Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

“Turunan Yahudi di Indonesia Mendekati 2.000”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2011 23:22 11:22 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Oktober 2011 23:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Jangan pernah membayangkan wajah-wajah keturunan Yahudi itu seperti orang-orang Israel. Paras mereka seperti orang Indonesia kebanyakan. Bahkan logatnya pun ada yang Jawa dan Manado.

Setidaknya gambaran itu tampak saat Tempo bertemu Benjamin Verbrugge, Yokhanan Eliahu, dan Yobbi Ensel di kediaman seorang keturunan Yahudi di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Oktober 2011. Ada satu orang lagi, perempuan asli Batak, Marlina Rosdiana Van der Stoop, yang memeluk agama Yahudi setelah menikah dengan warga Belanda keturunan Yahudi.

Mereka ini tergabung dalam sebuah organisasi keturunan Yahudi bernama the United Indonesian Jewish Community (UIJC). Organisasi ini sudah dibentuk sejak 2009, tapi baru diresmikan Oktober tahun lalu. UIJC ini dipimpin oleh Benjamin Verbrugge.

“Kami ingin merangkul semua keturunan Yahudi dari berbagai aliran untuk kembali ke akar,” kata Benjamin Verbrugge. Kami tidak mempermasalahkan apakah mereka mau kembali ke agama Yahudi atau tidak. “Kami sangat mencintai orang-orang sedarah karena mereka adalah keluarga kami, turunan dari bapak leluhur kami, Abrahm, Ishak, dan Yaakov.”

Berikut penuturan Verbrugge kepada Tempo, sebagaimana dimuat dalam laman Tempointeraktif, Sabtu, 15 Oktober 2011.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Kapan organisasi ini dibentuk?

Sebenarnya sudah diatur dari 2009 tapi baru bisa diresmikan pada 23 Oktober 2010. Keberadaan komunitas Yahudi ini sudah ada sejak 2003.

Apa maksud pendirian organisasi ini?

Sebagai orang Yahudi harus menjaga tiga hal: (1) Tuhan yang benar, Tuhan yang hidup, yakni Hashem (Tuhannya bangsa Israel). Hashem mengharapkan umat pilihannya bisa menjadi berkat untuk seluruh dunia. Kami tidak menyesal tercerai-berai di seluruh dunia karena kami harus menjadi berkat bagi siapa saja. (2) Torah. Makin kami pelajari kami tahu menjadi Yahudi itu bukan sebuah kebanggaan, tapi membagi hidup kepada tiap agama, bangsa yang mau menerima kami. (3) Saudara. Kami harus mencintai saudara sedarah, seagama.

Di mana kantor pusat organisasi ini?

Kami nggak perlu kantor pusat. Kantor pusat kami ada di surga.

Berapa anggotanya?

Saat dibentuk pertama kali terdata 99 orang dewasa, tapi sekarang mulai berkembang. Kita tahu turunan Yahudi di Indonesia mendekati 2.000 orang. Yang sudah terdeteksi 500-an, tapi yang sudah bergabung dan mau berdoa sesuai dengan akarnya ada 250 orang.

Di daerah mana paling banyak komunitas Yahudi?

Saya rasa agak seimbang, tersebar hampir di seluruh Indonesia, bahkan ada di Padang dan Aceh. Manado mempunyai potensi sampai 800 orang dan di Jakarta saya perkirakan lebih dari 200 orang.

Ada berapa sinagog?

Secara resmi hanya ada sinagog Beit Hashem di Surabaya dan itu sudah ditutup oleh pihak tertentu. Sebenarnya komunitas Yahudi itu idealnya harus memiliki sinagog. Tapi kami punya satu pandangan. Seorang ayah dalam satu keluarga adalah rabbi. Ternyata orang Yahudi bisa berdoa langsung kepada Hashem (Tuhan) tanpa harus bergantung pada sinagog atau rabbi. Jadi rumah itu adalah sinagog buat mereka.

Bagaimana dengan sinagog di Manado?

Marlina Van der Stoop mendonasikan satu sinagog untuk komunitas Yahudi seluruh Indonesia, khususnya di Manado. Tapi rupanya berjalan berbeda. Saya tidak bisa mengomentari hal itu.

Apa nama sinagog di Manado?

Dulu namanya Bait Hashem, sudah lengkap dengan akta notaris. Kemudian nama itu diubah menjadi sinagog O’Hel Yaakov. Saya tidak mau banyak komentar dan kami tidak melihat komunitas Yahudi di situ tidak begitu bertambah. Ada satu grup lagi di Manado. Mereka ini turunan Yahudi Sephardic. Mereka ini turunan keempat, lima, bahkan keenam. Nama mereka sudah diubah ke nama lokal. Kelompok ini termasuk cabang Yudaisme Liberal, dipimpin oleh Yobbi Ensel. Ia memimpin 30 orang dewasa.

Jadi siapa Yaakov Baruch, apakah ia turunan Yahudi palsu?

Saya tidak bisa ngomong begitu karena tiap orang mempunyai misi masing-masing. Saya pernah berdiskusi dengan beliau dan kami memiliki sedikit perbedaan dalam visi dan misi. Karena itu, saya menghormati dia, dia menghormati misi kami. Dia bilang berafiliasi dengan Yahudi tradisional.

Bagaimana Anda bisa memastikan seseorang itu berdarah Yahudi atau bukan?

Ciri-ciri orang Yahudi bisa berkumpul adalah darah mereka itu membuat mereka gelisah dan bertanya-tanya, kok perasaan Ibrani dalam diri saya. Mereka langsung mencari silsilah keluarga mereka dan menemukan ada yang keturunan Yahudi dari garis ibu, garis bapak. Kami tidak bisa memaksa mereka kembali ke akar (agama Yahudi).

Apakah yang diakui dari garis turunan ibu?

Ada dua pandangan. Yahudi orthodoks mengakui garis keturunan ibu dan bapak, maksudnya bapak yang memiliki ibu keturunan Yahudi. Tapi Yudaisme bukan hanya orthodoks, tapi ada aliran lebih modern. Reformasi humanistik mengakui keturunan dari garis bapak.

Dari mana saja keturunan Yahudi Indonesia berasal?

Ada Yahudi Ashkenzai (dari Eropa) dan Yahudi Sephardic (Timur Tengah).

Apakah Anda sudah berani terbuka kepada tetangga bahwa Anda keturunan Yahudi?

Kami ingin berdampak dan bukan ingin terkenal. Rabbi kami yang agung (kami tidak bisa sebutkan namanya) mengajarkan kalau kami melakukan sesuatu biar kami dan Hashem yang tahu. Orang lain tidak perlu tahu. Kalau perlu nama kami tidak usah disebut.

Berapa rabbi yang menjadi mentor dalam organisasi ini?

Kami punya lebih dari enam rabbi, mulai dari aliran tradisional, liberal, humanistik, sampai sekuler (tertawa). Kami hanya bekerja sama dengan rabbi yang mengajarkan dua hal, yaitu kami bisa memperbaiki dunia dan membawa orang yang akan memberi berkat yang baru.

Apakah nantinya Anda ingin Yahudi diakui sebagai agama resmi di Indonesia?

Tuhan akan kasih tahu kami kapan kami harus lakukan itu.

Apakah organisasi Anda masuk dalam jaringan organisasi Yahudi internasional?

Kami tidak bisa mengungkapkan soal itu. Yang pasti kami datang bukan untuk merusak. Tuhan kami adalah Tuhan yang hidup. Tuhan kami mau semua bangsa datang kepada-Nya dan selamat.

Organisasi ini dapat sokongan dana dari mana?

Sementara ini swadaya. Tuhan kami mengajarkan kami bukan pengemis. Kalau mereka mau datang memberikan silakan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kisah Orang Indonesia Keturunan Yahudi
Tulisan selanjutnya Pengadilan Eropa Larang Paten Sel dari Janin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?