Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Taki Takazawa, Berandalan Penuh Tato yang Kini Jadi Imam Masjid Jepang

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 10 Januari 2023 00:26 12:26 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 10 Januari 2023 05:05
Bagikan
Bagikan

Seorang lelaki tua berbaju serba putih berjalan di sebuah jalan distrik Shibuya, Jepang. Terasa aneh melihat orang tua asing berjanggut itu membagikan pamflet di jalanan Negeri Sakura.

Daftar isi
  • Suka Tato dan Rumor Mantan Yakuza
  • Masuk Islam dan Jadi Mualaf
  • Muslim yang Tertidur
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Dia lantas bertemu seorang pria Jepang, yang tampak lebih muda, berwajah garang. Tidak hanya itu, badan pria Jepang penuh dengan tato.

Tak terpengaruh penampilan, pria tua tetap menyerahkan sehelai pamflet kepada pria Jepang itu. Di sana tertulis, sebuah kalimat yang ternyata adalah syahadat, pengakuan atas keesaan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW sebagai utusannya.

Walau sudah membacanya berulang kali, kalimat itu tetap tidak ia pahami. Kebanyakan penduduk Jepang, yang mayoritas menganut aliran kepercayaan Shinto, juga akan merasakan hal yang sama.

Momen tersebut merupakan momen yang akan selalu dikenang Syekh Abdullah Taki Takazawa, sang pria Jepang penuh tato. Itu pertama kalinya Syekh Abdullah Taki bertemu Islam, melalui pamflet yang diberikan seorang pria tua yang ternyata adalah Syekh Niamatullah, seorang imam di Masjid Nabawi.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Dulu dia berjalan penuh bangga dengan gaya rambut dan lengan pendek yang sengaja dipakainya demi memamerkan tato. Islam telah mengubahnya. Gaya rambut stylish kini sudah lama hilang, tertutupi oleh surban.

Meski badannya masih penuh dengan tato, namun tak lagi ia pamerkan. Semua tertutup jubah lengan panjang.

Suka Tato dan Rumor Mantan Yakuza

Taki Takazawa lahir dan besar di keluarga khas Jepang. Pendidikan terakhir ia tempuh hingga SMP. Sempat dia masuk SMA, tetapi akhirnya hanya bertahan satu tahun.

Kesukaannya pada seni tato dimulai sesudah dia keluar dari SMA.

“Saya hanya satu tahun di SMA, tidak lulus. Lalu sekitar tahun 1992 saya mulai menekuni sendiri cara mentato orang,” ujarnya dikutip telisik.id.

Ia mengaku mempelajari cara mentato secara otodidak, tanpa bimbingan siapapun.

“Semua saya pelajari sendiri, tidak pernah belajar dari orang lain. Mungkin inilah karakter saya ya.”

Selama 20 tahun, dia berjibaku dalam dunia tato. Selama itu pula, Taki memenuhi badannya sendiri dengan tato.

Penampilannya sempat menimbulkan rumor bahwa dia merupakan mantan anggota mafia Jepang, Yakuza. Namun, hal itu dibantahnya. Biarpun sejak kecil memang anak nakal, dia mengaku tidak pernah menjadi anggota Yakuza.

“Saya bukan Yakuza dan tak pernah jadi Yakuza. Dulu saat kecil memang saya anak berandalan, nakal seperti anak lainnya.

Namun, saya tidak pernah masuk atau jadi anggota Yakuza dan tidak juga sekarang,”

Ujarnya dalam sebuah wawancara media online.

Masuk Islam dan Jadi Mualaf

Pertemuannya dengan imam Masjid Nabawi yang sedang berdakwah ternyata sangat melekat di ingatan Taki Takazawa. Ia terus mencari tahu makna di balik pesan syahadat yang diterimanya.

Dia pun mempelajari berbagai agama sebelum akhirnya memutuskan masuk Islam pada tahun 2006 dan mengganti namanya dengan Abdullah yang berarti Hamba Allah SWT.

Dua tahun sesudah ia masuk Islam dan menjadi mualaf, Abdullah Taki Takazawa kembali bertemu pria tua serba putih yang memberinya pamflet dan mengubah hidupnya.

“Ternyata dia adalah salah seorang Imam di Masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi. Saya sangat bersyukur bisa bertemu dengannya,” kata Takazawa.

Imam Masjid Nabawi itu kemudian memintanya untuk melaksanakan ibadah haji dan belajar agama di kota suci Makkah selama beberapa bulan.

Pada tahun 2008, ia pun dapat melaksanakan ibadah haji ke Makkah atas undangan pemerintah Arab Saudi.

Sepulangnya dari Arab Saudi, mantan tatto artist atau pembuat tato itu diberi kepercayaan masyarakat untuk mengimami salah satu masjid besar wilayah Kabukicho, Tokyo.

Saat ini, Syekh Abdullah Taki Takazawa dikenal sebagai salah satu dari imam besar masjid Jepang.

Muslim yang Tertidur

Sebuah jawaban indah pernah disampaikan Syekh Abdullah Taki bagaimana rasanya menjadi mualaf dan masuk Islam.

Ia menjawab;

“Seperti yang saya katakan, saat saya lahir saya sudah menjadi seorang Muslim. Saya sekarang berusia 39 tahun. Selama 35 tahun saya Muslim yang tertidur dan kemudian empat tahun lalu saya bangun.

Saya ingin bertanya ketika Anda bangun di pagi hari apa yang membuat Anda bangun. Saya resmi masuk Islam empat tahun lalu (2006).

Ini adalah proses bertahap; sesuatu terjadi, saya menjadi Muslim. Tentu saja, empat tahun lalu, bukan seseorang yang memaksa saya untuk bangun; bukan karena saya menggunakan jam alarm saya. Rasanya sangat menyenangkan bisa bangun.”

Apa yang dikatakan Syekh Abdullah Taki Takazawa benar bahwa kita semua adalah Muslim dan ini disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW;

“Semua bayi lahir dalam keadaan fitrah (Muslim). Orang tuanyalah yang menjadikan mereka Majusi, Yahudi & Nasrani”
[Sahih Muslim]

Berapa banyak dari kita yang masih tidur? Kapan kita harus benar-benar bangun untuk menyampaikan dakwah Islam atau belajar tentang Islam jika kita masih Belum Muslim?

Kisahnya sendiri adalah pengingat bagi kita untuk melakukan yang terbaik dan biarkan Allah melakukan sisanya. Jangan mengucilkan siapapun adalah dakwah kita. Dakwah merupakan kewajiban setiap muslim.

Tugas kita hanya berbagi kebenaran dengan mereka dan mengajak mereka kembali ke Islam. Nabi Muhammad s.a.w tidak bisa memberikan hidayah kepada setiap orang yang dicintainya meskipun dia menginginkannya karena Allah-lah yang membimbing;


Zaman Revolusi Media | Media lemah, da’wah lemah, ummat ikut lemah. Media kuat, da’wah kuat dan ummat ikut kuat
Langkah Nyata | Waqafkan sebagian harta kita untuk media, demi menjernihkan akal dan hati manusia
Yuk Ikut.. Waqaf Dakwah Media
Rekening Waqaf Media Hidayatullah:
BCA 128072.0000 Yayasan Baitul Maal Hidayatullah
BSI (Kode 451) 717.8181.879 Dompet Dakwah Media

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:mualaf di qatarmualaf duniamualaf jepangTaki Takazawa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seragam Baru British Airways Bolehkan Awak Kabin Berkerudung
Tulisan selanjutnya Polisi Inggris Merchandise Pelangi Kejahatan Naik, Polisi Inggris Malah Beli Merchandise Pelangi LGBT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?