Hidayatullah.com–Gelombang kedua dari Kafilah Syirianul Hayah yang berjumlah dua ratus orang telah tiba di Arish pada jam 11 malam, hari Rabu (20/10). Demikian dilansir Al-Jazeera.net (21/10).
Sedangkan pihak berwenang Mesir telah melarang 17 aktivis kemanusiaan untuk memasuki Arish, termasuk di dalamnya mantan anggota parlemen Inggris George Galloway.
Rencananya para aktivis masih menunggu kedatangan kapal Syirianul Hayah 5 yang bertolak dari pelabuhan Latakia, Suriah.
Sementara itu, kepala pelabuhan Arish, Jamal Abdul Maqsud menyatakan akan menerima kedatangan kapal dan membongkarnya saat tiba nanti, sebelum selanjutnya memasuki Jalur Gaza untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan.
Sebelumnya juga sudah ditentukan jalur-jalur yang dilewati oleh para rombongan kafilah ini. Di antaranya, bantuan medis akan masuk melalui perbatasan Rafah; bantuan makanan akan masuk dari pelabuhan Ouja; dan rombongan mobil akan masuk dari pelabuhan Karem Shalom.
Kafilah Syirianul Hayah ini terdiri dari aktivis kemanusiaan yang berasal dari 30 negara, serta terdapat sebanyak 137 bus yang membawa barang bantuan yang sebagian besar adalah peralatan medis dan obat-obatan. Selain itu juga ada bantuan pendidikan dan uang senilai lima juta dolar.
Bantuan-bantuan tersebut berasal dari sumbangan individu dan organisasi amal. Sedangkan bantuan khusus, terutama dalam hal jumlah peserta dan kualitas bantuan, banyak dari Aljazair, Yordania, dan Teluk Arab. [sdz/jzr/hidayatullah.com]