Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Ali Mukhtar: Ada Isu, Saya jadi Sasaran Tembak yang Harus Dibunuh

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 September 2015 13:55 1:55 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 September 2015 13:55
Bagikan
Imam Masjid Baitul Muttaqin Karubaga Tolikara, H. Ali Muchtar
Bagikan

Lanjutan wawancara pertama…

Selama ini apakah ada tekanan-tekanan dari GIDI kepada Anda?

Tidak, setelah tragedi ini terjadi, langsung ada proses rekonstruksi maupun rekonsiliasi toh? Mereka (pihak GIDI), tanggal 29 Juli pernah mendatangi saya untuk menyampaikan permintaan maaf, dan saya lihat ada niatan baik dari mereka untuk melakukan perdamaian.

Tetapi, kalau isu memang ada, saudara-saudara Muslim di Tolikara pernah menyampaikan, target utama yang harus dibunuh itu saya, jika dua pemuda GIDI itu tidak dibebaskan. Isu itu saya dengar sebelum tanggal 4 September, kalau nggak salah antara tanggal 1 atau 2 sebelum saya bertemu dengan Menkopolhukam.

Kalau dua tersangka yang ditahan Polda ini tidak dikeluarkan, saya itu jadi sasaran tembak yang harus dibunuh duluan.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Apakah Anda sampaikan isu ancaman itu saat pertemuan dengan Menkopolhukam?

Tidak, tapi saya hanya menyampaikan himbauan atau harapan kepada petinggi negara ini, supaya menyelesaikan masalah Tolikara ini benar-benar sampai ke akar rumput. Jadi, keinginan kami benar-benar aman dan tidak akan pernah terulang kembali peristiwa ini. Negara harus bisa menunjukkan di Tolikara memang aman, tenang dan damai.

Bagaimana tanggapan Anda dengan ancaman itu?

Saya yakin Allah Subhanahu Wata’ala akan memberikan pertolongan dan yang penting saya berusaha dengan hidup ini bisa terus memberikan manfaat baik itu di tengah umat muslim maupun non muslim, dan alam sekitarnya. Kan begitu toh?

Saya dengar dan terima saja ancaman itu, toh selama ini saya sudah berusaha untuk tidak menyakiti mereka dan bahkan menjalin hubungan baik dan harmonis dengan mereka. Ini juga kan baru terjadi tahun ini, sebelumnya kan belum pernah terjadi toh.

Menurut analisa Anda, apa pemicu terjadinya tragedi Tolikara?

Saya takut salah, karena saya belum punya data dan bukti lengkap yang memadai. Namun, kita tahu acara pemuda GIDI kala itu dihadiri bukan warga dari luar Tolikara yang sangat banyak.

Massa yang banyak itu bukan dari Tolikara. Karena saya tidak kenal sama orang-orang yang di dalam gerombolan massa itu. Kalau orang-orang Tolikara yang kita sudah saling kenal baik, mereka pasti tidak akan sampai hati berbuat seperti itu kepada kita di sana.

Buktinya sejak dulu, kita aman-aman saja melaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Kalau pun mereka ingin menonton itu biasanya dari jarak jauh. Nggak dekat-dekat begitu toh.

Awalnya sih surat edaran berisi larangan itu pemicunya yang bikin saya merasa sesak nafas, kenapa bisa sampai keluar dan beredar surat edaran itu. Kalau harus bilang ada aktor Intelektual saya takut salah bicara. Tetapi mungkin ada pihak yang memiliki kepentingan tertentu, mungkin itu. Jika ingin mengetahui apakah ada atau tidak aktor Intelektual di balik tragedi Tolikara itu kita serahkan kepada negara. Itu kan tugas intelejen negara toh dan itu bukan tugas kita, karena kita nggak mampu. Hehe..

Sebelum peristiwa itu terjadi, bagaimana hubungan Islam dengan warga?

Mereka sudah kenal baik sama kita warga Muslim dan nggak mungkin mereka tega. Kita sudah hidup rukun dengan mereka sejak lama. Bahkan, motor saya di luar sering itu tidak saya kunci dan aman-aman saja, tidak pernah diambil.*

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ali MukhtarGereja Injili di IndonesiaGIDIidul adhaImam Masjid TolikaraLuhut Binsar PanjaitanMenkopolhukam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wali Kota Prancis: “Islam Akan Hilang dari Prancis Pada 2027”
Tulisan selanjutnya Minyak Zaitun Dapat Turunkan Risiko Terkena Kanker Payudara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?