sekitar dua tahun berselang. Hampir seluruh bagian tubuhnya yang bisa terlihat ditutupi tattoo. Di lengannya ada tattoo. Di sekeliling lehernya ada tattoo kawat berduri yang melingkar. Bahkan di sudut mata kirinya ada tattoo berbentuk tetesan air mata. [Santi Soekanto, dzikru, surya fachrizal/hidayatullah.com]

Salurkan Bantuan Anda untuk Palestina melalui; Sahabat Al-Aqsha & Hidayatullah.comIkuti terus reportase wartawan hidayatullah.com “Mendobrak Tembok Mau Gaza’

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tidur di ‘Pesantren Putri’ Mavi Marmara
Tulisan selanjutnya Tiga Puluh Perempuan Membeli Kapal untuk Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

Berita
21 Juli 2026 10:00
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Terbaru

  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?