Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Kisah Masjid dan Jamaah Jogokariyan Melayani Peserta Muslim United

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Oktober 2019 22:40 10:40 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Oktober 2019 22:40
Bagikan
Bagikan

SEPERTI Kampoeng Ramadhan, kali ini kesibukan pengurus Masjid Jogokariyan kembali meningkat drastis. Segenap SDM yang ada dilibatkan, termasuk jamaah sekitar masjid. Tapi saat ini bukan sedang bulan Ramadhan.

Mereka tengah sibuk melayani para tamu dari berbagai daerah yang tengah berkumpul di Yogyakarta. Awalnya, para tamu tersebut menggelar acara di Masjid Gedhe Kauman. Namun kemudian, acara mendadak dipindahkan ke Masjid Jogokariyan.

Ya! Acara tersebut adalah Muslim United kedua. Perpindahan tempat acara yang digelar Forum Ukhuwah Islamiyyah (FUI) Yogyakarta ini disambut gembira oleh pengurus Masjid Jogokariyan dan para jamaahnya.

Sabtu (12/10/2019) pagi itu, mereka pun bergerak cepat mempersiapkan segala sesuatunya.

“Sekarang ada waktu lebih kurang 5 sampai 6 jam pengurus takmir Jogokariyan mempersiapkan infastruktur yang terkait Muslim United,” ujar Ahmad Luthfi Efendi, Pengurus Takmir Masjid Jogokariyan.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Baca: Kisah Peserta Muslim United dari Malaysia dan Harapannya untuk Generasi Muda

Muslim United ke-2 yang mendadak bergeser tempat acaranya itu digelar dari Jumat (11/10/2019) hingga Ahad (13/10/2019). Sempat digelar hari pertama dan kedua di Masjid Gedhe Kauman. Sabtu (12/10/2019) sore pukul 15.00 WIB sesuai jadwal, acara sudah dipindahkan ke Masjid Jogokariyan.

“Sabtu pagi memang ada kabar jika acara (Muslim United) ini akan dipindah panitia. Tapi awalnya ingin dipindah ke UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Yogyakarta. Tapi tidak tahu kenapa tidak jadi,” cerita Krishna Yuniar, Humas Takmir Masjid Jogokariyan kepada hidayatullah.com, Ahad (13/10/2019).

Mulanya, acara yang mendatangkan puluhan ustadz dan tokoh nasional ini berjalan dengan baik di Masjid Gedhe Kauman. Hari pertama acara ini berjalan lancar, bahkan antusias peserta memenuhi ruang utama masjid, halaman, dan sebagian alun-alun utara.

Hanya saja, Sultan Yogyakarta yang memiliki otoritas tempat itu tidak menginzinkan dan meminta kegiatan di Masjid Gedhe Kauman itu dihentikan. Demi kebaikan panitia pun memutuskan memindahkan arena Muslim United.

Baca: Walau Pindah, Muslim United Tetap Berlangsung Semarak

Bukan perkara mudah bagi panitia untuk memindahkan peserta dan semua peralatan acara, jumlah panitianya saja lebih dari 1.000 jumlahnya. Memindahkan arena Muslim United butuh waktu dan energi yang besar. Apalagi dalam waktu singkat.

“Kita kemarin jam 10.30 WIB itu disuruh kumpul oleh Mas Fanny. Semua takmir dan elemen Masjid Jogokariyan diminta untuk berkumpul,” kata Krishna yang juga Koordinator Media Takmir Masjid Jogokariyan ini.

Setelah semua takmir dan elemen masyarakat Jogokariyan berkumpul, lalu diberitahu lah bahwa Masjid Jogokariyan akan dijadikan sebagai tempat Muslim United.

Maka takmir langsung mengumumkan kepada seluruh warga untuk meminta berpartisipasi dan memberi izin, karena sepanjang jalan akan dipakai untuk kegiatan ini.

Takmir dan warga Jogokariyan semangat berpartisipasi melayani tamu-tamunya. Karena ruang masjid tak cukup menampung seluruh peserta, maka sepanjang jalan Jogokariyan disulap jadi majelis peserta Muslim United.

“Kita juga minta toilet warga bisa disediakan sebagai toilet dan tempat wudhu peserta yang banyak ini,” tambah Krishna.

Selain itu, warga Jogokariyan juga diminta untuk melayani peserta Muslim United.

“Alhamdulillah kita juga bisa memberikan nasi bungkus kepada peserta. Bahkan kami buka rekening partisipasi, banyak infaq masuk untuk menyiapkan kegiatan ini,” kata Krishna.

Baca: FUI Yogyakarta: Muslim United Bentuk Kepedulian Anak-anak Muda

Menurut Krishna, awalnya peserta Muslim United memang bukan jamaah Masjid Jogokariyan. Tapi karena dilaksanakan di Masjid Jogokariyan, maka mereka menjadi jamaah Masjid Jogokariyan. Prinsip Masjid Jogokariyan adalah maksimal pada pelayanan kepada jamaah.

“Karena masjid kita ini kan melayani jamaah. Apalagi banyak peserta dari luar kota maka kita harus melayani mereka termasuk makan. Dari awal bagi kami. Kami ingin memberi pelayanan yang bagus bagi jamaah Masjid Jogokariyan,” tambahnya lagi.

Selain itu, Masjid Jogokariyan juga ingin membangun citra Muslim United yang baik. Walaupun arena acara besar ini dimintah pindah, acara ini tetap bisa berjalan lancar dan peserta tetap bisa nyaman mengikuti acara ini.

Pengurus Masjid Jogokariyan mengaku sudah terbiasa mengadakan Kampoeng Ramadhan, yang melibatkan panitia dan hadirin yang jumlahnya besar. Dari situlah sebagai modal berharga masjid itu menjadi arena Muslim United bertema “Sedulur Saklawase” ini.

“Bagi kami, Masjid Jogokariyan adalah rumah bagi semua,” ujar Krishna memberi tahu tentang semangat Masjid Jogokariyan.

Baca: UAS: Harus Seimbang antara Shalat dan Solid

Salah seorang peserta Muslim United, Ahmad Arif, asal Jepara mengaku merasa nyaman di Masjid Jogokariyan.

“Saya dapat makan di sini. Sebenarnya kalau lapar bisa cari (makan) di sekitar sini. Berhubung banyak pembagian nasi, saya ambil,” ujar Arif.

Ahmad Arif mengaku bukan pertama kalinya ke Masjid Jogokariyan. “Saya sudah dua kali ke sini. Dapat makan terus,” katanya.

Ustadz Abdul Somad (UAS) berharap acara Muslim United ini bukan hanya slogan tapi merupakan komunitas untuk menjaga persatuan.

“Mudahan jamaah kita ini tetap solid dan kuat. Seimbang antara solid dan shalat. Jangan shalatnya hebat tapi tidak solid. Jangan pula terlalu solid tapi tidak shalat,” nasihat UAS dalam tabligh akbar Muslim United ke-2 di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Sabtu malam (12/10/2019).* Rofi Munawwar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berjamaahJogjakartaKaumanMasjid GedheMasjid JogokariyanMuslim UnitedUkhuwahYogyakarta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prancis dan Jerman Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki
Tulisan selanjutnya Giliran Bupati Lombok Utara Dukung Hapus Tato YBS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?