Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Otong, Ayah Para Gepeng Kramat Jati

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 April 2011 12:50
Bagikan
Bagikan

JARUM jam menunjukkan pukul 13.00 WIB lewat tengah hari di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Satuan Tugas Buru Sergap (Buser) Polsek Metro Kramat Jati berkonsetrasi. Seorang residivis tengah diintai, jelang akhir bulan Februari lalu itu.

Tim Buser bersembunyi mengawasi gerak geriknya. Saat preman kesohor itu untuk kesekian kalinya hendak melancarkan aksinya, muncullah seorang anggota Buser berbadan kecil menghampiri. Tahu di hadapannya adalah polisi, Warso, denimian panggilan preman itu,  mengeluarkan golok. Anggota Buser menanggapinya dengan mengeluarkan senjata api.

Karena terdesak, Warso akhirnya kabur setelah sempat mengayunkan golok ke arah anggota Buser tersebut.  Anggota Buser mengejar setelah memberi tembakan peringatan.

Rampok spesialis ini rupanya sudah kadung kalap. Warso terus berlari dan melompat ke Kali Baru, Kramat Jati. Saat melompat itulah anggota Buser menembaknya Peluru bersarang di dada kiri dan tembus di pinggangnya. Ia tewas seketika.

“Dia pernah menyatroni beberapa rumah polisi untuk mendapatkan senjata api,” kata Kanit Reserse Kriminal Polsek Metro Kramat Jati Ajun Komisaris Bambang Sucipto kepada wartawan.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Catatan lain, hampir satu dekade silam (18/6/2002), di lokasi yang sama, seorang penjahat kambuhan bernama Wahid, yang kerap meresahkan warga tewas ditembak polisi dengan luka tembak di bagian dahi dan dada.

Polisi terpaksa menembak Wahid karena berusaha kabur saat hendak ditangkap. Polisi juga menemukan sebuah kunci leter T yang diduga digunakan korban untuk mencuri sepeda motor.

Wahid memang sudah lama menjadi target polisi. Perihalnya, pria berusia 30 tahun ini bersama teman-temannya pernah mengeroyok dan melukai empat anggota satuan pengaman pasar, Oktober 2000. Ia juga pernah mencuri lima sepeda motor di Kramat Jati.  

Anak-anak Gepeng

Berbagai peristiwa itu sering membuat Haji Otong Suryana bergidik. Begitu kerasnya kerasnya hidup orang-orang gelandangan tak berumah yang ada di luar sana, di Jakarta.

Berangkat dari berbagai fenomena getir di sekitar tempatnya bekerja itulah, pria kelahiran Serang, 25 September 1955 berinisiatif mendirikan Yayasan Akur Kurnia (YAK). Yayasan ini didirikan karena keprihatinanya yang mendalam atas berbagai peristiwa memilukan itu.

Hobinya bersepakbola membikin Otong lebih mudah untuk melakukan interaksi dengan anak anak pengemis dan gelandangan sekitar pasar. Dari kegiatan latihan sepakbola, Otong mulai menarik simpati anak anak. Mereka diajaknya berbicara dari hati ke hati. Dari situ ia juga memahami problematika dan emosi anak anak asuhynya.

Dan akhirnya, YAK menjadi sebagai media untuk membina anak anak gepeng (gelandangan pengemis) di sekitar Pasar Induk Kramat Jati.

Dirintis sejak tahun 1996 lalu,  bersama sejumlah sejawatnya yang sehati, Otong mulai aktif menyelenggarakan kegiatan yayasannya dengan mendidik anak anak pasar untuk dilatih sepakbola dan mengikuti sejumlah turnamen.

“Dengan kegiatan olahraga seperti ini, anak anak akan lebih diarahkan dan kita bisa memahami karakternya,” ungkap bapak enam orang anak dan 7 cucu ini.

Tidak berselang lama, atas dukungan banyak kalangan, kegiatan yayasannya pun berkembang dengan menyediakan 2 buah unit Rumah Singgah yang merupakan rumahnya sendiri sebagai rumah anak anak gelandangan.

Sekarang, YAK sudah memiliki Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS) untuk para peserta didiknya yang dari berbagai usia. Tak jarang ada juga ibu ibu. YAK juga merupakan salah satu dari sekitar lebih 30 penyelenggara Rumah Singgah penerima dana program penyelenggara Rumah Singgah yang dibantu oleh Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) Kementerian Sosial RI.

“Anak asuh di sini yang ada 50 orang, mereka semuanya adalah anak anak muslim,” kata Otong yang ditemui Hidayatullah.com di yayasannya belum lama ini.

Otong tidak pandang bulu untuk menampung siapa pun. Sehingga tak berlebihan jika ia juga dengan tangan terbuka bersedia menampung anak dari Karyadi yang masih kecil kecil. Karyadi adalah seorang korban mutilasi yang santer diberitakan media belum lama ini. 

Otong mengaku, spiritnya untuk menjadi pekerja sosial untuk membimbing gelandangan juga berangkat dari latar belakangnya yang broken home. Ia mengaku sempat sekolah tapi hanya di bangku Sekolah Rakyat (SR).

“Itupun kagak kelar,” katanya.

Prioritas Bina Iman

Otong mengutamakan pembinaan mental dan rohani untuk anak anak asuhnya. Di yayasannya, Otong menyelenggarakan kegiatan pengajian secara rutin. Ada ta’lim untuk orang tua anak jalanan (Anjal) dan juga untuk masyarakat umum yang digelar setiap hari Kamis setiap pekan. Selain itu ada juga kegiatan baca tulis hitung untuk anak, TK/TPA untuk anak binaan, dan sekolah informal.

“Pendidikan non formal ini diadakan agar anak anak didik itu tidak pada lari meninggalkan asrama dan kembali ke jalanan,” ujar suami dari Sa’adah ini.

Selain punya rumah singgah 2 unit dan kegiatan majelis ta’lim, ia juga menyelenggarakan Asrama Non-Panti, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBN), TPA, Komunitas Pedagang Asongan (KOPA), Kelompok Usaha Bersama (KUB), Taman Baca Anak (TBA).

Yayasannya kini memiliki pengasuh sebanyak 5 orang, termasuk tukang masak sehari-hari.

Berkat usahanya, Otong bersyukur karena alumni YAK didikannya sudah ada yang sukses menjadi pesepakbola nasional. Misalnya Sulaiman yang sempat masuk PON DKI Jakarta. Ada Mahendra yang bermain untuk Persjiap Jepara, dan Firman yang bermain untuk keseblasan Persitara Jakarta Utara (Jakut).

Tak sedikit juga anak anak asuhnya yang berprestasi di bidang lain. Misalnya, salah satu anak asuhnya mendaaptkan kesempatan untuk mengikuti Jambore Pramuka Asia Pasifik di Manila tahun 2009 lalu. Yang sangat membuatnya berbahagia adalah adanya kunjungan langung oleh Pak Menteri Sosial ke yayasannya tahun lalu.

Di luar kesibukannya sebagai pegawai Bapengkar dan menjadi orangtua anak anak gelandangan, bapak yang tinggal di Jl Taiman RT. 07/07 Kampung Tengah Kramat Jati saat ini juga masih kuliah menempuh pendidikan strata 1 di Universitas Azzahra jurusan Hukum.

Kini, meski atas usahanya yang luar biasa itu telah banyak berbuah. Ia mengaku masih terus merasa khawatir dan sedih jika anak asuhanya masih terlibat dalam pergaulan buruk.

“Ada juga yang biasa nyimeng diam-diam di dalam kamar walaupun sudah tinggal di rumah singgah,” tambah Otong saat ditemui hidayatullah.com ketika sedang bersiap berangkat ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk mendampingi sidang anak asuhnya yang ditangkap sebagai pemakai narkoba.

“Yang menyedihkan adalah ketika ada anak-anak ketahuan ternyata salah satu anak asuhnya adalah kurir atau pemakai narkoba. Kita sering dipanggil kepolisian kalau ada kasus kasus seperti ini,” tutur pria yang bekerja di Bapengkar Pasar Induk Kramat Jati sebagai juru tulis ini.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasukan Iran Tunjukkan Peralatan Terbaru
Tulisan selanjutnya Tak Semua Wanita Saudi Mau Setir Mobil Sendiri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Produksi Minyak Iraq Diperkirakan Normal Dalam Dua Bulan

Berita
21 Juni 2026 14:19
Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu
Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT

Terbaru

  • Kabar Mualaf Giancarlo Esposito: Aktor “Breaking Bad” Dilaporkan Memeluk Islam di Saudi
  • Al Jazeera Desak Masyarakat Internasional Hukum ‘Israel’ usai Pembunuhan Jurnalisnya
  • Taliban Melarang Penggunaan Ponsel Pintar oleh Aparat Pemerintah
  • Gegara Perang Iran Saudi Aramco Pertimbangan Perluasan Kapasitas Penyimpanan di Luar Negeri
  • ISIS Klaim Serangan di Aleppo yang Tewaskan 2 Tentara Suriah
  • Produksi Minyak Iraq Diperkirakan Normal Dalam Dua Bulan
  • Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
  • Dicabut, Zelensky Kembalikan Medali Penghargaan dari Polandia
  • Pentagon Perlu $80 Miliar untuk Tutup Biaya Perang Iran dll
  • Dua Ledakan di Jalan Raya Khyber Pakhtunkhwa Sedikitnya 7 Orang Tewas

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?