Hidayatullah.com–Seorang host terkenal di Army Radio Israel mengatakan dia “malu” menjadi penduduk Israel setelah pembantaian 18 warga Palestina oleh tembakan peluru Israel dekat perbatasan dengan Jalur Gaza.
“Hari ini, Saya malu menjadi orang Israel,” ujar Kobi Meidan di laman Facebooknya, seperti dikutip Haaretz hari Senin.
18 warga Palestina terbunuh ketika pasukan penjajah Israel melepaskan tembakan ke arah warga Palestina di Gaza dalam aksi damai ‘Kembali ke Palestina’ yang terjajah hari Jumat. di dekat perbatasan Gaza pada Jumat.
Lebih dari 1,500 warga Palestina di Gaza juga terluka oleh tembakan peluru tajam Israel selama demonstrasi itu, berdasarkan laporan Kementrian Kesehatan Palestina.
Kebengisan Israel dalam menanggapi demonstrasi Palestina telah memicu kecaman dunia dengan Sekjen Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterrs meminta investigasi independen dan transparan atas pembunuhan di sepanjang perbatasan Gaza.
Baca: 15 Orang Gugur dalam Long March ‘Kembali ke Palestina’ yang Terjajah
Marah dengan postingan Meidan, komandan Radio Shimon Elkabetz memerintahkan pemecatan pembawa acara itu dan menghentikan program siarannya.
Long march “Kembali ke Palestina” yang Terjajah merupakan awal dari demonstrasi enam minggu yang mencapai puncaknya pada 15 Mei, hari di mana rakyat Palestina sebut sebagai “Nakba” (Bencana), ketika penjajah Israel diciptakan.
Para demonstran meminta agar pengungsi Palestina diberikan hak kembali ke kota dan desa yang dulu mereka tinggali sebelum diusir oleh Zionis, ketika negara Israel diciptakan pada tahun 1948.*/Nashirul Haq AR