Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Catatan Dari Mesir

Al Azhar, Orang-Orang Tunanetra dan Louis Braille

Thoriq
Terakhir diupdate: 4 Mei 2017 14:47 2:47 pm
Thoriq
Dipublikasikan 4 Mei 2017 01:08
Bagikan
Bagikan

MAHASISWA  maupun ulama yang buta jama’ dijumpai di Al Azhar. Para penuntut ilmu yang menyandang tunantra ikut dalam proses belajar mengajar di mudarraj (sebutan untuk kelas yang memiliki kursi bertingkat seperti tribun) bersama para penuntut ilmu lainnya. Demikian juga ulama tunanetra dijumpai juga mengajar di universitas Islam tertua itu. Biasanya, dosen penyandang tuna netra meminta asisten untuk membaca kitab, kemudian sang dosen pun menjelaskannya dan menjabarkannya.

Karena perhatian Al Azhar dengan para penyandang tunanetra, maka mereka yang memiliki kebutuhan khusus ini bisa sejajar dengan mereka yang normal. Muncullah figur-figur berprestasi dari mereka yang menuntut ilmu di Al Azhar meski dalam kondisi tunanetra, bahkan sampai menjabat sebagai syeikh Al Azhar, semisal Syeikh Al Quwaisini. Al Quwaisini yang mana dicatat dalam Kanz Al Jauhar fi Tarikh Al Azhar hafal hadits yang ia dengar. Demikian juga figur agung seperti Syeikh Yusuf Ad Dijwi, ulama tunanetra yang memiliki banyak karya, salah satunya adalah sanggahan terhadap kitab Al Islam wa Ushul Al Hukmi.

Cukup banyak penyandang tunanetra yang memperoleh pendidikan di Al Azhar. Tercatat bahwa jumlah jumlah pelajar tunanatra dalam Ma’had Qira’at pada tahun 1949 sebanyak 25 orang, sedangkan jumlah pelajar normal sebanyak 176 sedangkan.  Jumlah pelajar di Ma’had Al Azhar pada tahun 1947 yang menyandang tunanetra sebanyak 571 orang.

Menurut literatur asing, Al Azhar adalah lembaga pendidikan pertama yang memberikan perhatian kepada mereka penyandang tunanetra sajak tahun 970 Masehi. Jika demikian, apa yang dilakukan pihak Al Azhar lebih awal daripada upaya tokoh pendidikan Inggris Louis Braille yang lahir pada tahun 1809. Dinisbatkan kepada tokoh tersebut huruf timbul untuk penyandang tunanatra, dimana ia mendirikan sekolah bagi penyandang tunanetra dengan nama “sekolah cahaya”.

Sedangkan dalam peradaban Eropa kuno sendiri, masyarakat memperlakukan para penyandang tunanetra seperti mereka yang menderita sakit ingatan atau gila. Masyarakat waktu itu melaknat para orang-orang yang berkebutuhan khusus dan menuduh mereka telah karasukan setan, hingga Plato pun mengeluarkan orang-orang itu dari kotanya.

Baca Juga

Wakalah Al Ghauri, Pasar Dunia-Akhirat di Kairo
Kalian Orang Indonesia, Punya Banyak Keutamaan
“Mengalir” Bersama Wahyu, Warga Mesir punya Cara
“Ta’ashub, Tapi Berdasarkan Ilmu”
Al Azhar, “Surga” Penuntut Ilmu Hadits

Sebelum Louis Braille, ulama Islam sebenarnya telah lebih dahulu menggunakan huruf timbul untuk membantu para menyandang tunanetra. Salah satu diantara mereka adalah Imam  Zain Ad Dien Al Amidi yang wafat tahun 712 H, disamping penyandang tunanetra, Al Amidi telah memiliki perhatian terhadap mereka yang senasib dengannya, dimana ia berhasil menemukan huruf timbul. Bahkan jauh sebelumnya, Ibnu Hazm Al Andalusi (456 H) mencatat dalam At Taqrib li Had Al Mantiq, bahwa gurunya Ibnu Abd Al Warits menyampaikan bahwa ia memiliki saudara yang lahir dalam keadaan buta, namun ayahnya berupaya untuk mengajari Al Qur`an dengan menulis huruf timbul dari lilin, hingga akhirnya anak itu pun mampu untuk membaca.

Al Azhar sendiri mewarisi peradaban Islam sebelumnya dalam perhatiannya terhadap para penyandang tunanetra sejak berdirinya, hingga saat ini. Dan dengan kemajuan teknologi, pada tahun 2015, Al Azhar telah memiliki pusat penginderaan di Kuliyyah Ushuluddin, yang memiliki 12 alat untuk membantu para penyandang tunanetra untuk membaca buku-buku, baik berbahasa Arab maupun Inggris tanpa bantuan dari pihak lain.*

Tulisan ini merupakan saduran dari Al Azhar wa Al Makfufin, oleh Prof. Dr. Ibrahim Al Hudhud, Majalah Al Azhar, vol. 8, th. 90.

 

 

 

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Surati MA, Tim Advokasi GNPF-MUI Berharap Hakim Memvonis Sesuai Hati Nurani
Tulisan selanjutnya Poligami Ala Kanada: Menikahi 24 Istri, Dikaruniai 145 Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Catatan Dari Mesir

Tradisi Periwayatan Hadits dalam Peringatan Maulid Azhariyun

27 Desember 2015 04:45
Catatan Dari Mesir

Shahih Al Bukhari, Al Azhar dan Sultan Abdul Hamid II

8 Maret 2015 19:24
Catatan Dari Mesir

Sanad Al Arba’in An Nawawiyah Mesir Melalui 7 Ulama Indonesia

30 Januari 2015 21:29
Catatan Dari Mesir

Majelis Tafsir Al Jalalain di “Masjid Pemberontak”

6 Desember 2014 00:58
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?