Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Memprotes Partisipasi ‘Israel’, Para Penulis Arab Berbondong-bondong Mengundurkan Diri dari Festival Sastra

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 17 Januari 2022 09:53 9:53 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 17 Januari 2022 10:30
Bagikan
penulis arab
Bagikan

Hidayatullah.com — Para penulis Arab mengundurkan diri dari festival sastra di Uni Emirat Arab untuk memprotes keikutsertaan seorang penulis ‘Israel’.

Kehadiran virutal David Grossman yang direncanakan bulan depan di Emirates Airline Festival of Literature di Dubai mendorong para penulis dari beberapa negara Timur Tengah untuk mundur, lansir Electronic Intifada, Ahad (16/01/2022).

Di antara mereka adalah penulis Oman, Bushra Khalfan, dan seluruh delegasi Kuwait yang berpartisipasi dalam festival tersebut, termasuk penulis Muna al-Shamari dan Ali Ashour al-Jaffar.

Penulis lain, Sultan Al Musa, Osama Muhammad al-Muslim, dan Ahmad al-Ali dari Arab Saudi memenuhi seruan Kolisi Teluk Menentang Normalisasi untuk mundur dari acara tersebut.

Keputusan mereka diapresiasi oleh Kampanye Palestina untuk Boikot Akademik dan Budaya Israel (PACBI) dan Koalisi Teluk Menentang Normalisasi.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Partisipasi Grossman adalah “pelanggaran yang jelas dan eksplisit” terhadap boikot budaya Israel, kata kelompok tersebut, menyerukan penulis Arab untuk mundur.

“Keikutsertaan seorang novelis Zionis Israel dan perayaannya sebagai ‘aktivis perdamaian’ dalam sebuah festival yang diadakan di tanah Arab” adalah taktik untuk “menarik penulis Arab ke rawa normalisasi budaya dan sastra dengan musuh Israel,” kelompok menambahkan.

Kelompok-kelompok tersebut mencatat penentangan Grossman terhadap hak kembali Palestina dan mengatakan dia adalah “pendukung apartheid.”

Grossman memulai wajib militernya di cabang intelijen militer Israel pada tahun 1971 dan tidak melihat itu sebagai masalah.

“Saya bekerja di bidang intelijen dan sebagian besar saya suka,” katanya kepada The Guardian pada 2010. “Saya merasa saya melakukan sesuatu yang penting, bahwa saya tidak melakukan apa pun yang bertentangan dengan prinsip saya.”

Grossman juga sebelumnya diketahui mendukung invasi ‘Israel’ ke Lebanon tahun 2006 dan hanya menjelang akhir menyerukan gencatan senjata. Putranya tewas dalam pertempuran itu.

Meskipun menentang pemukiman dan kadang-kadang menghadiri protes di Tepi Barat, Grossman selalu menjadi pendukung tentara ‘Israel’ dan telah menyatakan kebanggaannya sebagai tentara cadangan.

Baru-baru ini, Grossman telah mengisyaratkan bahwa dia sebenarnya setuju dengan konsensus global yang berkembang bahwa ‘Israel’ melakukan kejahatan apartheid terhadap Palestina.

Kampanye boikot ‘Israel’ yang dipimpin Palestina dimodelkan pada boikot ekonomi, budaya, akademik dan olahraga yang membantu mengakhiri apartheid di Afrika Selatan.

Pengunduran diri begitu banyak peserta merupakan indikasi bahwa Uni Emirat Arab akan mengalami kesulitan mengubah aliansi dekatnya dengan Israel yang ditengahi oleh pemerintahan Trump menjadi “perdamaian yang hangat.”

Yayasan Sastra Emirates, yang menyelenggarakan acara tersebut, didirikan berdasarkan dekrit kerajaan pada 2013.

Sponsor utama festival ini adalah Emirates, maskapai penerbangan milik pemerintah Dubai.

Kementerian Literatur Emirat, pemerintah Dubai, dan polisi Dubai semuanya bermitra dalam acara tersebut. Konsulat AS di Dubai adalah salah satu sponsor.

Hal ini juga didukung oleh Oxford University Press.

“Kami menyesalkan bahwa penyelenggara festival bersikeras memasukkan seorang penulis Israel di antara lusinan penulis dan kreator Arab,” tambah PACBI dan Koalisi Teluk Menentang Normalisasi.

Kelompok-kelompok itu mengatakan ini hanyalah upaya “putus asa” terbaru untuk memaksa normalisasi ke publik Arab, yang “sadar akan bahaya ini dan menolaknya sepenuhnya.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:sastraUni Emirat ArabZionis-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Habib luthfi pbnu Habib Luthfi Mundur dari Kepengurusan Mustasyar, Begini Kata Sekjen PBNU
Tulisan selanjutnya Netty Aher Komentari Pelarangan Mudik dan Pembukaan tempat Wisata Anggota DPR RI Tanyakan Nasib RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?