Hidayatullah.com–Puluhan anak-anak Jalur Gaza mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah dasar (SD) menghimbau dunia internasional mencabut blokade yang menjerat Jalur Gaza.
Di sela-sela acara unjuk rasa di depan kantor kementrian di Gaza hari Selasa (24/o3/2015), koordinator unjuk rasa “Anak – anak Gaza Anti Blokade”, Randah Swairki mengatakan mereka datang untuk menuntut hak-haknya yang dirampas.
Ia menuntut pencabutan blokade terhadap Jalur Gaza serta menginginkan bisa menjalani kehidupan lebih terhormat.
Mereka juga menghimbau negara tetangganya Mesir untuk membuka perlintasan Rafah secara permanen.
”Kami tidak menginginkan selain kehidupan yang terhormat. Kami menjalaninya jauh dari kerendahan dan kehinaan,” ujar Razan Bahar salah seorang anak dari Distrik Syuja’iyyah dikutip laman alray.ps.
Ia menambahkan bahwa hak-hak mereka yang paling mendasar adalah terwujudnya pencabutan blokade dan terpenuhinya obat-obatan, air dan listrik secara permanen.
Razan Bahar adalah satu korban kemalangan akibat agresi militer zionis-israel baru-baru ini di Jalur Gaza.
Ia menuntut Negara-negara Arab dan dunia internasional bisa datang langsung ke Gaza, turut merasakan penderitaan penduduknya, dan melihat berapa banyak para pemuda yang tenggelam di dalam lautan kedholiman karena mereka menginginkan kehidupan lebih terhormat.
“Sesungguhnya Gaza di ambang kehancuran. Maka harus segera menyelamatkan rakyatnya, contohnya dengan mencabut blokade secara total terhadapnya,” ujar Razan.*