Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Dengan Lukisan dan Kaligrafi, Seniman Berdarah Palestina Ini Terus Melakukan Perlawanan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Februari 2023 11:41 11:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Februari 2023 11:39
Bagikan
Bagikan

Meski tinggal di lingkungan terbatas dan penuh derita, karyanya dianggap membantu melestarikan warisan budaya dan memperkuat identitas Bangsa Palestina

Hidayatullah.com | NAMA lengkapnya Salim Assi, seorang seniman berdarah Palestina. Ia tumbuh di kamp pengungsi di Lebanon yang penuh kesulitan, namun karya-karyanya kemudian menginspirasi banyak orang.

Saat ini Assi tinggal di ibukota Denmark, Copenhagen. Dia pindah bersama keluarganya pada tahun 1992, kemudian bekerja di sebuah perusahaan periklanan. Di waktu luangnya, Assi membuat berbagai ilustrasi kota-kota Palestina.

Koleksi seni terbarunya telah dibagikan oleh berbagai situs web budaya. Karya-karyanya itu didasarkan pada kota-kota bersejarah dan landmark dari seluruh tanah Palestina.

“Kesulitan hidup yang saya hadapi, dari kemiskinan hingga penderitaan, kurangnya keamanan, ketakutan, penindasan, dan kekurangan sebagai warga Palestina di kamp pengungsi, telah mengilhami pekerjaan saya,” katanya kepada Middle East Eye.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

#الفن_المقاوم pic.twitter.com/iNIsk8wqfz

— Salim Assi سليم عاصي (@Salim_Assi_Art) February 23, 2020

Orangtua dan kakek nenek Assi terpaksa meninggalkan Palestina pada tahun 1948, menyusul tragedi Nakba di mana lebih dari 700.000 orang Palestina diserang secara paksa dan diusir dari rumah mereka untuk memberi jalan bagi pembentukan negara palsu bernama “Israel”.

Salah satu karyanya yang menggambarkan sejarah kelam ini diberi judul ‘Shafad ‘, sebuah kota yang direbut oleh penjajah pada tahun 1948.

Identitas Palestina

Salim Assi terjun ke dunia seni sejak usia muda, atas motivasi dari orangtuanya. Sebuah pepatah Arab telah menginspirasinya dan terus melekat padanya selama bertahun-tahun. “Inovasi dan kreativitas lahir dari kesulitan,” katanya, mengutip pepatah itu.

Assi telah menghasilkan puluhan karya. Salah satunya berjudul ‘al-Ramla ‘, sebuah kota yang pernah sangat dihargai karena lokasinya yang strategis yang menjadikannya titik kunci dalam menghubungkan berbagai kota dan menggerakkan perekonomian.

Dalam karya itu, ada ilustrasi berupa gedung pencakar langit di kota Palestina. Dia ingin membantu melestarikan warisan budaya dan memperkuat identitas Palestina.

“Saya ingin menjaga Palestina dalam pikiran dan hati kita sehingga tidak pernah dilupakan,” jelasnya.

Ada lagi lukisan kaligrafi bertuliskan ‘ Yaffa’. Ini adalah sebuah kota pelabuhan di Palestina yang bersejarah. Juga ada lukisan ‘Al-Quds’, mengilustrasikan kota tua yang terkenal dengan makna religiusnya.

Untuk melengkapi ilustrasi yang digambar dengan tangan dan diwarnai, Assi menggunakan pena berwarna berbeda yang dapat dibeli dari toko perlengkapan seni. “Saya tidak menggunakan peralatan khusus,” tambahnya.

Seni Perlawanan

Pengalaman hidupnya ketika tergusur dari tanah airnya dan menjadi pengungsi, telah mengilhami banyak karya Salim Assi.

“Banyak orang yang memiliki tanah, rumah, dan perkumpulan dan mereka menerima haknya. Mereka menjalani kehidupan yang tenang dan aman. Tetapi kami, sebagai pengungsi, tidak diperlakukan seperti manusia,” katanya.

Assi mengungkapkan perasaan kehilangan, kemarahan, dan perlakuan tidak manusiawi yang dihadapi pengungsi melalui karya seni. Dengan lukisannya, Assi juga terus berbicara tentang serangan “Israel” terhadap warga Palestina di kampung halamannya.

pic.twitter.com/4d30t0V5U1

— Salim Assi سليم عاصي (@Salim_Assi_Art) January 17, 2023

Misalnya Assi mengilustrasikan tentang Gaza. Sebuah kawasan yang diblokade oleh penjajah, baik di darat, laut, maupun udara, selama lebih dari 15 tahun.

Bagi Assi, apa yang dilakukannya adalah cara untuk menyoroti penderitaan warganya. Dia menyebut karyanya sebagai “seni perlawanan”, yang menurutnya penting agar penjajahan atas tanah Palestina diketahui oleh masyarakat global.

“Seni tidak perlu diterjemahkan, namun dengan media maka memungkinkan pesan diterima di seluruh dunia,” katanya.

Assi juga membuat mural menggunakan cat semprot, lukisan akrilik di atas kanvas, dan karikatur. “Jika saya pergi tiga atau empat hari tanpa membuat karya seni, saya merasa ada sesuatu yang salah,” katanya.

Agar setiap kesempatan selalu bisa digunakan untuk berkarya, maka Assi tidak pernah lepas dari berbagai jenis perlengkapan melukis. Dia juga selalu membawa berbagai macam cat semprot warna yang disimpan di bagian belakang mobilnya.

“Peralatan seni adalah salah satu hal penting yang saya bawa ke mana-mana, sebagaimana ponsel, kunci mobil, dan kartu identitas.”

Karya Assi telah dibagikan secara luas di media sosial, dan banyak yang memposting ulang serta membagikannya kembali. Hingga saat ini, karya-karyanya yang dipajang di media sosial telah menarik ribuan follower.

“Seni telah sangat populer di seluruh dunia. Ada banyak orang yang telah menghubungi saya dari Kanada, Amerika Serikat, Amerika Latin, dan Australia, ”katanya.

Kebanyakan karya Assi berupa ilustrasi kota-kota di Palestina yang dilengkapi dengan nama dalam bahasa Arab berbentuk kaligrafi. Baginya, ini lebih dari sekadar berbagi warisan, namun yang lebih utama adalah tentang hak kembali ke Palestina.

“Ini tentang warga Palestina yang berusaha keras untuk kembali ke tanah air, kota, dan desa mereka. Dan kami akan segera melakukannya,” katanya.

Assi mengatakan ingin terus mengembangkan desain dan karya seninya. Apalagi belakangan ini banyak permintaan berupa karya dalam salinan digital, termasuk dari orang-orang berdarah Palestina yang kini tinggal di berbagai negara. Tentu hal ini amat membahagiakannya.

“Itu membuat saya bangga dan itu menyampaikan harapan. Ini menunjukkan bahwa rakyat kami tidak pernah melupakan akar mereka dan bahwa mereka bangga dengan identitas Palestina.”*/Pam, Middle East Eye

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlinekaligrafilukisanpalestinaperlawananPilihan RedaksiSalim AssiSeniman Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syamsuddin Arif: Pegang Teguh Kebenaran Hakiki, jangan Kebenaran “KW”
Tulisan selanjutnya Jersey Gempa Turki Messi, Ronaldo Hingga Mbappe, Deretan Pemain Sepak Bola Ini Lelang Jersey untuk Gempa Turki dan Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Berita
3 September 2026 15:08
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?