Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Puluhan Perguruan Tinggi Islam Kena Sanksi Kemenag

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Juni 2015 06:52 6:52 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juni 2015 06:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama (Kemenag) menjatuhkan sanksi kepada 40 perguruan tinggi agama Islam (PTAI) karena melanggar aturan. Seluruh PTAI tersebut tersebar di wilayah Indonesia. Sanksi yang dijatuhkan beragam.

“Total kampus di bawah Diktis yang mendapat sanksi sebanyak 40 lembaga dan sanksi yang diterbitkan cukup beragam,” kata Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Amsal Bakhtiar, di Jember, Jawa Timur, dikutip hukumonline, Selasa (09/06/2015).

Menurut Amsal, sanksi yang diterbitkan mulai teguran tertulis dengan tingkatan ringan dan keras hingga sanksi yang cukup berat yakni penonaktifan kampus setempat.

“Kami memberikan teguran untuk dilakukan sejumlah perbaikan, ada yang kita beri waktu enam bulan bahkan sembilan bulan untuk memperbaiki,” tuturnya.

Apabila tidak ada perbaikan, lanjut Amsal, pihaknya bisa mencabut izin operasionalnya karena tujuan pemberian sanksi itu untuk mendisiplikan kampus-kampus yang nakal.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Kata Amsal, ada beragam pelanggaran yang dilakukan puluhan PTAI tersebut. Mulai dari konflik yayasan dengan rektor, membuka kelas jauh hingga adanya dugaan praktik jual beli ijazah palsu.

Ia menjelaskan pihak Kemenag juga menerima laporan dari masyarakat dan masih melakukan penelusuran kebenaran laporan yang masuk.

“Laporan yang masuk menyebutkan mahasiswa kuliah 2-3 kali tetapi langsung dapat ijazah. Ini sedang kami telusuri kebenarannya, kami sudah buat tim untuk menelusuri dugaan praktik jual beli ijazah,” paparnya.

Apabila laporan yang disampaikan masyarakat benar-benar terjadi, maka Kementerian Agama memastikan akan menjatuhkan sanksi terberat yakni pencabutan izin dan penutupan kampus.

Amsal mengatakan adanya sikap tegas dari Kementerian Agama tersebut diharapkan ada perbaikan dan peningkatan mutu pada lembaga pendidikan tinggi Islam itu.

“Kami terus melakukan pembinaan terhadap seluruh perguruan tinggi Islam, agar persoalan itu tidak terulang lagi,” katanya.

Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Muhammad Nasir menyatakan, akan tetap melanjutkan penelusuran perguruan tinggi yang memperjualbelikan ijazah palsu.
“Kami telah menugaskan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta di daerah-daerah untuk melacak perguruan tinggi atau dosen yang memperjualbelikan ijazah,” kata Menteri Nasir.

Menurut Nasir, pihaknya juga meminta perguruan tinggi untuk meneliti setiap ijazah para dosen. Hal itu harus dilakukan dengan ditandai terbitnya surat edaran yang menugaskan rektor melakukan pengecekan ijazah para dosen.

“Kalau nanti ada unsur pidana, akan kami serahkan ke Kepolsian, sementara jika tidak ada, jabatan (dosen) akan saya turunkan satu peringkat,” kata dia.

Nasir mengatakan, penelusuran mengenai ijazah palsu bukan hanya dilaksanakan di kota-kota besar melainkan juga akan dilakukan di daerah-daerah.

Selanjutnya, menurut dia, pihaknya juga akan tetap melakukan penyisiran hingga tindakan penutupan terhadap perguruan tinggi yang tidak memiliki izin atau ilegal.

Sebelumnya, isu ijazah palsu terkuak setelah ada inspeksi dadakan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi melakukan ke perguruan tinggi tidak berizin bernama University of Berkley Michigan America yang terletak di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. Selain menemukan ijazah palsu, kemudian diketahui kampus tersebut ternyata tidak berizin.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perlunya Umat Islam Berpikir Besar
Tulisan selanjutnya Diberi Imbalan $5 Warga Ghana Ogah Dijadikan Kelinci Percobaan Vaksin Ebola

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?