Hidayatullah.com–Brigade Izzuddin al Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyatakan tekadnya untuk menggelar parade militer di kota Gaza hari ini, Ahad (14/12/2014). Parade militer ini akan bertolak dari pelabuhan Gaza dan berakhir di pusat kota Gaza.
Brigade al Qassam dalam pernyataannya menyebutkan, parade dimulai pada pukul 12 siang dan diselingi dengan pertunjukan militer dan pidato dari Jurubicara Izuddin al Qassam, Abu Ubaidah.
Pawai besar akan diluncurkan di mayoritas propindi Jalur Gaza sejak hari Jum’at (12/12/2014) lalu dalam rangka untuk memperingati 27 tahun berdirinya gerakan Hamas.

Unjuk Kekuatan
Sejumlah pakar dan pengamat politik mengatakan, penampilan Al-Qassam di Gaza pada peringatan Hamas yang ke 27 mempunyai misi diantaranya, menggambatkan kekuatan Hamas dan di sisi lain menunjukan kegagalan Zionis di Gaza.
Dikutip PIC, koran Palestina, Iyad Qarra menyebutkan, Brigade Al-Qassam telah menyampaikan banyak misinya kepada dunia. Diantaranya menegaskan tentang pilihan setrategis perlawanan. Selain itu, penampilan Al-Qassam dalam berbagai aktrasi persenjataan menunjukan kekuatan Al-Qassam.
“Misi terpenting dalam pameran tersebut adalah terkait dengan perlawanan. Ada tanda tanya besar terkait dengan jumlah dan tabiat dari tawanan. Disamping meningkatkan kegalauan di kalangan Israel ke depanya,” tulis Iyad Qarra dikutip PIC.
Misi paling penting adalah tentang kemampuan pembuatan pesawat tanpa awak serta adanya angkatan baru dalam tubuh Al-Qassam, yaitu angkatan laut marinir Al-Qassam. Hal ini menguatkan apa yang telah dipublikasikan sebelumnya tentang angkatan laut Al-Qassam yang merupakan bahaya baru bagi Zionis, seperti tergambar dakam operasi Zakim.
“Jika dibanding antara pameran militer sebelumnya dengan sekarang, maka akan tampak perkembangan khusus dalam kemampuan roket perlawanan. Semua ini menunjukan perkembangan signifikan bersamaan dengan pengalaman di lapangan. Perlawanan roket masih merupakan unsur perlawanan paling penting dalam menghadapi Zionis,” ujar Iyad Qarra.
Bagaimanapun kepercayaan diri Al-Qassam selama ini membuat tentara Zionis tidak pernah berani berhadap-hadapan langsung dengan perlawanan dan bahwa perlawanan telah keluar sebagai pemenangan dalam perang 51 hari.*