Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Pastur dan Pendeta Ingin Habib Rizieq Datang Lagi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Maret 2012 09:35 9:35 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Maret 2012 09:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ketegangan Massa Front Pembela Islam (FPI) dengan mahasiwa Dayak di Jl KH Wahid Hasyim, Rabu (14/3/2012) sore, terkait pemasangan spanduk “provokatif” yang memojokkan ormas Islam ini di depan Asrama Pangsuma tak urung ikut membuat tokoh-tokoh masyarakat di wilayah itu menjadi sibuk.

Hari Rabu malam, terjadi pertemuan di Mapolresta Pontianak, dihadiri Ketua FPI Kalbar Habib Muhammad Iskandar Alkadrie dan Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar, Yakobus Kumis. Pertemuan itu dihadiri juga Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi, Wakapolda Kalbar Kombes Pol Syafaruddin, dan Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muharrom Riyadi. Usai pertemuan kedua pihak, FPI dan DAD saling berangkulan.

Hari Kamis (15/3/2012) sejumlah pemuka masyarakat Sintang juga bertemu di Polres Sintang. Para pemuka masyarakat Kalbar ini menolak wilayahnya dirusak ulah provokator melalui SMS tidak jelas yang hanya memancing kerusuan etnis.

Bertempat di aula Polres Sintang, kala itu hadir Dandim 1205 Parlindungan Hutagalung, Kejari dan Ketua Dewan Adat Dayak serta MUI setempat. Pada kesempatan tersebut Ketua DAD Sintang Mikael Abeng mengatakan agar wilayahnya damai dan tidak menanggapi SMS tidak jelas berisi adu-domba FPI dengan etnis Dayak.

Pertemuan terus terjadi hingga Jumat Malam. Intinya, seluruh elemen masyarakat dan tokoh Pontianak tak ingin provokator merusak kedamaian di wilayahnya serta melarang berbagai pihak mempercayai SMS gelap yang mengadu antara Dayak dengan FPI.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Untuk melihat perkembangan, hidayatullah.com mewawancarai Sekjen Pembina Muallaf Kalbar, Jose Andreas, seorang warga keturunan Dayak yang kini beralih nama menjadi M. Damanhuri, SHI, SH. Selain aktif di Pembina Muallaf, ia juga Ketua Majelis Silatrurrahmi Umat (MSU) Kalimantan Barat.

Bagaimana kabar terakhir pasus Pontianak?

Alhamdulillah, sebuah sudah dalam keadaan baik dan sudah dikondisikan. Jumat (16/03/2012) dini hari, semua elemen berkumpul untuk mengantisipasi keadaan agarlebih baik.

Sebenarnya persoanya apa yang memicu bentrokan kemarin itu?

Awalnya bermula soal spanduk. Di mana ada mahasiswa Dayak memasang spanduk yang isinya menolak FPI, dan itu dikait-kaitan dengan kasus FPI di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Menariknya, sehabis memasang spanduk yang akhirnya membuat keributan, si pembuat spanduk justru sudah keluar dari Pontianak. Sekarang orangnya lagi dicari.

Sebenarnya sebelum ada peristiwa spanduk yang dinilai provokatif itu, hubungan umat Islam dan FPI sendiri seperti apa?

Ya tenang, tidak ada persoalan. Bahkan Alhamdulillah, pernah ada pertemuan antar tokoh agama bulan lalu dengan Habib Rizieq Shihab bahkan pastur-pastur di sini mengatakan, kalau bisa diadapan lagi acara nya pak, supaya kami dapat pencerahan. Saya senang dengan acara ini, katanya.

Siapa yang mengatakan seperti itu?

Para pastur dan pendeta. Justru mereka yang ingin ada pertemuan dan ingin Habib Rizieq datang lagi.

Bukankan selama ini kehadiran Habib Rizieq di Kalbar justru membuat provokasi dan memanaskan Pontianak?

Tidak. Justru kami, dari tokoh-tokoh Islam dan tokoh-tokoh Kristen ingin kehadiran Habib Rizieq.

Kenapa tidak seperti pemberitaan media?

Itulah, kami semua sudah jengkel dah tengok media massa itu. Gak tau permasalahan tapi grak-grik, grak-grik gitu.

Selama ini bagaimana hubungan Habib Rizeq dengan warga Dayak Muslim sendiri?

Alhamdulillah, hubungannya dengan warga Daya juga bagus. Karena kehadiran Habib kan bukan untuk mendakwahi orang Kristen, dia kan datang untuk umat Muslim. Nggak pernah dia datang ke sini untuk mendakwahi orang Kristen. Itulah mengapa dia disenangi tokoh-tokoh Kristen di sini. Habib juga tidak pernah dakwah di orang-orang Kristen, dia datang ke sini biasanya di masjid-masjid sesuai permintaan dan undangan. Menurut saya wajar saja dia diundang ke masjid atau mengisi di acara Maulid Nabi di sini.

Kalau begitu, apakah peristiwa bentrok FPI dan mahasiswa Dayak kemarin ada kaitan dengan politik?

InsyaAllah, dari beberapa pertemuan dengan tokoh masyarakat di sini dan hasil pertemuan dengan pihak aparat di sini, kasus ini ada yang memainkan. Jadi ada yang me-remote. Memang sudah disetir seperti ini. Dimungkinan ini ada kaitan dengan Pemilukada yang sudah mulai memanas.

Kami akan mengadakan pertemuan damai antara tokoh-tokoh Kristen dan Islam dalam waktu dekat ini. Kami juga akan mengadakan aksi damai, jangan gara-gara ini situasinya tidak kondusif.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pria Cacat Mental Jadi Tersangka Bom, Warga Bikin Petisi
Tulisan selanjutnya Al Ikhwan dan Salafi Mesir Sepakati Majelis Konstitusi Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?