Hidayatullah.com–Seorang pejabat senior Hamas yang berbasis di Kairo, Senin (21/4/2014) memasuki Gaza dalam upaya rekonsiliasi dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Kepala Urusan Eksternal Gerakan Hamas di Mesir, Mousa Abu Marzuq, memasuki Gaza melalui pintu masuk Rafah. Demikian dilaporkan AFP dan dilansir Gulf News.
Seorang pejabat PLO, lembaga yang dipimpin Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan didominasi gerakan Fatah, mengatakan delegasi PLO diharapkan tiba di Gaza dari markas PLO di Tepi Barat pada hari Rabu atau Kamis mendatang untuk melakukan pembicaraan dengan Hamas.
Kementerian Dalam Negeri Hamas mengatakan, 10 anggota Fatah yang dipenjara karena “pelanggaran ketertiban umum” dibebaskan pada hari Senin “sebagai isyarat niat baik untuk mendukung upaya rekonsiliasi nasional”.
Setelah kedatangannya di Gaza, Abu Marzuq bertemu dengan Perdana Menteri Gaza Ismail Haniyah, kata kantor Perdana Menteri.
Hamas dan Fatah mengalami puncak ketegangan pada tahun 2007 melalui pertempuran selama sepekan. Ketegangan ini menyebabkan Palestina terbelah menjadi dua, dengan Gaza efektif di bawah kontrol Hamas.
Kedua belah pihak telah melakukan berulangkali upaya penyatuan, termasuk upaya yang ditengahi Mesir pada tahun 2011. Kedua gerakan pernah bersepakat membentuk pemerintah sementara yang independen untuk menyelenggarakan pemilu baru di seluruh wilayah. Perjanjian tersebut tidak pernah dilaksanakan.
Kondisi Hamas berada di ujung tanduk sejak Juli 2013 setelah tentara Mesir menggulingkan Presiden Muhammad Mursy yang berasal dari Ikhwanul Muslimin dan menjadi sekutu Hamas.
Bulan lalu Pengadilan Kairo melarang Hamas beraktivitas di Mesir dan akan menyita aset-aset gerakan tersebut.*