Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prancis dan Jerman Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Oktober 2019 20:49 8:49 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Oktober 2019 20:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Prancis dan Jerman hari Sabtu (12/10/2019) mengumumkan bahwa mereka menangguhkan ekspor persenjataan ke Turki, menyusul serangan pemerintah Ankara yang memasuki wilayah Suriah di bagian utara.

Hari Sabtu sore Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengumumkan bahwa pemerintah federal tidak lagi mengeluarkan surat izin pengiriman seluruh persenjataan yang kemungkinan akan dipakai Turki dalam serangannya di Suriah.

Dilansir AFP, beberapa jam kemudian Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Florence Parly mengeluarkan pengumuman serupa.

“Sambil menunggu dihentikannya serangan Turki di bagian timur laut Suriah, Prancis memutuskan menangguhkan semua rencana ekspor material-material perang ke Turki yang bis jadi akan digunakan dalam serangan tersebut. Keputusan ini berlaku segera,” kata menteri Prancis itu lewat Twitter.

Sebelum kedua negara itu, tiga sejawat Eropa mereka Belanda, Norwegia dan Finlandia, sudah mengambil keputusan serupa. Finlandia bahkan menegaskan larangan ekspor senjata tidak hanya ditujukan ke Turki, tetapi juga negara lain yang terlibat dalam pertempuran tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejak hari Rabu (9/10/2019) pemerintan Ankara mengerahkan pasukannya untuk melancarkan serangan di bagian utara (timur laut) Suriah. Aksi tersebut dilakukan setelah Amerika Serikat mengumkan penarikan pasukannya dari kawasan itu.

Ankara berdalih, serangan dilakukan guna membuat zona aman, guna menjauhkan pasukan Kurdi Suriah –yang dicapnya sebagai teroris– dari wilayah perbatasannya. Tidak hanya itu, pemerintah Ankara juga akan merelokasi 3 juta pengungsi Suriah yang saat ini berada di Turki ke zona aman itu, yang rencananya masuk hingga 30 kilometer ke dalam wilayah Suriah dari garis perbatasan dengan Turki.

Menurut data Stockholm Interntional Peace Research Institute (SISPRI), Prancis dan Jerman merupakan pengekspor senjata terbesar ketiga dan keempat di dunia antara tahun 2014 dan 2018. Sementara Belanda berada di posisi ke-10, Norwegia ke-14 dan Finlandia ke-24.

Turki merupakan negara pengimpor senjata terbanyak ke-13 sedunia. Sekitar 60% persenjataannya diimpor dari Amerika Serikat, disusul kemudian 17% dari Spanyol dan 15% dari Italia.

Pemerintah Madrid dan Roma, yang kedua negara mereka sama-sama sedang diliputi masalah ekonomi dan keuangan, belum mengambil keputusan untuk menghentikan ekspor senjata mereka ke Turki.

Dalam konferensi tingkat tinggi 17-18 Oktober, para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan akan membicarakan embargo senjata ke Turki.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:JermanPrancissenjataTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya California Larang Produk Terbuat dari Bulu Binatang
Tulisan selanjutnya Kisah Masjid dan Jamaah Jogokariyan Melayani Peserta Muslim United

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?