Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Tak Semua Wanita Saudi Mau Setir Mobil Sendiri

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 13 April 2011 12:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Arab Saudi sempat dihebohkan dengan masalah setir-menyetir mobil bagi kaum wanitanya. Sebagian kelompok memperjuangkan apa yang mereka sebut sebagai hak kebebasan wanita. Sementara kalangan lain lebih mempertimbangkan baik-buruknya jika perempuan diperbolehkan menyetir mobil sendiri. Arab News (13/4) mencoba menangkap suara wanita di kerajaan itu, tentang perempuan yang menyetir kendaraannya sendiri.

Menurut perempuan Saudi, menggaji sopir itu menghabiskan uang dan waktu. Tapi ternyata tidak semua perempuan sepenuhnya setuju. Bagi mereka, mengemudi sendiri justru menyusahkan dan tidak cocok diterapkan di Arab Saudi.

“Ketika kami ingin pergi ke pusat perbelanjaan atau ke rumah sakit, sopir mengantar kami hingga ke pintu utama lalu pergi. Kami tidak perlu repot-repot mengingat di mana kami memarkir mobil, atau harus parkir di tempat yang jauh dari pintu,” kata Zaina Al-Salem, perempuan berusia 29 tahun yang berprofesi sebagai bankir.

“Ketika bepergian ke sebuah negara di mana saya bisa mengemudi, biasanya saya kesulitan saat harus memarkir mobil dan harus berjalan jauh menuju toko.”

Biasanya, hanya orang kaya dan terkenal yang bisa memiliki sopir pribadi. Tapi di Arab Saudi, hampir semua orang punya. Begitu kata Shadad Ibrahim, seorang mahasiswi.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

“Saya tidak ingin kehilangan itu, karena saya merasa seperti putri, dimana sopir bisa mengantar ke mana saja saya mau tanpa mengeluh,” tegasnya.

“Saya tidak perlu memikirkan isi bensin, pergi ke bengkel atau hal-hal lainnya. Saya hanya perlu memastikan bahwa dia (sopir) mendapatkan gajinya tepat waktu, cuma itu.”

Bagi ibu rumah tangga seperti Layla Murad, menyetir mobil sendiri di Saudi bukanlah pengalaman yang menyenangkan.

“Kita selalu mengeluh tentang pria yang mengemudi. Memang, apa yang membuat perempuan lebih baik dari mereka [laki-laki]? Setidaknya pria pernah melakukannya, sementara perempuan tidak punya pengalaman sama sekali,” kata Layla.

“Lagipula jalan-jalan tidak bagus untuk mengemudi. Jalanan rusak dan bergelombang, dan kebanyakan perempuan tidak akan bisa mengatasinya,” imbuhnya

“Perempuan Saudi tidak perlu mengemudi mobil, mereka perlu karpet ajaib,” ujar Layla.

Tidak hanya soal kenyamanan, parkir dan jalan rusak yang membuat para wanita itu enggan menyetir mobil sendiri. Digoda dan diganggu anak-anak muda yang berkeliaran di jalan adalah sebuah masalah besar tersendiri di Kerajaan Saudi.

“Saya harus menggelapkan kaca jendela agar para pemuda tidak lagi membuntuti ke mana saya pergi,” kata Hala Bukhary yang bekerja sebagai guru.

“Jujur, saya sangat ketakutan ketika harus mengemudi mobil sendiri, dan para pemuda itu mengikuti saya,” cerita perempuan berumur 32 tahun itu.

Masyarakat Saudi belum terbiasa melihat perempuan pergi sendirian dengan kendaraan mereka.

“Sebagian orang alim melemparkan pandangan buruk ke arah perempuan saat melihat wajahnya tidak ditutupi, dan saya pikir mereka belum bisa melihat perempuan berada di kursi pengemudi dalam waktu dekat ini,” kata Doha Al-Youssef, 42, seorang ibu rumah tangga.

“Saya yakin, akan tiba waktunya perempuan Saudi bisa mengemudi, dan ketika itu orang tidak akan menerimanya dan para ayah melarang putrinya mengemudi. Malah mungkin mereka akan merekrut sopir perempuan dan bukannya laki-laki,” pungkas Doha.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Otong, Ayah Para Gepeng Kramat Jati
Tulisan selanjutnya UIN Malang Siap Terima Mahasiswa Asing

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

LBH Hidayatullah Kecam Penggerebekan Sewenang-Wenang Aparat di Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo

Berita
2 November 2026 12:29
Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an
Koalisi Pimpinan Arab Saudi Umumkan Tembak Jatuh Drone Houthi di Mekkah
Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS

Terbaru

  • Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
  • Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz
  • MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an
  • MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis
  • Bekas Jubir Militer ‘Israel’ Akui Memanipulasi Kebenaran Genosida Gaza
  • Lancarkan Serangan ke Pulau Qeshm Iran, AS: ‘Tindakan Defensif’
  • Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?