Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Kupas Tuntas Ustadz Abdul Somad (2)

Bambang S
Terakhir diupdate: 2 Januari 2018 22:31 10:31 pm
Bambang S
Dipublikasikan 2 Januari 2018 16:48
Bagikan
Ustad Abdul Somad (UAS)
Bagikan

Hidayatullah.com–Ustadz Abdul Somad  (UAS) punya gaya khas ketika berceramah. Yakni tanya jawab dengan diselingi humor-humor segar. Tetapi justru disitu ia diserang. Seperti pelawak, begitu kata orang yang menyerangnya. Apa jawabnya? Ikuti wawancara berikut:

 Dalam setiap ceramah, Anda selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sama. Bagaimana Anda menanggapinya?

Sangat banyak hal sama yang ditanyakan, seperti masalah celana kaki, jenggot, baca surat Yasin, tahlilan, dan sebagainya. Habis waktu di situ. Saya tidak ingin menggiring hanya pada mazhab tertentu. Tapi saya juga tidak ingin ada yang setelah mendengar ceramah dan membaca buku saya, lalu mencukur jenggotnya atau menyesal memotong celananya.

Saya hanya ingin semua menghormati, sebagaimana dahulu kalangan salaf menghormati ulama lain yang berbeda pendapat. Bagaimanapun lebih banyak perkara-perkara yang kita sepakati bersama, dibandingkan soal ikhtilaf. Lalu mengapat kita harus berpecah hanya karena soal ikhtilaf? Padahal ada persoalan besar lain yang perlu kita rebut, soal ekonomi Islam, politik Islam yang mesti berjalan.

Baca: Ceramah Ustadz Somad di PLN Dibatalkan, Panitia Minta Maaf pada Masyarakat

 Meski begitu tetap saja masalah tidak akan selesai, dan akan kembali berulang?

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Apakah jawaban saya akan menyelesaikan masalah? Tidak. Buya Hamka meninggal, masalah umat ini tidak selesai. Imam Syafi’i meninggal juga masalah tidak selesai. Allah  Subhanahu Wata’ala tidak tanya kita berapa masalah yang engkau selesaikan. Allah Ta’ala hanya tanya apa pernah engkau lakukan dengan masalah ini.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya, serta orang-orang beriman akan melihat pekerjaanmu itu..” (Surat At-Taubah:9)

Jangan berhenti dan merasa puas menikmati ceramah, tapi jadilah orang yang mengamalkan ceramah. Jangan puas menjadi pengamal ceramah, tapi wariskan kajian ini kepada anak cucu.

Banyak kalangan menganggap ceramah Anda lucu hingga mengundang gelak tawa jamaah. Bagaimana menurut Anda?

Memang ada yang “menembak” saya dari aspek itu. Saya dikatakan ustadz pelawak, suka bikin ketawa di dalam majelis. Saya ingin tunjukkan bagaimana ulama Syaikh Utsaimin menjawab pertanyaan seseorang yang mendatanginya.

“Syaikh, kalau saya mandi di sungai, saya buka pakaian dan saya letakkan di tepi sungai. Saya menghadap ke kiblat atau membelakangi kiblat?”

Jawab syaikh, “Kamu pandang saja pakaian kamu agar tidak diambil orang.”

“Kalau saya mendengar ayat sajadah melalui kaset, apakah saya ikut sujud tilawah?”

Baca: UAS Bertemu HRS di Saudi, Derry Sulaiman: Pesan Persatuan Umat

Jawab syaikh, “Kalau kaset itu sujud, kamu ikut sujud.”

“Syaikh, saya menikah dengan wanita ternyata setelah menikah istri saya ompong.”

Jawab syaikh, “Bagus, berarti istri kamu tidak bisa menggigit kamu.”

Jawaban itu bukan berarti ingin membuat jamaah tertawa, tapi nyatanya jawaban itu membuat senyum jamaah.

Soal saya dianggap lucu, penilaian itu perlu dilihat dulu dimana saya bicara dan audiens seperti apa yang dihadapi. Sehingga penilaian bisa jujur dan utuh.

Tiap kali memberikan jawaban kepada umat, Anda selalu paparkan pendapat dari para imam mazhab. Apa tujuan yang Anda harapkan?

Saya senang mempelajari perbandingan mazhab walaupun itu bukan jurusan studi saya. Saya punya ringkasan pembahasan satu masalah dan penyelesaiannya menurut pendapat para imam mazhab.  Metode itu yang saya paparkan kepada masyarakat berupa studi perbandingan mazhab. Di Al Azhar juga kita tetap memakai pendapat para ulama lain, seperti Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, dan lain-lain.

Saya berharap umat ini paham perbedaan dan mengerti atas ibadah yang ia lakukan selama ini.* (Bersambung)

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwah UASGerakan Nasional Pengawal Fatwa UlamaGNPF UlamaHabib Rizieq di Arab SaudiHabib Rizieq ShihabHRSibadah hajipenolakan UASperbandingan mazhabperbedaan pendapatpersatuan umatpersekusi UASsilaturahimUASukhuwah IslamiyahulamaUstadz Abdul Somad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dunia Internasional Desak Iran Menghormati Hak Demokrasi Warganya
Tulisan selanjutnya Dikira Kembang Api Tahun Baru 1.400 Mobil Terbakar di Liverpool

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?