Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Diberi Imbalan $5 Warga Ghana Ogah Dijadikan Kelinci Percobaan Vaksin Ebola

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Juni 2015 07:25 7:25 am
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Juni 2015 07:01
Bagikan
Pasien Ebola di Uganda sedang dirawat petugas medis.
Bagikan

Hidayatullah.com—Ghana menghentikan percobaan vaksin Ebola setelah ada laporan bahwa penduduk dijadikan “kelinci percobaan” untuk mengetes kemanjuran vaksin di negara yang sekarang telah bebas wabah Ebola itu.

Seorang jurubicara Kementerian Kesehatan Ghana hari Rabu (10/6/2015) mengatakan kepada sebuah stasiun radio lokal bahwa penduduk Ghana telah menghubungi kantornya untuk menyatakan mereka tidak lagi berminat dengan proyek tersebut.

Ghana setuju untuk bergabung dengan sejumlah negara lain sebagai tempat ujicoba vaksin Ebola, yang telah membunuh lebih dari 11.150 orang di Afrika.

Tahap pertama, relawan di wilayah Volta di bagian tenggara Ghana diberikan satu vaksin buatan pabrik farmasi asal Amerika Serikat Johnson and Johnson dan pabrik farmasi Bavarian Nordic asal Denmark. Sebagai imbalannya relawan diberi sebuah telepon genggam dan uang masing-masing $5.

Namun, karena menghadapi banyak tentangan, Menteri Kesehatan Alex Segbefia yang sekarang sedang berada di luar negeri memutuskan untuk menghentikan ujicoba itu, kata jurubicaranya Tony Goldman kepada radio Citi FM seperti dilansir AFP.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Menteri mendapatkan telepon dari banyak orang Ghana yang mengatakan mereka tidak lagi tertarik dengan ujicoba itu,” kata Goldman hari Rabu lalu.

“Jadi beliau mengatakan … ujicobanya harus dihentikan sampai beliau pulang untuk meninjau masalah ini.”

Para pemimpin partai berkuasa Kongress Nasional Demokrat di wilayah Volta mengatakan bahwa ujicoba itu merupakan eksperimen yang “tidak ada gunanya”.

“Kita menghadapi kasus malaria, kolera dan HIV/AIDS serta lainnya. Kita membutuhkan vaksin atau obat untuk menyembuhkan penyakit-penyakit tersebut,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.

“Mengapa sebuah negara yang tidak terancam oleh Ebola membahayakan nyawa rakyatnya untuk sebuah eksperimen yang tidak perlu?”

“Kami akan sangat bersyukur jika eksperimennya dibatalkan seluruhnya guna mencegah warga Volta dijadikan kelinci percobaan.”

Saat ini belum ada obat atau vaksin untuk mengatasi Ebola yang telah mendapatkan lisensi dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendorong agar vaksin potensial diujicobakan untuk mengatasi wabah Ebola.

Sejauh ini, dua vaksin yang berada dalam tahap pengembangan paling akhir kelihatannya aman-aman saja, kata National Institute of Allergy and Infectious Diseases di Amerika Serikat bulan Maret lalu.

Wabah Ebola belakangan mulai merebak sejak Desember 2013. Wabah itu merupakan yang paling buruk sejak pertama ditemukan pada tahun 1976.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Puluhan Perguruan Tinggi Islam Kena Sanksi Kemenag
Tulisan selanjutnya Ini Syarat Wajib Berpuasa yang Perlu Diketahui (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?