Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

AS Bela Israel Lucuti Senjata Hamas, Sinwar: Kita Akan Lindungi Rakyat Palestina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2017 14:28 2:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Oktober 2017 14:28
Bagikan
Tiga pejabat penting Hamas: Yahya al Sinwar, Ismail Haniyah dan Abu Marzuq
Bagikan

Hidayatullah.com– Harakah Al-Muqawwamah Al-lslamiyah (Gerakan Perlawanan Islam/Hamas) menolak Duta Besar AS untuk Timur Tengah Jason Greenblatt untuk menerima persyaratan Keamanan Quartet Internasional di wilayah tersebut, dimana mendesak milisi pejuang ini harus meletakkan senjata, kutip kantor berita China Xinhua.

“Gerakan Hamas telah menyatakan penolakannya terhadap ancaman dan bias Amerika yang memenuhi kepentingan Israel, yang sebelumnya diklarifikasi GreenBattatt,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan resmi.

Media penjajah yang sebelumnya melaporkan Greenblatt telah menyatakan bahwa agar AS dapat menyetujui pemerintah persatuan Palestina, gerakan Hamas harus mengakui Israel dan melucuti senjatanya.

“Ini adalah gangguan terang-terangan terhadap urusan Palestina dan ditujukan untuk menghentikan proses perdamaian,” menambahkan “Hamas mengulangi bahwa mereka akan melaksanakan semua langkah menuju perdamaian,” kata Hamas.

Baca: Hamas: Siapapun Berhak Persenjatai Diri Melawan Penjajahan

Kuartet Internasional, terdiri dari AS, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa dan Rusia, telah meminta Hamas pada tahun 2006 untuk mengakui Penjajah Israel, yang mengecam terorisme dan mengakui kesepakatan damai dengan Israel.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Namun Hamas, yang meraih hati warga Palestina dan memenangkan Pemilu mayoritas pada tahun 2006, menolak persyaratan yang diberlakukan pihak kuartet.

Hamas bahkan pernah menanggapi pernyataan Donald Trump yang menyebut gerakan ini  sebagai ‘teroris’  sama saja dengan mencap warga Palestina sebagai teroris. Hamas menegaskan, keberadaan gerakan mereka tidak bisa dipisahkan dari keberadaan warga Palestina.

Pekan lalu, pemimpin Hamas dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dari Fatah menandatangani kesepakatan damai di Kairo yang disponsori oleh Mesir, dimana Hamas setuju menyerahkan pemerintahan Jalur Gaza kepada pemerintah bersatu dibawah pimpinan Mahmud Abbas yang selama ini dikenalikan AS dan Israel.

Bassim Na’eem, pemimpin senior Hamas di Gaza, sebelumnya mengatakan bahwa pernyataan Greenblatt adalah “gangguan terang-terangan dalam urusan Palestina”.

Sebelumnya, Asisten Senior Presiden AS Donald Trump mengatakan pemerintah Palestina bersatu harus mengakui Panjajah Israel dan membubarkan Hamas dalam pernyataan pertama Washington menanggapi kesepakatan rujuk antara Hamas dan Fatah pekan lalu.

Pernyataan tersebut, bagaimanapun, ditolak oleh pejabat senior Hamas, Bassem Naim sebagai ‘intervensi langsung’ dalam urusan Palestina, tanpa menentukan apakah kelompok tersebut berencana untuk menyetujui klaim tersebut.

Baca: Ismail Haniyah Umumkan Prioritas Hamas pada Fase Perjuangan Berikutnya

Perwakilan khusus Trump untuk pembicaraan internasional, Jason Greenblatt – yang berulang kali mengunjungi wilayah tersebut untuk menemukan cara untuk memulai kembali perundingan damai – telah memasukkan beberapa persyaratan dalam kesepakatan tersebut.

“Tak seorang pun di dunia ini yang bisa melucuti kita. Sebaliknya, kita akan terus melindungi rakyat kita,” ujar Kepala Biro Politik Gerakan Hamas di Jalur Gaza.

“Sebenarnya, tidak ada yang memiliki kekuatan untuk memaksa kita mengenali kolonialisme ini,” tambah Yahya Sinwar.

Sebagaimana diketahui, Penjajah Israel telah memberlakukan blockade di Jalur Gaza hampir 11 tahun dan kuartet ikut menyetujui embargo terhadap gerakan Hamas dan rakyat Gaza.

Penjajah Israel adalah salah satu yang tidak suka berita rujuknya Hamas dan Fatah yang sepakat membentuk pemerintah Palestina bersatu melalui perantara Mesir.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaDonald TrumpFatahGerakan Perlawanan IslamHAMASHarakah Al-Muqawwamah Al-lslamiyahisraelJason Greenblattpalestinapenjajah IsraelQuartet InternasionalrekonsiliasiYahya Sinwar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 54 Aparat Polisi Mesir Tewas dalam Operasi Penggerebekan yang Gagal
Tulisan selanjutnya Kejahatan Penjajah Zionis Berlanjut, Gas Air Mata Sampai Timah Panas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?