Hidayatullah.com–Salah seorang pemimpin Hamas, Ayman Taha, menyangkal laporan media Israel pada hari Jumat yang menyebutkan bahwa dirinya sedang diperiksa karena tersangkut kasus korupsi.
Harian Haaretz melaporkan, pekan ini Taha diberhentikan karena diduga melakukan korupsi.
“Ini pertama kalinya dalam sejarah organisasi [Hamas] di mana salah satu pejabat seniornya diberhentikan dari tugas, setelah terungkap bahwa dia terlibat dalam sebuah kasus korupsi,” tulis Haaretz sebagaimana dilansir Maan (19/3).
Taha mengatakan, kebohongan Haaretz itu merupakan bagian dari kebijakan Israel melawan gerakan perlawanan Hamas dan rakyat Palestina.
Apa yang dikatakan Haaretz, kata Taha, sama sekali tidak benar.
“Kampanye kotor Israel ini tidak akan membuat Hamas mengakhiri gerakan perlawanannya atas Israel. Hamas menyeru agar kantor-kantor berita tidak berhubungan dengan kebohongan Israel,” bunyi sebuah pernyataan yang dikeluarkan Hamas.
Jurubicara Hamas di Gaza Fawzi Barhoum, juga mengatakan bahwa berita Haaretz itu “sama sekali bohong.”*