Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Zahra Benbrik Kehilangan 18 Kerabatnya saat Musibah Gempa Maroko

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 September 2023 20:45 8:45 pm
Ahmad
Dipublikasikan 12 September 2023 21:20
Bagikan
"Semua orang meninggal! Hati saya hancur," kata Zahra Benbrik, 62, yang kehilangan 18 kerabatnya (AFP)
Bagikan

Hidayatullah.com—Tim penyelamat di Maroko kemarin melipatgandakan upaya untuk menemukan korban selamat dalam gempa bumi yang menewaskan lebih dari 2.100 orang dan meratakan banyak desa.

Personil penyelamat asing pertama berangkat untuk membantu negara Afrika Utara yang dilanda gempa bumi terkuat, menyebabkan sedikitnya 2.122 orang tewas dan lebih dari 2.400 orang terluka, banyak di antaranya dalam kondisi serius.

Gempa bumi kuat berkekuatan 6,8 skala Richter Jumat lalu terjadi 72 kilometer barat daya kota wisata Marrakesh dan menghancurkan beberapa desa di Pegunungan Atlas. Gempa susulan berkekuatan 4,5 juga mengguncang wilayah yang sama kemarin.

Desa Tafeghaghte, yang terletak di kawasan pegunungan sekitar 60 kilometer dari Marrakesh, hampir hancur total dan hanya beberapa bangunan yang masih berdiri, lapor AFP. Di tengah tumpukan puing, tim penyelamat sipil Maroko dan angkatan bersenjata terus mencari korban selamat dan jenazah.

AFP melihat mereka memindahkan mayat dari bawah reruntuhan rumah. Empat korban lagi masih terkubur, kata beberapa warga.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

“Semua orang meninggal! Hati saya hancur,” kata Zahra Benbrik, 62, yang kehilangan 18 kerabatnya dalam tragedi tersebut, sementara hanya jenazah saudara laki-lakinya yang masih terperangkap.

Banyak rumah di desa ini yang dibangun dari batu bata yang terbuat dari lumpur. Di Desa Amizmiz, dekat Tafeghaghte, sebuah traktor menarik puing-puing terberat sebelum petugas penyelamat menggali puing-puing untuk mengeluarkan mayat-mayat yang terkubur.

Kedua desa tersebut terletak di Provinsi Al-Haouz yang merupakan lokasi episentrum gempa dimana pihak berwenang mencatat total korban jiwa sebanyak 1.351 orang.  Menurut stasiun televisi lokal, lebih dari 18.000 keluarga terkena dampak gempa di Al-Haouz.

Kementerian Pertahanan Spanyol mengatakan sebuah pesawat A400 lepas landas dari Zaragoza dengan 56 personel penyelamat dan empat anjing pelacak menuju Marrakesh untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan.

“Kami akan memberikan apa pun yang diperlukan karena beberapa jam pertama sangat penting terutama jika ada korban yang terjebak di bawah reruntuhan,” kata Menteri Pertahanan Margarita Robles.

Di Marrakesh, Fatema Satir tidur di trotoar selama dua malam. Ia seperti warga lainnya, khawatir rumahnya akan roboh.  “Tidak ada bantuan untuk kami. Rumah kami retak dan yang lain roboh seperti rumah anak saya. Kami kacau,” ujarnya.

Di alun-alun bersejarah Jemaa el-Fna di Marrakesh, sekitar 20 orang tidur di lantai semen bersenjatakan selimut, sementara sejumlah lainnya tinggal di area berumput dekat gedung balai kota.

Tiga Hari Berkabung

Selain Spanyol, Maroko kemarin mengumumkan hanya menerima bantuan dari tiga negara lain yakni Inggris, Qatar, dan Uni Emirat Arab.  Dalam perkembangan terkait, Palang Merah memperingatkan bahwa diperlukan waktu bertahun-tahun untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi.

“Tidak satu atau dua minggu. Butuh waktu berbulan-bulan hingga beberapa tahun,” kata Hossam Elsharkawi, Direktur Palang Merah untuk Asia Barat dan Afrika Utara.

Gempa bumi yang terjadi Jumat lalu merupakan gempa paling mematikan yang melanda Maroko sejak gempa tahun 1960 yang menghancurkan Agadir dan menewaskan lebih dari 12.000 orang.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Gempa MarokoHeadlinepegunungan AtlasProvinsi Al-HaouzZahra Benbrik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polri Bongkar Sindikat Rumah Produksi Film Porno, 5 Pelaku Ditangkap, Rekening Penjualan Diblokir
Tulisan selanjutnya Umat Kristen dan Katolik Ubah Istilah Isa Almasih Jadi Yesus Kristus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tingkatkan Publikasi Internasional, Unhan RI Tekankan Integritas dan Etika Pemanfaatan AI

Berita
17 September 2026 16:00
Erdogan akan Maju Pemilihan Presiden 2028
Bertemu Mahmoud Abbas Presiden Mesir Menolak Pengusiran Warga Palestina dari Jalur Gaza
Peringatan Hari Kematian Mahsa Amini Pertokoan Tutup, Pasukan Keamanan Iran Bersiaga
Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga

Terbaru

  • Ledakan Terdengar di Riyadh, Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara
  • Dorong Tinggalkan Kebiasaan Scrolling, Singapura Beri Imbalan Warganya yang Baca Buku
  • Irlandia Boikot Eurovision untuk Kedua Kalinya, Soroti Situasi Kemanusiaan Gaza
  • Mantan Presiden Kosovo Dihukum Penjara 25 Tahun karena Kejahatan Perang
  • Oman Serukan Rute Alternatif Pengiriman LNG Supaya Tidak Lewat Hormuz
  • Ms Rachel Gandakan Donasi Mackelmore untuk Palestina, Jadi 2 Juta Dolar AS
  • Saat Harga BBM Naik, Qatar Salurkan 1,3 Juta Liter Bahan Bakar untuk Gaza
  • MUI Titip Pesan kepada Menkeu Suahasil: Jaga APBN dan Perkuat Ekonomi Syariah
  • Ucap Salam, Polisi Muslimah Berpangkat Tinggi India Dimutasi
  • Erdogan akan Maju Pemilihan Presiden 2028

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?