Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

“Ormas Islam Bersatu Melawan LGBT sebagai Musuh Bersama”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Agustus 2016 15:12 3:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Agustus 2016 15:15
Bagikan
Ketua AILA Indonesia, Rita Soebagio.
Bagikan

ISU soal perilaku lesbian, homoseksual, biseksual, dan transgender (LGBT) kembali menyeruak ke publik. Khususnya setelah Aliansi Cinta Keluarga (AILA) bersama sejumlah akademisi mengajukan uji materi (Judicial Review) terkait pasal tentang LGBT ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua AILA Rita Hendrawaty Soebagio (47 tahun), mengatakan, ia dan kawan-kawan menghimpun banyak elemen umat Islam untuk bersama-sama menolak perilaku seks menyimpang.

“LGBT menjadi musuh bersama seluruh gerakan Islam, karena memang jelas dalam agama itu sebuah pelanggaran,” ujar Rita. [Baca juga: “Atas Nama Cinta dan HAM, Bolehkah Anak Menzinai Ibunya?”]

Buru-buru Rita mengingatkan bahwa LGBT sesungguhnya hanyalah turunan dari gerakan feminisme dan kesetaraan gender ala liberal Barat.

Indonesia pun kini tengah dilanda persoalan yang begitu besar. Rita mencontohkan, selain LGBT, berbagai kasus serta persoalan miras dan pornografi membawa Indonesia dalam kondisi darurat adab dan moral.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Mengupas soal itu, hidayatullah.com mewawancarai Rita di kediamannya daerah Tangerang Selatan, Banten, beberapa waktu lalu. Berikut sebagian hasil wawancaranya!

Anda mengatakan Indonesia dalam kondisi darurat adab dan moral. Bagaimana gambarannya?

Banyak fakta dan data yang memprihatinkan, yang pada ujungnya menjelaskan ada problem adab dan moral di tengah masyarakat kita. Tak hanya pada anak-anak, tapi hampir di semua lapisan.

Salah satu alasan lahirnya AILA adalah karena kegelisahan akan adanya problem tersebut. Menurut kami, problem itu lahir dari disfungsi keluarga. Ayah yang tidak berperan, ibu yang tidak berperan, akhirnya anak yang menjadi korban.

Terlalu banyak dan lelah membahas hal-hal yang tidak bermoral itu. Namun, kami terus bergerak dalam dua sisi: pertama, membina keluarga agar bisa sakinah, mawaddah, warahmah. Kedua, mendeteksi secara dini pemikiran yang merusak proses pembinaan keluarga. Salah satunya pemikiran feminisme liberal.

Dengan gawatnya situasi tersebut, langkah-langkah apa yang harus dilakukan?

Permasalahan kita sudah dari hulu ke hilir. Kita perlu membuat pemetaan masalah bersama-sama. Itulah makanya saya mendorong lahirnya Gerakan Indonesia Beradab (GIB), tempat berkumpulnya 200 lebih akademisi yang mempunyai kepedulian dan bergerak di bidang pemikiran. Itu pun ternyata tidak mudah untuk merumuskan langkah-langkah yang harus dilakukan.

Tapi tampaknya sudah mendulang sukses ketika “memukul” LGBT…

Memang saat ini kita menjadikan (LGBT) itu musuh bersama. Menyatukan ormas Islam pun mudah ketika itu. Tapi ketika ini sudah selesai, ya selesai juga. Padahal ada hal lain yang lebih besar di balik itu yang juga harus diselesaikan.

Apakah pemetaan itu sudah dilakukan?

Saya mendorong GIB untuk melakukan hal itu. GIB tak perlu ke ranah aksi. Sementara kami di AILA mengambil posisi untuk mengawal di legislasi, karena memang tidak banyak yang melakukan itu. Salah satunya perkembangan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Kami dituntut untuk membuat naskah akademik dan RUU alternatif yang akan diadu dengan yang diajukan oleh Komnas Perempuan.

Anda yakin bisa menang melawan itu dengan kondisi seperti ini?

Alhamdulillah, teman-teman para pemikir dan akademisi bersedia terlibat dalam pembuatan naskah akademik. Saya bilang, kita tetap harus realitis, karena mereka sudah melobi sejak bertahun-tahun.

Ini hanya ikhtiar saja, karena ini bagian dari nahi munkar. Apa pun hasilnya. Meski nanti akhirnya mengambil jalan tengah, paling tidak kita tidak kelolosan sama sekali.* Mahladi, Ahmad, SKR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AILAaktivishomoseksualhukumjudicial reviewkasus asusilalgbtMahkamah Konstitusimoralormas IslampersatuanRita Hendrawaty Soebagiosidanguji materi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amalan Penyelamat dari Siksa Kubur (2)
Tulisan selanjutnya Ini Sebab Belum Terkabulkannya Doa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?