Hidayatullah.com—Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kaget atas serangan tentara penjajah Israel terhadap umat Islam di Masjid Al-Aqsha. Menurut juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, seharusnya semua umat beragama damai selama bulan suci ini, namun yang terjadi justru sebaliknya.
Dalam konferensi pers bersama dengan Pengamat Permanen PBB, Riyad Mansour mengatakan, PBB dan beberapa komite Islam lainnya mengutuk keras serangan militer Israel tersebut. Dalam insiden pada hari Rabu, tentara Israel tidak hanya menyerang umat Islam di dalam masjid tetapi juga melancarkan serangan ke tanah Palestina.
Sumber-sumber Al-Quds mengatakan bahwa pasukan penjajah menembakkan bom gas dan peluru logam ke jamaah i’tikaf di aula shalat Al-Qibli, yang menyebabkan puluhan orang terluka.
Sumber tersebut menyatakan bahwa pasukan penjajah menyerbu aula shalat, menangkap sekitar 400 jamaah, setelah melakukan penyerangan luas terhadap mereka, dan mengusir mereka sambil melontarkan ejekan pada jamaah.
Pasukan Zionis bahkan menghancurkan ruang shalat al-Qibli dan ruang shalat yang lama, serta mendobrak pintu dan merusak isinya, dan menghancurkan klinik medis di masjid.
Sejauh ini Mesir, Yordania, Amerika Serikat (AS) dan PBB berusaha menenangkan situasi. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga menyatakan hal yang sama dan Israel melaporan salah satu tentaranya terluka di kaki.
Sementara itu, Anadolu Agency melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Rusia juga menyuarakan keprihatinannya dengan situasi di Masjid Al-Aqsha dan menggambarkan apa yang terjadi di Baitul Maqdis sebagai “permusuhan terhadap semua agama di dunia.”
Moskow mendesak Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres untuk memperhatikan penyelesaian Israel-Palestina, mendesak untuk menemukan penyebab pecahnya kekerasan baru di Palestina dan menyusun proposal untuk memulihkan stabilitas.*