Hidayatullah.com–Pasukan keamanan rezim penjajah zionis menyerbu dan menutup beberapa perusahaan media di wilayah yang jajah secara ilegal di Tepi Barat, termasuk di Ramallah, Nablus, Hebron dan Bethlehem, hari Kamis.
Perusahaan media yang ditargetkan, termasuk Palmedia, Ramsat dan Trans Media, di mana rezim Kementerian Pertahanan Israel menuduh agen media menghasut dan bertugas dalam penerbitan saluran televisi Hamas al-Aqsa dan al-Quds.
Dalam penyergapan tersebut, tentara penjajah menyita peralatan percetakan, foto-foto dan komputer di kantor perusahaan tersebut. Saksi mata mengatakan didepan pintu masuk dipasang label yang tertulis “ditutup selama 6 bulan”.
Tentara penjajah juga telah menggerebek Rumah Percetakan “Ar-Ramuni” di Ramallah. Segala peralatan percetakan disita dan dalam pintu masuk percetakan diapasang tulisan “ditutup selama 6 bulan”, tulis Anadolu.
Klip video kendaraan militer Israel dan tentara saat merampok dan menutup kantor Palmedia di Ramallah ditayangkan secara online melalui jaringan berita al-Quds.
Penggerebekan dilakukan beberapa jam setelah rezim penjajah Israel menyatakan bahwa mereka tidak akan bernegosiasi dengan serikat Hamas Palestina, sebuah kelompok pejuang bersenjata yang telah menguasai Gaza sejak 2007.
Selama beberapa tahun terakhir, Penjajah Israel telah secara perlahan merebut sebagian besar yurisdiksi publik Otoritas Palestina (PA).
Kepala Kepala unit kementerian pertahanan yang dikenal sebagai COGAT, Yoav Mordechai, mengatakan penggerebekan itu dilakukan terhadap perusahaan yang dituding mendukung Hamas, kelompok pejuang Palestina yang meraih simpati di hati rakyat Palestina, namun dianggap pemerintah penjajah Tel Aviv sebagai kelompok teroris.
“Pasukan militer menggerebek delapan perusahaan media Palestina yang selama ini memfasilitasi dua saluran televisi [Hamas] Al Aqsa dan Al Quds,” ucap Mordechai, Kamis (19/10/2017) dikutip CNN.
Penutupan perusahaan media dilaksanakan oleh COGAT, yang memiliki kekuatan untuk membatalkan izin yang diberikan oleh PA.
Baca: Zionis Israel Larang Shalat Jumat dan Tahan Mufti Agung al Quds
Sebelum keberadaan PA, Penjajah Israel mengendalikan media dan media Palestina dengan mengajukan skrining melalui kantor militer di Yerusalem.
Militer akan memeriksa semua berita sebelum disiarkan, dengan kekuatan untuk menghapus cerita yang tidak mereka sukai.
Penutupan media saat ini dipandang sebagai tindakan terbaru rezim Zionis untuk melakukan sensor ulang seperti sebelumnya.*