Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Usai Memeluk Islam, Lukas ingin Membuka Sekolah Tahfidz (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Oktober 2013 13:12 1:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Oktober 2013 13:12
Bagikan
Lukas saat berlibur di Indonesia
Bagikan

Lanjutan dari tulisan pertama

Luka berpikir, untuk ia mempelajari agama sedangkan pemimpin agamanya saja meragukan isi kebenaran kitab mereka?

“Akhirnya saya berhenti sekolah minggu meskipun belum selesai dua tahun,” ujarnya.

Mulailah ia mempelajari agama Hindu, Budha tapi ia belum menemukan banyak hal bahkan baginya belum bisa diterima akal. Lukas juga pelajari agama Yahudi, tapi yang ia temukan  terlalu rasis.

“Mereka mengaku bangsa pilihan Tuhan. Sedangkan manusia yang lahir bukan dari orang Yahudi tidak ada kesempatan untuk masuk surga, semuanya di neraka. Jelas ini agama yang batil,” ujarnya.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Suatu hari, di saat usianya mencapai 14 tahun, Lukas mulai banyak mempelajari Islam dari buku-buku dan internet. Karenanya orangtuanya senang dengan sejarah dan sering mengajak saya melihat masjid-masjid yang megah, hatinya mengaku merasa tentram ketika melihat masjid atau ketika memasukinya. Permadani yang terhampar di Masjid, cahaya matahari yang masuk ke dalam masjid membuatnya mulai mencintai masjid.

Lukas juga mengaku memiliki teman Muslim di Jerman. Ia kenal baik dengan keluarganya. Satu yang menakjubkannya, keluarga Muslim ini memiliki akhlak mulia, dermawanan dan suka memuliakan tamu yang tidak kami jumpai di masyarakat asli Jerman.

“Meski teman saya dan keluarganya belum konsisten dalam keislamannya. Seperti ibunya tidak mengenakan jilbab, tapi saya lihat akhlaknya yang mulia, menyebabkan usaya semakin cinta kepada Islam.”

Memeluk Islam

Lambat laun Lukas mulai terus mencintai Islam. Ia mengaku kagum pada Islam yang sederhana dan mudah dipahami semua orang. Petani yang awam dan professor Doktor di Universitas meskipun tingkat kecerdasan mereka berbeda, semuanya bisa menerima dan memahami Islam dengan mudah.

Islam adalah agama fitrah mengajarkan tauhid penghambaan kepada Allah semata dan tidak menyekutukan Nya dengan sesuatu apapun. Betapa nikmatnya ketika kita bisa menempelkan dahi kita ke bumi untuk sujud kepada Allah.

Pelan-pelan, Lukas mulai meninggalkan kebiasan lama. Ia sudah tak makan daging babi dan minum minuman keras. Mulai belajar shalat dari internet karena di tempatnya tinggal, di Walsrode belum ada masjid satu pun.

“Saya melakukan shalat sekali sepekan kemudian bertahap sekali sehari begitu pula jika datang bulan Ramadhan saya mulai puasa beberapa hari.”

Sampai usia saya 16 tahun, Lukas mengaku mantap masuk Islam dan berusaha menjalankan Islam dengan konsisten termasuk shalat lima waktu dan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan tidak pernah ditinggalkan.

Lukas butuh waktu tiga tahun, dari mulai mencari agama sampai saya memeluk Islam.

Setelah mulai mengenal Islam, Lukas juga member tips para dai agar lebih diterima dakwahnya pada nonMuslim. Ia mengharap agar para dai dalam dakwah mereka tidak dengan cara setengah memaksa.

Lukas mengaku pernah bertemu dengan non Muslim yang sedang mencari kebenaran, namun sang dai memaksa agar orang non Muslim segera masuk Islam.

“Kalau Anda tidak segera masuk Islam, Anda mati maka dan masuk neraka selama-lamanya,” ujarnya dikutip Lukas.

Cara seperti in,  justru membuat si non Muslim tak akan mengucapkan dua kalimat syahadat. Bahkan dia akan lebih  mudah murtad suatu hari nanti.  

Lukas juga berpesan pada kaum Muslimin Indonesia bersyukur bisa menikmati Islam sejak lahir.

“Saya berpesan untuk kaum muslimin di Indonesia dan di seluruh dunia agar mereka bersyukur kepada Allah yang telah mengaruniakan mereka nikmat hidayah sejak mereka lahir. Hendaknya saudara-saudara kita kaum Muslimin bersyukur bahwa keluarga mereka juga Muslim. Rasa syukur kepada Allah ini harus direalisasikan dengan kesungguhan mempelajari Islam, mempelajari al Quran dan As Sunnah dengan metodologi yang benar yaitu memahami dan mempraktekkan Islam dengan pemahaman dan praktek para sahabat radhiallhu anhum. Karena dengan mengikuti ijma’ (kesepakatan) mereka berarti kita berjalan di jalan Allah sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.”

Mendirikan Rumah Tahfidz

Kini, setelah menikmati indahnya Islam, Lukas bercita-cita ingin membuka sekolah Tahfidz al Quran. Lukas mengaku, sudah menghafal 7 juz dan berusaha untuk menyempurnakan sampai 30 juz.

Dia berkeyakinan bahwa umat Islam akan bersatu dan saling mencintai jika kaum Muslimin mengamalkan al-Quran. Semoga Allah mengabulkan dan meralisasikan cita-cita Lukas dan memberikan taufik kepadanya dan kita semua, amin.*

 Dikirim Fariq Gasim Anuz, Jeddah, Jumat, 4 Oktober 2013. Email: [email protected]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:EropaJermankristenMuslimprotestan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gereja Dukung Wacana Pemimpin Kristen 2014
Tulisan selanjutnya Mensos: Penyandang Cacat di Indonesia 2,8 Juta Jiwa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?