Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Pimpinan Hamas Desak Pembentukan Pemerintah Persatuan akhiri Konflik

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 7 September 2020 21:12 9:12 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 7 September 2020 21:12
Bagikan
Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemimpin senior Hamas Ismail Haniyah menyerukan pembentukan pemerintah persatuan nasional untuk mengakhiri perpecahan Palestina. Haniyah mengatakan pemerintah persatuan di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki mampu menjalankan tiga tugas yang bisa menjadi pintu gerbang untuk mengakhiri konflik.

“Tugas pemerintah persatuan adalah mempersatukan lembaga-lembaga Otoritas Palestina di Tepi Barat dan Gaza, mempersiapkan penyelenggaraan pemilu legislatif dan presiden, serta pemilihan Dewan Nasional,” jelas dia.

Menurut dia, tugas yang ketiga berkaitan erat dengan upaya mengakhiri blokade Israel di Jalur Gaza dan menghadapi pendudukan di Tepi Barat. “Saya pikir ini mudah [membentuk pemerintahan persatuan] karena kami telah mencapai banyak kesepakatan mengenai masalah ini,” kata pimpinan Hamas itu dikutip Anadolu Agency.
Gaza berada di bawah pemerintahan Mesir sebelum Israel menduduki wilayah itu dalam perang Arab-Israel tahun 1967. Tapi akar Hamas juga dapat ditelusuri ke Islamis yang ditoleransi untuk sementara waktu oleh Israel sebagai penyeimbang Organisasi Pembebasan Palestina sekuler.

Tepi Barat dan Jalur Gaza terpecah secara politik dan administratif sejak 2007, ketika Hamas merebut kendali atas jalur Gaza dari Fatah, yang merupakan rumah bagi hampir 2 juta warga Palestina. Fatah didukung Barat dan Israel, sementara Hamas didukung mayoritas rakyat Palestina.

Perang meletus setahun setelah Hamas memenangkan pemilihan parlemen Palestina pada tahun 2006 tetapi keberatan dengan persyaratan yang ditetapkan oleh AS, Rusia dan kekuatan internasional lainnya untuk mengajak berdamaian dengan penjajah ‘Israel’. Untuk menekan sayap pembebasan Palestina dan Baitul Maqdi, tahun 2008, Departemen Luar Negeri AS mendaftarkan Haniyah dan para pejuang Palestina lain sebagai ‘teroris’

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Kunjungi Pengungsi di Lebanon

Sebelumnya, Ismail Haniyah mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Lebanon. Ia mengatakan, siap menggunakan kamp pengungsi di Lebanon selatan sebagai tempat persiapan untuk mengancam penjajah ‘Israel’, mengatakan kelompok pembebasan itu memiliki rudal yang dapat menyerang Tel Aviv.

Kunjungan Haniyah ke kamp Ein El Hilweh menutup perjalanan selama seminggu ke Lebanon, di mana dia mengadakan pertemuan dengan visibilitas tinggi dengan politisi Lebanon yang didukung Iran dan Hizbullah.

“Ketika saya memasuki Ein El Hilweh dan berjalan di antara orang-orangnya dan di bawah senapan dan senjatanya, seolah-olah saya sedang berjalan di Gaza dan di antara Brigade Qassam,” kata Haniyah pada rapat umum di kamp, dikutip The Nation.

Haniyah juga bertemu perdana menteri sementara Lebanon Hassan Diab, menghadiri rapat umum pada hari Sabtu dengan ulama Islam. Di antara mereka yang bertemu Haniyah di adalah Ziad Nakhaleh, kepala Jihad Islam, salah satu kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Lebanon memiliki 470.000 pengungsi Palestina yang terdaftar di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka dilarang mendapatkan kewarganegaraan Lebanon dan dilarang memiliki pekerjaan, kecuali untuk sebagian besar pekerjaan kasar.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaHAMASismail haniyahpalestinaTepi Barat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tokoh Muhammadiyah Mantan Menteri Pendidikan Prof Malik Fadjar Berpulang
Tulisan selanjutnya pemukim israel menyerang palestina Mengenal Sifat-sifat Asli Kaum Yahudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?