Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Hamas Tak Perlu Akui Israel

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 4 Mei 2011 23:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Mediator-mediator internasional harus melepaskan tuntutan yang meminta Hamas untuk mengakui Israel. Demikian dikatakan oleh seorang pembantu Presiden Mahmud Abbas, Rabu (04/5).

Sebagaimana dilansir Maan, Nabil Shaath kepada Radio Israel mengatakan bahwa tuntutan mediator internasional agar Hamas mengakui negara Israel adalah “tidak fair, tidak dapat dilaksanakan dan tidak masuk akal.”

Satu-satunya yang perlu diketahui oleh Kwartet (kelompok mediator perundingan Palestina-Israel) adalah bahwa Hamas “akan menjauhi aksi kekerasan … dan berminat pada perundingan damai,” kata pembantu Abbas itu.

Hamas dan faksi perjuangan Palestina lainnya di Jalur Gaza sepakat melakukan gencatan senjata tidak resmi dengan Israel, usai negara Zionis itu melancarkan serangan militer besar-besaran ke Gaza yang berakhir Januari 2009 silam.

Tidak diketahui sampai kapan gencatan senjata itu akan berlangsung.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Pernyataan Shaath itu dikemukakan menjelang penandatanganan kesepakatan antara Hamas dan Fatah untuk mengakhiri perpecahan di kalangan para pemimpin Palestina, di Kairo.

Sedangkan wakil menteri luar negeri pemerintah Palestina di Gaza, Ghazi Hamad, mengatakan bahwa kesepakatan dengan Fatah itu “dimaksudkan untuk memberesi urusan dalam negeri Palestina.”

“Kami ingin melakukan sesuatu yang baru. Kami tidak ingin menghabiskan waktu dengan melakukan perundingan terus-menerus,” tegas Hamad, saat diwawancarai Radio Israel.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bin Ladin Ditangkap Hidup, Ditembak Mati lalu Diseret
Tulisan selanjutnya Rombongan PM Erdogan Diserang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran

Berita
24 September 2026 16:26
Dapat Izin dari Indonesia, Malaysia akan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
Pengadilan Bangladesh Jatuhkan Hukuman Mati Atas Tujuh Pejabat Senior Era PM Hasina
MUI Dorong Percepatan Sertifikasi Halal Program MBG
Turki Minta Dunia Bersatu Lindungi Anak di Ruang Digital

Terbaru

  • Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran
  • LPH Hidayatullah Perkuat Kemitraan dengan Maybank, Fasilitasi 1.000 Sertifikat Halal untuk UMK Indonesia
  • LPH Hidayatullah Hadir di MIHAS 2026, Perkuat Jejaring Halal Internasional
  • Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan
  • MUI Dorong Percepatan Sertifikasi Halal Program MBG
  • Kelompok Pro-Zionis Teror Media Australia dengan 40 Ribu Email Komplain
  • Turki Minta Dunia Bersatu Lindungi Anak di Ruang Digital
  • Pelatih Irlandia Menyebut Timnya Jengkel Harus Melawan ‘Israel’
  • Perkuat Ukhuwah, UII Dalwa dan Majelis Ugama Islam Pattani Gelar Dialog Keislaman Melayu-Nusantara
  • Lebih dari 160 Atlet Irlandia Serukan Boikot Laga Lawan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?