Hidayatullah.com—Tiga nelayan Palestina tewas dalam ledakan di lepas pantai Gaza, media lokal dan kepala sindikat nelayan Gaza mengatakan, dilansir oleh Al Jazeera.
Kantor berita resmi WAFA mengutip sumber yang mengatakan ketiga pria itu wafat pada Ahad (07/03/2021) akibat “ledakan misterius”.
Nizar Ayyash, kepala serikat nelayan Gaza, mengatakan kepada situs berita QNN bahwa ketiga pria itu, semua anggota keluarga yang sama, meninggal setelah kapal mereka terkena “rudal” di lepas pantai Khan Younis.
Ayyash mengatakan sumber proyektil masih belum diketahui.
Kementerian dalam negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya sedang menyelidiki insiden tersebut.
“Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional sedang menyelidiki kematian tiga nelayan menyusul ledakan di kapal mereka di lepas pantai Khan Younis, di selatan Jalur Gaza, pada Ahad pagi.”
Militer ‘Israel’ membantah bertanggung jawab atas insiden tersebut.
“[Militer ‘Israel’] tidak bertanggung jawab atas insiden itu, dan indikasi kami menunjukkan bahwa kematian mereka disebabkan oleh ledakan di dalam Gaza,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Kantor berita WAFA melaporkan bahwa angkatan laut Israel pada hari Minggu sebelumnya menembaki para nelayan Palestina yang berlayar dari kota Gaza, memaksa kapal tersebut untuk kembali ke pantai.
‘Israel’ telah mempertahankan blokade di Jalur Gaza sejak 2007. Ini memberlakukan pembatasan ketat pada pekerjaan nelayan di lepas pantai Laut Gaza, dengan alasan keamanan.
Gaza memiliki sekitar 3.000 nelayan, 800 di antaranya hanya bekerja di sekitar 700 perahu. Sekitar 70.000 warga Palestina di Gaza mencari nafkah secara langsung atau tidak langsung dari memancing, menurut statistik resmi Palestina.*
Baca juga : 2 Nelayan Gaza Tewas Ditembak Tentara Mesir Saat Melaut