Hidayatullah.com–Sejak hari Rabu (06/04/2016) kemarin penjajah Zionis sudah menyiagakan aparat keamanannya untuk mengantisipasi kemungkinan serangan cyber “anonymous” yang dilancarkan hari Kamis (07/04/2016), setelah sekelompok hacker menyerang negara Zionis pada tiap 7 April dalam dua tahun terakhir.
Serangan yang dilancarkan sebagai bentuk solidaritas untuk Palestina ini sebelumnya berhasil membobol situs-situs pemerintah, di antaranya adalah situs kementrian perang dan kementrian luar negeri.
“Kami sedang bersiap untuk menghadapi segala bentuk serangan.” Dia menambahkan bahwa “Israel” memiliki perlindungan yang baik, ujar s pejabat di dinas keamanan umum Zionis Shin Bet dikutip PIC.
Puluhan pakar dari sektor swasta dan publik serta para pakar pembajakan informasi berkumpul di Tel Aviv untuk memantau potensi serangan dan memberikan bantuan kepada perusahaan-perusahaan dan lembaga yang menjadi target serangan.
Karena “Israel” menyatakan diri sebagai pioner dalam keamanan informasi, maka pertaruhannya sangat besar apakah akan berhasil menghadang serangan-serangan seperti ini.
Nilai ekspor Zionis di bidang keamanan informasi mencapai 6 milyar dolar pada tahun 2014, yakni 8% dari total pasar dunia yang total nilainya mencapai 72 milyar dolar.
Ada 430 perusahaan Israel yang khusus bergerak di sektor keamanan informasi ini dan mempekerjakan 19 ribu pakar.
Serangan cyber terjadi pertama kali pada 7 April 2013, besamaan dengan peringataan holocaust menurut penanggalan Yahudi.*